Pengalaman Perempuan Pekerja Kantoran di Masa Pandemi: Berkah atau Musibah?

Pengalaman Perempuan Pekerja Kantoran di Masa Pandemi: Berkah atau Musibah?

Berkah atau musibah?

Bagaimana para perempuan pekerja kantoran memaknai pengalaman mereka dan menavigasi berbagai tantangan bekerja dari rumah maupun di kantor di tengah pandemi?

Komunitas Birokrat Menulis mengundang Ibu/Bapak untuk hadir dalam Diskusi Online bertajuk:

💻 Pengalaman Perempuan Pekerja Kantoran di Masa Pandemi: Berkah atau Musibah? 🤷🏻‍♀️

Bersama:
♦️Pembicara/Tim Peneliti:
•Kanti Pertiwi, Ph.D.
(Dosen Universitas Indonesia)

•Sofia Mahardianingtyas, M.E
(ASN & Editor Eksekutif birokratmenulis.org)

♦️Pembahas:
Hani Yulindrasari Ph.D.
(Dosen Universitas Pendidikan Indonesia)

♦️Moderator:
Ryan Agatha (Redaktur uspirasi.id)

📆 Kamis, 3 September 2020
⏰ Pukul 13:30 WIB
▶️ Live YouTube di kanal Birokrat Menulis https://www.youtube.com/channel/UCInjE5weR_cFoENY7jCjsLA

✅ Gratis dan untuk umum.

Diskusi ini bukan hanya diperuntukkan bagi pekerja perempuan, pekerja laki-laki perlu ikut juga menyimak bagaimana fenomena ini dipandang dari perspektif perempuan.

Jika menginginkan informasi, silakan klik http://bit.ly/CSdiskonBM untuk terhubung dengan no WA panitia.

“Too many, but not enough”

Pak Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menyatakan Indonesia kelebihan ASN, tetapi kekurangan ASN yang kompeten.

Too many, but not enough,” katanya.

Bukankah hal inilah tugas utama Pak Menteri? Meningkatkan kompetensi ASN dan mengurangi ASN yang berlebihan. Kalau Pemerintah Indonesia gagal meningkatkan ASN yang kompeten, berarti Pak Menteri juga yang gagal menjalankan tugas utamanya.

Ayo Pak Menteri, tetap semangat membangun kompetensi ASN Indonesia! Rumahkan segera ASN yang tidak kompeten dan berlebihan itu.

Selamat Hari Raya, Birokrat Menulis!

Selamat Hari Raya, Birokrat Menulis!

Tiada kata seindah doa
Tiada ikatan seindah persahabatan
Walau raga tak bersua karena kita di rumah saja
Namun suka cita hari raya Idul Fitri
tetap menjadi penyemangat di tengah pandemi

Dalam karya kita bercengkerama
Dalam tulisan kita menjalin persahabatan
Dari balik layar kami tersenyum
Menyematkan harapan pada para birokrat Indonesia
Yang setia mengabdi demi bangsa dan negara

Di tanganmu kami letakkan asa
Perjuangan kita takkan pernah sia-sia
Membuka mata, hati, dan pikiran
Lewat tulisan, lewat kata-kata

Wahai kawan,
Selamat merayakan lebaran
Selamat berbahagia bersama keluarga
Meski sebagian di antara kita harus terpisah jarak dengan mereka
Percayalah ini hanya sementara
Karena sejatinya, keluarga itu jauh di mata – dekat di hati

Merayakan kemenangan dalam hening
Tetap menghadirkan kekhidmatan
Serta harapan akan kehidupan
Dalam gemerlap bintang dan indahnya bulan

Mohon maaf atas segala khilaf

Dari meja redaksi,
atas nama
Keluarga Birokrat Menulis di seluruh penjuru nusantara

1
0

Para Birokrat Indonesia Tetaplah Berkinerja di Tengah Pendemik Ini

Wabah pendemik yang melanda negeri ini tak bisa dihadapi dengan cara-cara biasa. Para birokrat harus mempunyai sense of crisis dan tetap berkinerja, sampai titik terakhir.

Kita percaya bahwa kita bisa melaluinya bersama. Karenanya, sudah saatnya dalam situasi krisis ini para pemimpin berani mengambil risiko melakukan tindakan yang bukan lagi business as usual, tapi tindakan extra-ordinary. Berani melakukan terobosan-terobosan besar agar tidak banyak lagi korban berjatuhan.

Antikorupsionisme Dalam Darurat Bencana: Sebuah Tantangan Birokrasi Indonesia

Antikorupsionisme Dalam Darurat Bencana: Sebuah Tantangan Birokrasi Indonesia

Dalam kondisi darurat bencana, seperti saat ini, pemerintahan dituntut untuk mengubah tata kelolanya menjadi lebih cepat, tepat dan terarah. Efisiensinya berorientasi pada waktu, sedang efektivitasnya berorientasi pada masalah keselamatan masyarakat.

Salah satu yang menarik dicermati adalah munculnya Inpres 4 th 2020. Melalui Inpres tersebut, pemerintah tampak melakukan perubahan tata kelola dari sisi anggaran dan percepatan pengadaan barang/jasa terkait penanganan bencana.

Apakah tata kelola birokrasi, seperti contoh Inpres tadi, tetap memiliki paham antikorupsi (antikorupsionisme), atau justru melawan wacana antikorupsi yang selama ini kita miliki?

Lalu apa itu antikorupsionisme? Kenapa kita mesti paham dan peduli? Perlukah kita, para birokrat, melawannya?

Kegiatan diskusi online yang diselenggarakan oleh Birokrat Menulis pada 9 April 2020 yang lalu didokumentasikan dalam video ini. Mengambil judul “Antikorupsionisme dalam Darurat Bencana: Sebuah Tantangan Birokrasi Indonesia”

Menghadirkan narasumber utama ibu Kanti Pertiwi, PhD (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia), diskusi tersebut dimoderasi oleh Mutia Rizal (analis pos-birokrasi dan editor eksekutif Birokrat Menulis).

Berperan sebagai komentator utama adalah Mudji Santosa dan Atas Yuda Kandita. Keduanya merupakan konsultan yang sudah malang melintang dalam pengadaan barang dan jasa di Indonesia.

Selamat menyaksikan!

Diskusi Online Birokrat Menulis
error: