Memilih Mundur Dari PNS

by | Aug 12, 2018 | Perjalanan/Pengalaman | 389 comments

Cerita ini dikirim oleh salah satu birokrat yang memutuskan untuk mengundurkan diri dari instansinya dan memilih untuk berkarya di tempat lain. Sebuah kisah yang tentunya tidak untuk menjadi inspirasi bagi birokrat lainya yang mengalami hal yang kurang lebih sama, karena untuk melakukannya perlu kesungguhan hati dan perhitungan yang matang.

Namun, kisah ini menggambarkan masih adanya birokrat kita yang belum mendapatkan perhatian, penghargaan, dan kesempatan yang cukup untuk mengembangkan potensi dirinya. Kisah ini justru diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi para elite birokrasi untuk dapat lebih memperhatikan para pegawainya dengan cara lebih manusiawi dan mawas diri. Mereka perlu mawas diri terhadap rasionalitas birokrasi yang rawan terjadi diskriminasi yang dapat mengakibatkan kerugian bagi organisasinya sendiri.

—-

 

Pagi itu, sekitar setahun yang lalu, saya terbangun dari tidur dengan perasaan ingin mengundurkan diri atau mundur dari kantor instansi tempat saya bekerja. Padahal, sebelum tidur saya tidak memikirkannya sama sekali. Saat itu saya lalu teringat dengan ucapan salah satu atasan saya, sehari sebelum saya mengajukan cuti untuk liburan. Beliau berkata, “Kamu mau ambil cuti? Nggak mau tugas aja? DL-mu (penugasan luar kota dengan mekanisme perjalanan dinas) baru 16 hari ya?”

Entah mengapa saat atasan saya mengatakan hal itu, hati saya terluka. Saya mengajukan cuti karena ingin liburan, bukan karena DL baru 16 hari selama 8 bulan terakhir. Bahkan, saya tidak tahu persis tepatnya berapa hari DL karena memang saya tidak menghitungnya dan tidak terlalu ambil pusing soal itu.

Keputusan Mundur Adalah Keputusan Yang Besar

Ya, keputusan mundur dari pegawai negeri sipil (PNS) adalah keputusan yang tidak mudah. Keputusan yang kadang menjadi sebuah dilema, mengingat PNS masih  tergolong sebagai profesi idaman bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Untuk menjadi PNS saja seseorang harus melewati seleksi yang lumayan ketat dan susah, belum lagi sebagian dari pendaftar pun ada yang rela membayar mahal untuk dapat menjadi PNS.

Saya menyampaikan keinginan saya tersebut kepada ibu saya. Saat itu ibu tidak mendukung dan menyarankan saya untuk mencari beasiswa S2 karena itu jalan keluar yang lebih baik jika memang saya merasa tidak betah dan tidak bahagia berada di perantauan.

Mungkin saya terlalu kekanak-kanakan ketika hanya karena perkataan atasan saya tersebut, saya lalu ingin mengundurkan diri dari instansi tempat saya bekerja. Sejujurnya, rasa sakit hati itu juga sudah menghilang beberapa saat setelahnya. Namun, bagaimanapun juga, hal itulah yang memang menjadi pemantik keinginan mundur saya di kemudian hari. Semakin hari keinginan itu justru semakin membesar, seperti bara api yang disiram bensin.

Namun, restu Ibu yang tak kunjung datang dan lebih mendukung saya untuk mencari beasiswa S2,  sempat menyurutkan rencana saya untuk mundur. Saya kembali belajar dan mencari tahu tentang berbagai kesempatan beasiswa S2 yang tercepat.

Perasaan Tak Kunjung Membaik.

Saat saya masih berusaha mencari kesempatan melanjutkan pendidikan S2, kondisi kantor dan lingkungan tempat saya tinggal (kos) semakin terasa tidak bersahabat. Saya hampir selalu bingung apa yang harus dan akan saya lakukan setiap saya tiba di kantor. Tidak adanya pekerjaan atau tanggung jawab spesifik yang dapat saya lakukan, membuat saya selalu bingung untuk berbuat apa.

Kegiatan membaca dan mempelajari peraturan pun sepertinya sia-sia bagi saya. Jika hanya membaca tanpa dipraktikkan, maka saya akan cepat merasa bosan, seperti hanya terlihat di mata tapi tidak lanjut ke otak. Saya sepenuhnya sadar bahwa itu adalah kelemahan saya. Saya adalah tipe pembelajar dengan sistem “learning by doing”.

Saya sudah mencoba untuk membuka-buka file peraturan, belajar aplikasi, atau bahkan belajar bahasa Inggris untuk mengisi kekosongan tersebut, hitung-hitung modal untuk mendapatkan beasiswa. Namun, saya cepat bosan, seperti tidak ada motivasi atau dorongan tanggung jawab.

Pada suatu titik saya merasa sangat useless, tidak ada perkembangan pengalaman dan pengetahuan. Saya pun juga merasa kemampuan dan potensi diri saya kurang dihargai. Saya merasa bisa melakukan sesuatu, tapi tidak ada yang mendayagunakan kemampuan saya.

Beberapa teman menyarankan saya untuk meminta mutasi ke bagian lain di kantor agar kemampuan saya lebih bermanfaat, tetapi saran tersebut tidak saya lakukan karena adanya banyak pertimbangan. Salah satunya adalah saya bukan tipe orang yang senang ‘meminta-minta’, untuk meminta penugasan pun tidak saya lakukan. I am not such a person.

Mempengaruhi Kondisi Mental dan Fisik

Waktu itu, kondisi semakin memburuk saat perasaan tidak bahagia itu mulai menyerang kesehatan mental dan fisik saya. Saya sepertinya pun belum bisa berdamai dengan diri saya sendiri. Saya menjadi lebih emosional, mudah marah, mudah sedih dan menangis, lebih egois, pemalas, cuek, dan tidak peduli.

Saya sering kesulitan untuk tidur, sering sakit kepala dan selalu merasa lelah. Kehidupan yang saya jalani sehari-hari tidak berkualitas sama sekali. Saya merasa sakit. Saya merasa sangat tidak bahagia dan depresi. Saya mulai khawatir dengan diri saya sendiri. Saya takut jika saya benar-benar sakit.

Saat itu, saya pikir, semua itu memang berawal dari dalam diri saya yang belum bisa berdamai dengan diri sendiri. Setelah browsing-browsing, saya memutuskan untuk mencoba ke hipnoterapis. Hasilnya? Awalnya saya merasa lebih baik, tapi seiring berjalannya waktu, perasaan saya kembali lagi.

Restu Ibu dan Pandangan Orang

Di akhir tahun 2017, saya mudik ke rumah cukup lama. Saya menceritakan tentang teman-teman yang sudah mundur dari pekerjaannya kepada ibu. Saya juga menyampaikan rencana saya untuk tidak mundur sebelum saya mendapat pekerjaan yang baru. Alhamdulillah, ibu mengerti dan merestui. Bagi saya, restu orang tua adalah restu Allah.

Sejak itu, saya mencoba mengirimkan aplikasi lamaran pekerjaan ke berbagai tempat. Ada semangat tersendiri dalam diri saya. Ada masa-masa di mana saya bersemangat, tapi ada masa-masa di mana saya sangat galau karena tak kunjung mendapat pekerjaan. Putus asa pun pernah, tetapi tidak menyurutkan keinginan saya untuk mundur.

Terhadap keinginan saya untuk mundur, tanggapan beberapa teman pun beragam. Ada yang memberi pandangan lain dan berusaha mengubah keputusan saya karena menurutnya dengan pindah kerja dan pindah domisili tidak serta merta saya akan merasa bahagia.

Ada juga teman yang mengaatakan bahwa saya terlalu idealis. Dari sisi itu mungkin ada benarnya karena dalam beberapa aspek kadang saya mengeluhkan beberapa kebijakan instansi yang kurang sesuai dengan prinsip dan pendapat saya.

Ada juga yang mengatakan mungkin saya kurang bersyukur, menyarankan saya untuk belajar ikhlas dan legowo. Ada di suatu titik di mana saya tidak mengerti apa yang harus saya ikhlaskan dan legowokan. Saya tidak merasa marah, dendam, atau perasaan-perasaan lainnya terhadap kondisi yang ada saat itu. Saya hanya sedih dan merasa tidak bahagia.

Saya juga sudah berusaha memperbanyak ibadah, apalagi jika perasaan sedih yang berlebihan itu tiba-tiba datang dan menghampiri setiap malam. Setelah beribadah, perasaan saya memang jadi tenang, tapi tidak serta merta rasa sedih itu kemudian menghilang.

Kelegaan Luar Biasa

Pada bulan Mei 2018, tepatnya di pertengahan bulan Ramadhan, perjuangan dan doa-doa saya selama lima bulan terakhir pun diijabah oleh Allah. Saya diterima di salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Rasa syukur dan bahagia saat itu tidak bisa saya ucapkan dengan kata-kata.

Saat ini, sudah berjalan sebulan saya bekerja di kantor baru. Rasa galau, sedih, useless dan sebagainya sudah tidak ada lagi. Saya senang dengan ritme pekerjaan saya sekarang. Santai, tidak dituntut deadline dan target, tapi tetap masih ada tanggung jawab dan hal yang bisa saya kerjakan selama jam kantor.

Saat saya menulis tulisan ini, saya sedang berada di hotel dalam penugasan audit di mana atasan saya hanya mengantar dua hari lalu saya bekerja sendirian di obyek audit selama empat hari ke depan. Suatu hal yang tidak pernah terjadi di instansi saya sebelumnya.

Masih menjadi ‘pekerjaan rumah’ saya saat ini adalah beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungan dan pegawai kantor baru, tapi saya yakin seiring berjalannya waktu pasti saya bisa. Perasaan saya memang belum sepenuhnya bahagia, tapi setidaknya perasaan saya sekarang jauh lebih baik. Saya sudah bisa hidup teratur lagi, makan sehat, olah raga, tidur cukup dan tepat waktu.

Entah kenapa walau badan lelah, tapi rasanya tidak selelah sebelumnya. Ketika bisa tidur nyenyak adalah suatu kenikmatan yang jarang saya dapatkan ketika masih berada di kantor yang lama. Bahkan saya merasa sudah tidak perlu lagi untuk ke psikolog ataupun psikiater.

Mundur adalah Pilihan

Kebahagiaan yang saya cari dengan memutuskan mundur memang belum serta merta saya dapatkan. Saya sadar, masalah internal dalam diri saya belum dapat saya selesaikan. Namun, dengan adanya kesibukan ini bisa mengalihkan perhatian dan pikiran saya. Hal itu membuat perasaan saya menjadi jauh lebih baik. Setidaknya saya lebih merasa berguna dan dihargai.

Apakah saya impulsif mengenai keputusan saya ini? Saya rasa tidak. Sebelum saya memutuskan untuk mencari pekerjaan baru, saya sudah melakukan riset ke teman-teman dan senior yang sudah keluar dengan menanyakan suka dan duka mereka ketika mencari pekerjaan dan bekerja di tempat mereka baru. Bahkan, saya juga sempat meminta pendapat dari senior yang masih bertahan di kantor. Saya juga sudah memikirkan baik-baik tentang konsekuensi yang nantinya harus saya terima.

Hidup adalah pilihan, begitu juga dengan mundur dari pekerjaan. Keluar dari zona nyaman atau mencari zona nyaman adalah juga pilihan. Sebagai catatan, saya merasa sangat tidak nyaman saat saya bekerja hanya seolah ‘makan gaji buta’.

Semoga pilihan dan keputusan saya ini adalah yang terbaik bagi saya dan menurut Allah. Aamiin.***

 

 

82
6
Poltergeist ◆ Active Writer

Poltergeist ◆ Active Writer

Author

Seorang adventurer dan pecinta novel detektif yang terkenal galak dan judes tapi easy going, baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung karena suka makan dan jalan-jalan. Baginya kebahagiaan adalah tujuan hidup tanpa mengabaikan prinsip-prinsip yang dipegang.

389 Comments

  1. Avatar

    Saya resign dari PNS setelah 2,5 tahun bekerja. Tidak seperti sebagian alasan pengunduran diri yaitu ketidakcocokan dengan atasan atau lingkungan kerja, saya resign murni karena urusan keluarga, yaitu keinginan dan keharusan untuk mengasuh anak. Suami saya juga PNS dan kalau tidak ada yang “mengalah”, sampai pensiun pun kami akan LDM. Saya kasihan kalau ayahnya nanti jarang nyanding anaknya. Opsi mutasi tentu tidak mudah dan berbelit, sementara tumbuh kembang anak gabisa ditunda atau diulang. Jika saja saya bisa membaca masa depan, dari awal saya pasti daftar instansi yang sama dengan suami hahaha.

    Sebenarnya lingkungan kerja saya sangat supportif. Tim-nya masih muda-muda termasuk atasan saya mendukung staffnya untuk berkembang dan memberikan ruang untuk aktualisasi. Suara kami didengar, kami dilibatkan dalam berbagai perimbangan dan diberi tanggung jawab, padahal masih anak kemarin sore. Tapi kemudian saya sadar kalau lingkungan kerja ini ga selamanya enak. Bisa saja ketika atasan dipindah atau saya sendiri yang dimutasi ke bagian lain, akan membuat saya ga nyaman. Tapi itu urusan lain.

    Saat resign, saya benar-benar ikuti tahapannya karena saya ingin mundur baik-baik. Sampai saat ini saya masih kontak dengan teman dan bos-bos saya karena saya yakin di masa depan bisa ketemu mereka lagi (dalam profesi yang berbeda mungkin). Saya ngurus sendiri sampai ke Setjen dan disarankan oleh Kabag Mutasi agar pamit baik-baik. Dalam 1,5 bulan SK pengunduran diri saya keluar. Beberapa bulan kemudian saya dengar kabar ada 3 teman seangkatan lainnya yg juga resign, perempuan semua, dengan alasan yang sama.

    Nampaknya birokrasi memang perlu berbenah. Paradigma PNS sebagai “pekerjaan yang akan dilakukan sampai pensiun” nampaknya ga relevan buat jaman sekarang. Semuanya berubah dinamis, ya. Tapi kebetulan di kasus saya memang tidak ada ikatan dinas, penalti, atau kewajiban2 lainnya yang menghalangi niat resign.

    Jika memang sudah bertekad kuat ingin resign, mohon pertimbangkan betul plan A-Z nya jangan karena impulsif. Lingkungan kerja lain juga keras, belum tentu setelah resign kita dapat pekerjaan yang sesuai keinginan.

    Reply
    • Avatar

      klo boleh tw, mbaknya di instansi vertikal penempatan pusatkah? soalnya cepet banget keluar SK resignnya. FYI, saya dengan alasan sama kyk mbaknya, instansi vertikal penempatan daerah, sudah mengajukan dari november tahun lalu dan sampai sekarang belum ada SK pemberhentian turun dari pusat. Sembari menunggu SK turun, memang saya masih masuk dan menjalankan tugas seperti biasa karena tidak mau beban pekerjaan saya nantinya terbengkelai tanpa ada yang ambil alih, dan saya memang manfaatkan waktu tunggu sekarang untuk transfer ilmu ke pengganti saya nantinya. Tapi memang entah kenapa kok ya belum turun2 SK saya.. sedangkan saya udh lama LDM beda pulau, di mana hanya 3-4bulan sekali bisa berjumpa. Ga mungkin juga kita sebagai istri akan mengorbankan kewajiban dan peran utama di rumah demi uang yang mana uang masih bisa dicari dengan jalan yang lain. Apakah mungkin karena pandemi dan persiapan CPNS 2021 makanya penguruan NIP pegawai yang mengajukan resign ini tersendat ya?? Mbaknya ini mengajukan resign kpn mbak?

      Reply
  2. Avatar

    Saya sdh lama jadi PNS dan sudah lama mau resign. Capek saja sama sistem naik pangkat yang ribet, tunjangan gak jelas dan atasan yang memandang rendah dan bossy. Sudah lelah dan muak. Mana mau nikah sama orang asing. Saya lagi kuliah S2 tapi gak pake dana pemerintah Indo. Gak tahu prosedurnya gimana. Yang pasti kelas S2 ini mau buka prmbicaraan untuk resign. Kalau ada denda mau bilang aja gak ada uang. Terserah mau digimanain. Atau gak masuk terus biar kena SP dan dipecat. Lelah sudah sama dunia perbirokrasian dan kepegawaian. Atasan gak cinta sama bawahan. Gimana kita mau cinta sama profesi kalau gak dihargai. Kalau ngomongin dunia PNS pnjang lebar deh. Gak bakal ada habisnya. Sekarang saya mau bawa santai saja. Gak betah ya resign. Ada denda harus jelas ke rekening negara dan kalau gak ada uang bilang ajah gak ada uang. Atau diberhentikan juga gak apa. Sukses buat semua dengan pilihan hidup kita. Kita bebas menentukan jalan hidup kita. Man jaddah wa jaddah. God is with us!

    Reply
  3. Avatar

    Saya CPNS di 2007 dan resign di 2013, bayar ganti rugi karena disekolahin sampai D4 sama Negara,

    hal tentang per-resign-an ini di dunia swasta hal yang sangat wajar . Harusnya di dunia birokrasi makin ke sini dibuat semakin mudah dan dianggap hal yang normal normal saja.

    Orang nikah aja bisa cerai , lah kenapa perjanjian kerja ga bisa batal ?

    Sekarang di swasta pun ketika tim saya mau resign dan sudah bulat keputusannya ya saya persilakan , klo alasan gaji saya minta HR untuk approve budget retain pegawai yang bersangkutan.

    Reply
    • Avatar

      Kalo mengundurkan diri tanpa ada di sekolahin masih tetap bayar ganti rugi ga bg?

      Reply
    • Avatar

      Halo, saya sekarang bekerja di BUMN yang cukup ternama, sekarang saya sedang galau untuk resign dan pindah PNS atau tidak, alasan saya ingin resign karena pertama di tempat saya sekarang sepertinya saya tidak bisa naik jabatan karena yang bisa naik yang delat dengan atasan saja, kemudian teman saya yang PNS berkata kalau di PNS tiap 2 tahun sekali pasti naik, saya cukup tergiur setidaknya saya tidak stuck terus di jabatan yang sama bertahun tahun. Kemudian, di BUMN itu uang pensiun nya hanya sekali, saya blm menikah, saya khawatir kalau saya tidak menikah nanti ketika saya tua dan tidak ada uang pensiun tiap bulan saya akan merepotkan orang lain, kemudian alasan ketiga saya karena di BUMN tempat saya skrng itu potensi saya kurang tergali, saya bisa melakukan lebih tetapi managemen tidak suka dengan masukan masukan baru, itu di anggap akan menambah pekerjaan, saya bosan dengan pekerjaan saya karena banyak gabut nya, saya merasa tidak berarti, tetapi saya galau karena gaji cukup besar jika pindah ke PNS saya akan turun jauh. Kira kira bagaimana ya ? apakah ada saran? Terima kasih

      Reply
  4. Avatar

    Bagi yang sudah resign dari PNS, bersyukurlah, karena anda sudah keluar dari satu masalah, dan akan menemui tantangan yang baru, pekerjaan yang baru, dengan masalah baru yang berbeda pula…

    Menurut anda menjadi PNS adalah sebuah masalah dan kesulitan dalam menjalaninya karena sesuatu hal, atau ada hal lain yang mungkin membuat anda lebih baik meninggalkan pekerjaan tsb.

    Tapi diluar sana, banyak pekerjaan formal atau non formal yang jauh lebih sulit. Pernahkah anda melihat dilingkungan anda sendiri, seorang tenaga honorer dengan gaji jauh di bawah UMK, dan sama sekali tidak mendapatkan THR dari kantor?? karena memang tidak ada anggaran dana untuk mereka.

    Atau pernahkah aanda kenal seorang guru honorer di Sekolah swasta dengan gaji sangat minim yang rela mengajar juga di Sekolah negeri yang jaraknya puluhan kilometer, hanya agar namanya terdaftar sebagai guru di sekolah negeri tersebut, agar suatu saat ada peluang baginya saat ada formasi untuk melamar sebagai guru PNS.

    Atau pernahkah anda mengetahui teman satu kuliah anda, yang bekerja di sektor informal, atau bekerja di pabrik dengan gaji standard UMK, jauh dari harapannya sebagai seorang sarjana, walaupun dia berprestasi waktu kuliah, karena keberuntungan tidak berpihak kepadanya, atau karena tidak memiliki relasi untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dengan gaji memadai…

    Atau pernahkah anda memiliki rekan kerja sesama PNS yang sudah bekerja beberapa tahun, namun masih belajar, dan tidak memiliki skill dan kompetensi untuk bekerja, serta sering meminta bantuan orang lain dalam bekerja, dia dulu berhasil menjadi PNS dalam lingkungan kantor anda, hanya karena dia memiliki “orang dalam” …

    Percayalah, ada faktor yang menyebabkan anda disituasi sekarang, seperti keberuntungan, relasi, ataupun rizki anugerah dari Tuhan karena doa dan permohonan anda sebelumnya.. dan perlu anda syukuri.

    Sekali lagi, pertimbangkanlah setiap langkah dan pilihan jalan hidup, karena jika anda melepaskan sesuatu, belum tentu anda akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari sekarang, alih alih lebih buruk…

    Kalau saya sih, hanyalah anak singkong, yang masih bermimpi jadi PNS, kalau misalnya saya anak Abu Rizal bakri, atau anak Surya Paloh, tentu saya bermimpi jadi menteri, he he he….
    Bagi yang mau resign dari pekerjaan sekarang, seperti Cleaning Service, PPPSU, tukang bangunan, delivery, pelayan toko, pelayan restoran, pekerja pabrik dan bermimpi pengen jadi PNS, mari bergabung dan kirim email ke saya…

    Reply
  5. Avatar

    Saya cpns 2020. Saya sudah berniat resign karna permasalahan yg terjadi di kantor, tetapi terhalang oleh ketakutan saya sendiri melihat kekecewaan orang-orang disekitar saya jika tahu saya resign. Padahal saya merasa sudah tidak sanggup karna permasalahan kantor dan jauh dari suami yg juga sesama pns tetapi beliau ditempatkan di kota yang jauh dari saya.

    Reply
  6. Avatar

    Saya ingin berbagi keluh kesah juga. Sebenarnya saya sudah kali kedua membaca postingan ini tapi sepertinya yang pertama ada di website yang berbeda.

    Saya PNS angkatan 2017. Sebelumnya saya saya bekerja di perusahaan swasta bonafit. Kultur perusahaan yang sangat baik dan 70% pegawai adalah milenial. Pekerjaan saya pun merupakan pekerjaan impian saya sejak SMA. Walaupun pulang malam atau pagi rasanya tetap seperti bermain memecahkan puzzle.Oh ya, Saya adalah seorang software engineer.

    Saya sebenarnya tidak pernah bercita-cita dan berpikiran untuk menjadi PNS. Walaupun saya sebenarnya saya terlahir di keluarga yang belum “melek” bahwa pekerjaan mapan itu bukan hanya PNS. Kedua orang tua saya adalah PNS, dan lingkungan saya juga sangat meng-glorifikasi orang-orang yang lulus PNS, walaupun kita tahu dompet kita lebih tebal daripada mereka. Singkat kata kita belumlah sukses jika belum PNS 🤣. Nah..Hingga akhirnya saat pemerintah mengumumkan membuka rekrutmen CPNS pada tahun 2017 setelah dua tahun moratorium. Saya pun berpikir sepertinya ini ajang saya unjuk diri untuk membuktikan kalau saya juga bisa lolos tes beginian. Akhirnya saya pun melamar di salah satu kementerian di posisi yang sesuai dengan pendidikan dan keahlian saya. Ditambah lagi ketika sharing dengan teman yang sudah berada di kementerian tersebut sekarang, mereka sedang membangun sistem yang saya sudah sangat berpengalaman di bidang itu, sesuai dengan pengalaman saya. Saya sangat bersemangat untuk berkontribusi untuk negara. Naif sekali saya waktu itu.

    Singkat cerita ketika lulus tes, saya mengajukan resign kepada manajer. Manajer saya menghalangi, beliau bilang lebih baik saya stay di perusahaan, karena ini bidang kita, perusahaan ini perusahaan IT dan kita adalah core di perusahaan ini. Exposure saya akan tinggi di sini, dan karir akan cepat naik (benar saja karena waktu saya baru setahun masuk disana, saya sudah naik grade dan gaji) . Kalau saya masuk ke birokrasi, IT bukan lah inti dari birokrasi, kamu tidak akan secepat di sini naik grade nya.

    Namun saya sangat naif waktu itu dan tetap bersikeras ingin lanjut ke pemberkasan dan resign. Sampai akhirnya saat diangkat menjadi CPNS,saya mencium bau ketidakberesan di birokrasi. Manajemen, kultur, demografi pegawai, dan lainnya. Ibarat langit dan bumi dengan perusahaan saya sebelumnya. Perkataan manajer saya sebelumnya jadi kenyataan. Industri 4.0 sering sekali diucapkan bos-bos dan senior-senior di kantor. Padahal kenyataannya kertas di kantor masih menumpuk, gaji pegawai IT jauh dan tidak bersaing dengan harga pasaran (kalau bicara gaji pasti disuruh ikhlas, karena kita abdi negara. Ya elah).

    Semakin hari saya semakin banyak melihat “ketololan” di birokrasi. Hal sederhana menjadi ribet. Atasan yang tidak mandiri dalam bekerja, penempatan pegawai yang tidak sesuai dengan apa yang ia lamar, pembentukan struktur organisasi yang tidak memperhatikan kaidah-kaidah manajemen yang tepat, dan politik-politik anggaran yang kurang berorientasi pada kebermanfaatan untuk masyarakat.

    Hampir empat tahun saya menjadi abdi negara saya sangat jarang mendapatkan kesempatan untuk benar-benar mengeluarkan potensi saya seperti waktu di swasta. Ketika membuat “produk” selalu ada atasan atau senior-senior yang mengacak-acak atau memandang rendah konsep kita. Padahal apa yang saya kerjakan adalah sesuai best practice, atau hasil dari tempaan pengalaman di perusahaan swasta yang mindset nya “customer oriented”. Berpikir lah sebagaimana masyarat ingin mendapatkan apa dari instansi kita. Mereka cenderung ingin menonjolkan citra diri.

    Saya seperti sendirian di kantor karena tidak ada lagi teman-teman milenial yang memiliki bahasa yang sama seperti saya di swasta dahulu. Pekerjaan pun campur aduk. Saya memegang jabatan di teknologi informasi tetapi sebagian besar tugas kita adalah masalah “spanduk”, asrot, printer kok ngga bisa, “WA saya kok”, “word saya kok”.

    Saya pikir ini hanya ada di instansi saya saja. Ternyata setelah saya banyak mengamati kebijakan dari kementerian lain, ternyata banyak juga yang lucu. Ntah karena sistem kebut semalam atau memang tidak dikerjakan oleh orang yang ahli di bidang-nya.

    Semakin hari semakin saya merasa tidak bangga dan benci dengan pekerjaan saya. Bahkan semenjak saya jadi diangkat jadi PNS 100%, saya sudah malu mengenakan seragam saya. Tidak seperti orang-orang kebanyakan yang bangga dengan seragamnya, memasang profile picture WA menggunakan seragam dengan istri dan anaknya yang memang niat foto di studio. Saya tidak pernah mau mengajak istri saya ke studio untuk foto seragam saya. Malu dengan diri sendiri yang pekerjaan saya seperti tidak berharga di birokrasi. Hanya seperti pelengkap. Tidak ada saya tidak apa-apa. Padahal di luar sana demand dan harga skill yang saya miliki sedang naik-naiknya. Karena information technology menjadi bagian strategi, sementara di birokrasi Indonesia, Information technology hanyalah jargon.

    Saat ini saya sedang mencari jalan keluar, alias pekerjaan lain yang lebih bisa mengutilisasi skill saya. Saya lebih baik stres karena banyak kerjaan tapi memang pekerjaan kita daripada stres karena tidak bisa ngapa-ngapain. Mohon doa dari teman-teman sekalian agar saya bisa segera menemukan lingkungan yang lebih baik untuk mental saya. Sepertinya akan sulit juga menjelaskan keputusan ini kepada orang tua tau mertua, jika saatnya tiba saya menemukan tempat yg cocok. Mohon sarannya bagaimana berbicara dengan orang tua/mertua. Mohon info juga kalau ada peluang-peluang untuk tempat bekerja yang lebih “ideal” untuk saya dan ada peluang untuk pindah ke sana. Terima kasih.

    Reply
    • Avatar

      Sama pleeek sluur, malu

      Reply
  7. Avatar

    Gila sih comment2nya, mewakili.
    Saya CPNS 2018, dan sudah diangkat jadi PNS di salah satu lembaga riset. Secara jabatan fungsional sudah sesuai dengan passion dan cita-cita saya sih. Tapi bener sih, karena manajemen pegawainya masih amburadul yang ada malah stress, serasa semua beban dilimpahkan ke saya, padahal kenyataannya enggak. Kayak orang2 di sini gak bisa menempatkan beban kerja seseorang sesuai dengan kapasitas dan jabatannya, saya baru fungsional pertama udah kecemplung jd ketua projek riset yg notabenenya tanggungjawab fungsional madya dan aku gak belum punya pengalaman sama sekali jadi ketua riset, riset aja cuma pas skripsian. Gilanya lagi bawahan saya fungsionalnya , usianya (sepantaran orang tua saya), gelarnya udah di atas saya. Udah bingung cara managenya, berharap mereka peka gak bisa, kita yg minta bantuan mereka malah mereka yang alasan. Belum lagi amanah diluar tugas fungsional.

    Kayaknya jarang banget gitu ada hari yang menyenangkan buatku di sini. Tiap hari isinya cuma galau, sedih, bingung, dan gak ada seorangpun yang peka sebelum aku ngomong duluan. Sering banget kepikiran mau resign, tapi kok kayak manusia gak tau bersyukur sama masih berharap bisa bawa perubahan. Akhirnya ya cuma pasrah sama husnudzon sama Allah ini jalan terbaiknya. Entahlah apakah ini bakal jadi penyesalan seumur hidup atau bakal jadi kebanggaan kelak.

    Reply
  8. Avatar

    Saya CPNS 2019, sudah menjalani hari2 sbg CPNS di salah satu kementerian di jkt selama 2 bln. Gak disangka ternyata banyak CPNS yg ingin resign krn di instansi saya semuanya “terlihat” bersemangat & berambisi.
    Apa yg saya rasakan hampir sama dgn cerita tmn2 CPNS/PNS disini. Tidak bahagia. Itu yg paling saya rasakan. Rasanya berat sekali pergi ke kantor, seperti semua beban hidup berada di pundak saya. Menyesal daftar CPNS? Tdk usah ditanya lg jawabannya apa.
    Saya beruntung krn 1x daftar langsung lolos dgn usaha yg minimal & prinsip nothing to lose. Sempat galau mau lanjut pemberkasan atau tdk krn di keluarga & teman2 saya tdk ada yg berprofesi sbg ASN, jd saya tdk tau seperti apa kerja di dunia ASN ini. Tp setelah memikirkan faktor usia yg bukan kategori fresh graduate (sebelumnya saya kerja freelance) sulit mencari pekerjaan di swasta yg msh menerima usia saya skrng & butuh kestabilan pendapatan, akhirnya saya memilih lanjut & beginilah kenyataan yg hrs saya hadapi.
    Br bbrp hr masuk, saya sdh bs merasakan klo saya ga cocok kerja di birokrasi. Saya langsung bilang ke kabag kepegawaian & kasubag saya klo saya pengen resign. Ternyata ada denda yg nominalnya besar. Dgn berat hati saya lanjut krn saya ga pny uang sebanyak itu.
    Banyak berdoa spy menguatkan diri sampai pasang mindset “kerja klo mood saja.” Mencoba berpikir klo ini krn msh adaptasi & bersyukur. Tp nyatanya sulit, hati saya berkata lain.
    Terima kasih & maaf curhatnya panjang.

    NB: ada yg tau klo resign dr cpns dan hrs byr denda, apa bs dicicil? misal kita pakai cara ga lulus pktbt apa mungkin kita diberhentikan dr cpns?

    Reply
    • Avatar

      dilihat surat prnyataan kak, waktu pemberkaan dulu ada tulisanya denda berapa2nya gitu, ada yg tidak denda kok

      Reply
      • Avatar

        Di surat pernyataan tidak ada tulisan denda. Tp sy sempat tanya ke bag kepegawaian unit kerja sy, dibilang ada denda 60jt. Hmm klo seperti itu bgmn ya?

        Reply
        • Avatar

          pusat apa daerah kak?
          setau saya tidak ada denda kalu disurat pernyataan tidak ada

          Reply
          • Avatar

            Kementerian pusat

          • Avatar

            Lah kok bisa? Disuper ga teeters, dari sdmnya diminta

        • Avatar

          coba mengajukan pindah instansi kak, kalau pindah kan otomatis nip diblacklist karna belum 10 tahun. dengan begitu otomatis resign. tapi saya kurang tau apa dampaknya

          Reply
        • Avatar

          Masak bodoh aja. Resign ajah. Kalau ada denda kroscek ke BKN langsung atau Kemenpan. Lalu, resign. Kalau mmg ada denda bilang ajah belum ada uang. Nunggu ada uang. Atau gak masuk kerja terus biar dipecat. Jangan mau diakali oleh birokrasi bobrok. Takutnya uang denda malah masuk kantong pribadi pejabat bukan kas negara.

          Reply
    • Avatar

      Ternyata saya tidak sendiri , saya jga cpns 2019 dan merasakan hal yg sama.

      Reply
      • Avatar

        saya kira cuma saya yg ngerasa ternyata banya temannya hahaha, saya juga cpns 2019
        apalagi kalau dipekerjaan sebelumnya saya sudah sangat nyaman dan lumayan sudah mendapat posisi

        Reply
    • Avatar

      Mba boleh sharing. Aku juga lg di posisi resign tapi bingung apa yang harus di siapkan. Dan belum bicara dengan keluarga

      Reply
    • Avatar

      Halo, Kak. Bolehkah berbagi kontak personal melalui email? Sepertinya kita memiliki pengalaman yang sama. Atasan saya adalah seorang yang zero appreciation. Alih-alih terbuka dengan ide-ide baru, dia merendahkan ide orang lain dan mematahkan semangatnya. Atasan yang useless membuat kita para pekerja di bawahnya merasa useless juga.

      Reply
    • Avatar

      Hai ka, apakah kk jadi resign? Saya juga sedang di tahap berfikir untuk resign CPNS 2019. Prosedurnya seperti apa ya ka?

      Reply
    • Avatar

      Bisa dicicil

      Reply
    • Avatar

      Mba Adelia dari kementrian mana? Sy pun cpns 2019 dan merasakan hal yang sama, saya mau resign cuma belum tau alur nya sperti apa..mohon info mba..

      Reply
    • Avatar

      Hallo saya cpns 2020, dan ingin resign, tapi bingung cara ngejelasin ke orangtua gimna

      Reply
      • Avatar

        Mbak pengen resign krn alasan apa?

        Reply
        • Avatar

          Sy jg CPNS 2019.
          Sy hidup merantau jauh dr kluarga dan suami. Sy sering mrasa brsalah sm suami sy krn sy jarang mmgurus dia. Rasax sy pngen resign. Tp dia msh mndukung karir sy.

          Trus skrg sy hamil. Sy mual muntah parah smpai harus bedrest. Sy pulang ke suami sy, tp org kantor sllu memaksa sy untuk istirahat d perantauan smntara sy sndri g ada yg bs mnjaga. Krn suami sy jg PNS d daerah lain.

          Sy kirim surat dokter tp mreka msh ttp memprmslahkan. Smpai sy dlapor ke badan kepegawaian.
          Sy tanya dasarx apa, sy punya surat dr dokter. Tp kata org kepegawaian g ada surat yg smpai ke mreka. Trxta org2 mnyembunyikan surat sy.

          Sy smpai drapatkan dan dpanggil berkali2. Tp krn mmg kondisi sy tdk memungkinkan, sy tdk bs dtg.
          Jarak tmpat suami sy dan tmpat sy bekerja 8 jam. Sy tdk mampu menempuh perjalanan sjauh itu dan dokter jg melarang sy.

          Akhirx sy dberi surat teguran.

          Sy mrasa sakit hati skli. Sy sakit, sy tdk minta2, sy bernafas dan bs tidur dg baik pun susah. Tp tak henti2x sy d teror dan dtekan.
          Tdk perlu menutuo mata, qt tau bnyak skli PNS yg melanggar peraturan tp tdk dilaporkan. Tp knp sy yg sedang sakit dan hamil harus dperlakukan sperti itu

          Akhirx suami sy setuju sy untuk resign. Tmpat kerja sy benar2 sdh tdk manusiawi.

          Sgera stlah sy pulih, sy akan ksna mngurus resign.
          Sy mrasa sm calon anak sy yg msh kecil, blum tau apa2 tp sdh harus merasakan tekanan dr perasaan ibux.

          Mohon doax teman2 smoga proses resign sy lancar.

          Teman2 lain yg mau resign ataupun bertahan, smoga Allah berikan kemudahan dan kelapangan hati.
          Amin.

          Reply
          • Avatar

            Halo kak sama dengan saja cerita nya jauh dari keluarga dan suami. Posisi juga lagi hamil muda. Boleh minta kontak yang dihubungi. Saja sudah mengurus dan konsultasi melalu bkd dan disarakan untuk ke kepala dinas terlebih dahulu selanjutnya surat kepada kp/walikota. Kebetulan saja pns daerah. Tp ketika saya tanya beberapa hal ke bkd via WA jawabannya malah tidak membantu

      • Avatar

        Halo kak, sama. Saya juga ingin resign. Mungkin bisa berbagi cerita kak?

        Reply
    • Avatar

      Mnta cp mbak .sy juga mengalami hal seperti mbak

      Reply
      • Avatar

        Saya pns dr 2015 terangkat. Sdh 6 tahun mengabdi. Tahun lalu ada yg mengundurkan diri dr kantor dan aman2 aja, gak ada ganti rugi. Sy jujur tahun ini goalnya mengundurkan diri. Sementara ngurus mutasi ke daerah tapi kalau gak bisa saya berhenti saja. Masih ada tanggungan cicilan saham sih, tp sy berniat mau cari kerja d swasta saja. Yg klw bisa remote. Ini sementara lg mempersiapkan skill. Semoga bisa amiiin

        Reply
    • Avatar

      besarannya bergantung pernyataan di pemberkasan, untuk pembayran biasanya TGR bisa dicicil itu kebijakan yang harus dikonsultasikan dengan bagian kepegawaiannya

      Reply
  9. Avatar

    numpang curhat
    saya cpns 2019, hampir 8 tahun bekerja di swasta dengan ritme kerja cepat, gaji yang hampir 4x kali lipat dari thp cpns dan yang terpenting adalah bekerja sesuai passion saya, dan sekarang sudah 2 bulan bekerja sebagai guru pns dengan kerja yang monoton banyak kerjaan administratif,
    ada perasaan tersiksa, berangkat malas-malasan ketika bekerja, sampai ketemu pemikiran untuk resign dan ketemulah blog ini
    saya sadar ini sekedar emosi sesaat saja namun semakin lama pikiran untuk resign semakin tinggi

    Reply
    • Avatar

      Aku juga, bbrp thn di swasta dan terbiasa meski dgn kerjaan yg serba cepat, full, tp terorganisir dgn baik dan efektif. Laalu masuk cpns… guru……shock bangett😭😭
      Kukira dgn dijalani, mungkin akan bisa membiasakan diri, tp makin lama makin gak nyaman. Apalagi administrasi, tiap hari kepikiran resign

      Reply
  10. Avatar

    izinkan saya mencurahkan penyesalan saya di sini. saya adalah CPNS 2019 di suatu Kementerian penempatan di pusat. sebelum saya menjadi CPNS, saya adalah Pegawai BUMN. yang menjadi penyesalan saya adalah, ketika saya memilih PNS ketimbang BUMN.
    Awalnya saya memilih PNS karena relevan dengan pendidikan S1 saya, sedangkan di BUMN saya hanya mengandalkan ijazah SMA.
    Tapi, selama saya dinas di BUMN saya merasa memang passion saya di bekerja di BUMN tersebut, sedangkan di PNS saya belum menemukan kembali passion saya. hingga saya masuk di instansi PNS, saya merasa sangat menyesal telah memilih CPNS. yang saya pikirkan sekarang hanyalah keajaiban, “bisakah saya kembali ke BUMN itu lagi?”. saya merasa saya hanya terjebak ambisi saya karena saya pikir sayang ijazah S1 saya tidak terpakai, padahal saya sudah nyaman di BUMN.
    Terlebih saya memiliki kecenderungan ‘fobia sosial’, saya merasa sangat tertekan dengan lingkungan baru.
    semoga ada keajaiban tersebut

    Reply
    • Avatar

      Selamat pagi mas Denis, salam kenal…apa boleh kita sharing perihal BUMN tempat kerja mas dulu ?

      Saya juga PNS saat ini, dan sempat mau gabung salah satu perusahaan BUMN di thn 2020 lalu

      Saling tukaran email ,gmana mas ?

      Reply
    • Avatar

      Sama dengan yang saya alami, dulu saya 7 tahun bekerja di perusahaan swasta dan sekarang ini saya cpns 2019, sudah 6 bulan saya bekerja di instansi daerah dan yang saya rasakan adalah kegalauan, antara ingin resign atau mencoba terus bertahan, yang saya pikirkan saat ini adalah ingin kembali bekerja di tempat kerja sebelumnya (dan sempat menghubungui atasan saya dan spertinya dipersilakan), tapi saya masih takut dengan segala konsekunsi yang saya harus hadapi, Pokoke wis mbuhlah…

      Reply
  11. Avatar

    saya alumni sekolah ikatan dinas, yang pendidikan nya dibiayai negara, setelah lulus saya ditempatkan di daerah yang sama sekali tidak saya kenal sebelumnya, tapi saya tetap bekerja dan memberikan yang terbaik, atas kinerja dan inovasi saya tahun 2019 saya mendapat penghargaan ASN teladan nasional dari kemenpan RB, dan juga naik pangkat luar biasa dari BKN, namun semakin kesini saya merasa lingkungan kerja ‘kotor’ dan membuat saya tidak nyaman, saya coba ‘tutup mata’ tapi hati kecil berkata kalau demikian saya ikut ‘melegalkan’ perbuatan mereka, alhasil saya menjadi sangat tidak nyaman bekerja, ditambah lagi harus berpisah jauh dari keluarga. ingin mundur tapi tak tega, pada negara yang sudah menyekolahkan, juga pada predikat ASN teladan nasional yang sudah disematkan, tapi tak tahu sampai kapan saya mampu bertahan. rasanya ingin pulang kampung dan jadi petani dan peternak saja. semoga saja

    Reply
    • Avatar

      Benar. Saya tipe orang yang memang ingin melakukan perubahan di tempat kerja saya. Semakin hari bekerja di sana, semakin tahu dunia kerja di kementerian/lembaga itu banyak kegiatan “kotor”-nya. Tapi apakah kamu tau bahwa kalo kamu keluar dari tempat kerja kamu, mereka bisa ngambil saudara/teman/kenalan atau mereka jalur sogokan untuk mengisi posisi kamu nanti?

      Reply
      • Avatar

        Wah terimakasih mas, komen mas ini membuat saya punya alasan utk tetap stay di instansi saat ini. Memang sih kesannya mengorbankan kebahagiaan sndiri utk kepentingan instansi ya, tp beneran deh ngeliat PJLP yg merajalela banyak bgt dengan kualitas yg “maaf” jauh dr profesional dan tdk produktif, sy greget ngeliat cara kerjanya dan itu berpengaruh ke lingkungan kerja jg jdnya. Kalo kita smua yg biasa kerja di swasta dengan beban kerja tinggi ngerasa ga punya smangat hidup ketika jd PNS dan ngerasa ga dianggap atau ga diapresiasi sama atasan, dan ngerasa sndirian dikantor krn ga punya tmen milenial, trus kita smua mau resign, ya kehidupan pemerintahan ya gini2 aja trus. Emang sih tp butuh waktu bertahun2 buat ngubah itu smua 😔😔 yaaaah smoga sy jg bs bertahan, sy juga CPNS 2019, dan tnyata sy sudah tau jawaban knp sy tdk bahagia dr blog ini. Semangaat ya buat kita smuaa 😅

        Reply
    • Avatar

      Salam kenal mas Gulo

      Reply
    • Avatar

      Terima kasih. Mantab

      Reply
    • Avatar

      Ya Allah terima kasih sudah mempertemukan saya dengan website ini.. Kirain cuma perasaan saya doang selama ini.. Sudah 1 Tahun 10 Bulan sy bekerja, ternyata apa yg sodara2 hadapi sy pun mengalaminya.. Dimana sy kerja dengan kondisi merantau dr keluarga besar, wlopun ada ibu saya yg mendampingi tetap saja saya tidak merasa bahagia.. Bukan bermaksud untuk menjadi seorang Kufur Nikmat, hanya saya yg saya benci lingkungan nya yang begitu “toxic”.. Sejauh ini saya msh memaksakan diri utk kerja.. Akan tetapi lama2 tekad smakin kuat untuk resign dr pekerjaan saya.. Tepat apa yg penulis buat, itu jg yg saya alami.. Tapi sy masih takut akan konsekuensinya jika sy langsung memutuskan utk keluar dr PNS.. So Sad klo mau diceritain mah.. Aku yo kudu piye.. Huhuhuhu

      Reply
  12. Avatar

    Selamat malam rekan rekan, bagi rekan rekan yang ingin sharing atau curhat berkonsultasi, bisa join di grup kita di telegram “Forum ASN Resign Indonesia” ayo kita diskusi dan melepas kepenatan di balik dunia ASN : https://t.me/joinchat/U0DrPR2KrCb1P4Wbc9Dyxg

    Reply
    • Avatar

      On

      Reply
  13. Avatar

    Mohon infonya, apakah kepala satker berhak menolak permohonan berhenti sebagai PNS jika alasannya fokus mengurus keluarga? (masa kerja sudah 10 tahun)

    Reply
  14. Avatar

    Saya CPNS 2019 dan baru TMT di Januari 2020. Ini pengalaman ikut CPNS saya yang kesekian kali dan baru lolos di CPNS 2019. Dulu saya ingin jadi PNS, saya coba telusuri kenapa saya pengen banget. Mungkin karena lingkungan keluarga banyak yang PNS, ditambah experience saya di dunia kerja yang banyak di instansi pemerintah juga sebagai non PNS di pusat. Makanya beberapa kali saya ikut tes cpns dengan penuh semangat.

    Sampai di CPNS 2019, keinginan saya untuk jadi PNS udah gak sebesar sebelumnya. Bahkan di tes kali ini saya no effort, Tes sekedar tes. Eh justru lolos di tes kali ini. Seneng sih karena akhirnya lolos, tapi ada perasaan “masa harus pemerintahan lagi sih?”. Padahal sebelumnya bertekad banget pengen pindah jalur, syukur-syukur bisa masuk startup company. Sampai pas keluar pengumuman penempatan, dapat penempatan di Kabupaten yang kalau dibandingin dengan di Jakarta, pasti berbeda jauuuuuuh.

    Awalnya berencana gak mau ambil ini cpns meskipun NIP sudah keluar, ya paling sanksinya cuma gak boleh ikut cpns tahun berikutnya. Kalaupun gak boleh ikut terus juga emang gak pengen lagi sih. Tapi keluarga (lagi-lagi) secara gak langsung memaksa untuk ambil. (lagi dan lagi) saya gak punya pilihan. Saya sudah kebayang, ketika saya harus meninggalkan Jakarta, maka saya akan hanya mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang pasti, tapi akan kehilangan banyak hal.

    Sekarang sudah hampir 1 bulan saya bekerja, apa yang saya khawatirkan pun benar terjadi. Jangan bandingin gimana pola kerja dan mindset pns daerah, jangankan dibandingin dengan orang startup company, dibandingin sama PNS pusat aja beda jauh. Hampir sebulan saya gak pernah tau dengan jelas jobdesk saya yang utama itu apa, banyak nganggurnya, cuma disuruh pelajarin ini itu tapi gak jelas juga aplikasiinnya gimana.
    Kalau di tempat lama saya stres dengan overtime yang berlebihan, sekarang saya stres karena no job. Saya merasa gak berkembang. Secara jobdesk yang gak jelas, dan mindset orang-orang di sini yang berbeda jauh, jelas saya mengalami kemunduran dalam beberapa hal. Misalnya pola pikir, produktivitas, kreativitas, dll.

    Tapi ya saya belum ada sebulan.
    Saya juga masih CPNS.
    Saya gak tau ke depannya akan gimana.
    Saya juga gak berani keluar gitu aja.
    Gimana nanti respon keluarga, gimana nanti pandangan orang.

    Kalaupun harus keluar, saya berharap bisa segera mendapatkan alasan paling jelas dan paling bisa diterima kenapa harus keluar PNS.

    Reply
    • Avatar

      ceritamu sama kayak aku, boleh sharing gak, ada kontak pribadi kah???

      Reply
    • Avatar

      sama kak,, boleh sharing kah?

      Reply
    • Avatar

      Kita sama merasakan… Saya pun juga masih jobless di instansi saya. Tapi, hal yang paling berat yang saya pikirkan adalah kondisi kedua orangtua saya di jogja. Saya ingin kembali berkumpul bersama keluarga saya.. Fokus saya saat ini hanya gimana caranya mutasi cepat kembali ke jogja atau minimal jawa tengah biar dekat dengan keluarga. Kalau pun akhirnya instansi mempersulit mutasi, mungkin resign jadi jalan satu satunya

      Reply
      • Avatar

        Instansi apa om?
        Kenak dinas dimana?

        Reply
    • Avatar

      Wah cerita yang hampir sama. Intinya sebenarnya gak tertarik sekali dengan PNS. Tapi tetiba malah jadi PNS tahun ini. CPNS 2019

      Reply
    • Avatar

      Wah sama saya juga CPNS tahun 2019. Jadi PNS memang gak cocok bagi orang idealis

      Reply
    • Avatar

      Jadi berniat mengundurkan diri setelah menjadi CPNS 1 bulan atau sudah diangkat jadi PNS 1 bulan ya? Saya juga berniat mengundurkan diri, tapi baru dapet SK CPNS 2 bulan…

      Reply
    • Avatar

      Sama kayak aku ni. Sharing yuk

      Reply
    • Avatar

      Sepertinya banyak juga yg senasib dg saya dan kakak, kebetulan saya CPNS di daerah. Saya juga sudah pernah berantem dg atasan gara2 menurut saya melanggar norma. Satu2 nya alasan saya harus tetap hormat hanyalah karena beliau lebih tua.

      Sebenernya saya sama sekali tak punya cita2 atau bayangan untuk jadi PNS. Sama sekali. Tp karena terpaksa, ya mau tak mau. Ada konflik batin dalam diri, sampai akhirnya saya mengalami gejala psikosomatis.

      Semoga kita semua selalu dilindungi oleh Tuhan YME, dipermudah segala urusannya. Amin.

      Reply
  15. Avatar

    Mau sharing cerita dan minta saran masukan dari temen2 yg baca komen ini. Saya ini org yang pemalu, pendiam, dan overthinking. Saya juga laki2 yg memiliki sifat agak feminim.
    Aku CPNS 2019. Setelah pengumuman rekapitulasi skd skb di bulan oktober 2020, awalnya aku agak senang. Tapi sebulan sebelum harus masuk yaitu desember. Aku mulai cemas, overthinking apakah aku bakal diterima dilingkungan baru nanti, apakah aku bisa menyesuaikan dengan lingkungan yg notabene penuh dengan bapak2 dan ibu2, apakah aku bisa menjadi diri sendiri seperti diriku di depan teman2 ku, dan lain sebagainya. Di hari pertama masuk orientasi aku mulai merasakan tidak betah. Lalu aku cerita ke orang tuaku tapi mereka bilang kalo aku itu ga sendiri teman2 ku juga merasa hal yg sama. Dan setelah aku masuk secara official di unit kerja ku, tempat dimana aku akan menghabiskan waktu bersama dipenubi oleh ibu2. Saat ini sudah menginjak minggu ke 3 aku bekerja disini. Setiap hari serasa berat rasanya masuk kantor dan seperti beban tersendiri. Pikirku aku mau mencoba bertahan disini 1 taun melihat bagaimana nantinya aku akan bertahan disini. Ingin rasanya cepat2 keluar dari sini, tapi aku lihat pengorbanan finansial ortuku mulai dari biaya cek kesehatan kos dll disini. Dan ortuku juga sudah tua. Jadi aku jadi tulang punggung bagi mereka. Berat.

    Reply
    • Avatar

      Waduh.. Berat jg problemnya mas. Hidup cm sekali n yg bs menolong cm dirimu sendiri. Itu aja mas bro intinya..

      Reply
    • Avatar

      Saya mengalami hal yang sama..
      Saya juga salah satu cpns 2019 yang baru mendapatkan SK CPNS per 1 desember dan telah melaksanakan tugas selama 3 minggu.
      Dan selama itu, saya yang biasanya periang dan suka bercanda menjadi pemurung. Jujur aja penempatan yang asal acak membuat saya tidak betah, walaupun saya dulunya seorang tenaga kontrak di instansi. Rasanya kepengen resign karena di tempatkan di daerah Kabupaten pelosok. Tapi disisi lain, calon saya meminta untuk jadi PNS dan harapan yang sama di mata orang tua. Saya hanya menantikan keajaiban tuhan agar saya bisa kembali ke jawa secepatnya agar saya bisa kembali berkumpul bersama keluarga dan merawat kedua orang tua saya yang sudah lansia.
      Doakan saya teman teman.. Saya mulai terkena psikis nya dan mulai mental illness

      Reply
      • Avatar

        Kok sama dgn sy bisa sharing minta kontaknya

        Reply
      • Avatar

        Akupun begituu..
        Boleh minta kontaknya?
        Sharing yuk mba,.

        Reply
        • Avatar

          Maaf jika saya mengomentari, menurut saya, semua postingan comment di situs ini sepertinya hanya dibuat oleh sedikit orang (paling banyak hanya 5 orang) dari karakter dan ciri-ciri pengetikannya…
          Percayalah, pekerjaan apapun itu adalah baik jika disyukuri dan dijalani dengan baik. bagi yang telah resign atau akan resign dari PNS, tidak perlu terlalu membesarkan masalah yang muncul dari pekerjaan anda. Setiap pekerjaan tentu memiliki masalah,
          Contohnya, menjadi PNS bidang IT di kantor pemerintah, tentu berbeda dengan menjadi IT di Pangkalan minyak Chevron masalahnya, walaupun gajinya berbeda….

          Reply
    • Avatar

      Assalamualaikum semua, sedikit berbagi pengalaman juga berkaitan resign dari status pns. Saya CPNS 2009 dan resmi sebagai PNS 2010. Dilema sebagai seorang pegawai negeri dirasa diawal sekali saya diterima, bagaimana tidak kegalauan muncul saat penempatan yang tidak sesuai harapan, saya harus berpisah jauh berbeda pulau dengan istri dan anak yang baru berusia 1 tahun. Mau tidak mau harus saya terima sebagai konsekuensi dari satu rangkaian kalimat di lembar kesepakatan ber materai 6000 “siap ditempatkan dimana saja diseluruh wilayah Indonesia”. Stres menjadi saat 6 bulan pertama nihil penghasilan alias nol rupiah yang didapat yang katanya dirapel saat SK PNS turun (yang nyatanya tidak) disisi lain pekerjaan yang gak jelas. 3 tahun saya coba jalani dan sambil berupaya untuk mutasi kerja tapi hasilnya nihil. Tahun 2013 saya banting stir dengan mengajukan studi S2 dengan status ijin belajar di jawa, yang awalnya berjalan mulus tapi ditengah jalan terkendala akibat penerapan kebijakan baru PP 53 yang mengharuskan studi ijin belajar harus di kota yang sama dan sebagai dampaknya saya terakumulasi kehadiran karena posisi studi. Singkat cerita saya harus memilih dan pilihannya adalah mundur dari pns. Awalnya galau dan stres, saat resign posisi studi belum kelar, tidak ada penghasilan belum puanya rumah alias masih ngontrak dan banyak lagi permasalahan. Tapi yakinlah pada kuasa Tuhan, pada titik keterpurukan/terbawah sekalipun nyatanya dengan kuasa Tuhan bisa terselesaikan juga dan nyatanya setelah resign alhamdulillah saya bisa menyelesaikan studi dengan predikat sangat baik (walaup telat), bisa membangun rumah indah bagi keluarga dan yang paling utama dan tidak ternilai adalah berkumpulnya kita sebagai keluarga yang utuh. Jadi yakinlah teman, kalau itu sebagai keputusan yg terbaik maka jalanilah.

      Reply
    • Avatar

      Sama mas saya juga CPNS 2019. Bisa sharing?

      Reply
      • Avatar

        Saya cpns 2019 juga.
        Asal dari jawa, penempatan di daerah perbatasan.

        sharing2 bisa chat wa.me/6287817315141

        Reply
    • Avatar

      Ayo kita sharing brg.. Mana tau klo kita sudah curhat lumayan ngeplong.. Bebannya bs berkurang karena kurang lebih kita senasib.. Ini nomer wa saya, 082161883159 bagi temen2 lain juga yang merasa diluar ekspektasi ttg PNS boleh contact sy juga buat sharing.. Ayo kita berbagi keluh kesah biar beban tak terasa begitu berat..

      Reply
    • Avatar

      sama, saya CPNS 2019 dan juga tulang punggung keluarga. Saya ingin berhenti dari CPNS. Saya menjadi CPNS karena mengikuti keinginan orang tua. Saya tidak pernah ingin mendaftar, tapi karena dari lulus kuliah belum bisa memberikan apapun ke orangtua, jadilah saya menuruti kata orang tua untuk daftar PNS 🙁 . Padahal sebelumnya saya sudah memiliki pekerjaan dengan gaji 3x lipat dari gaji yang saya dapatkan sekarang dan dengan lingkungan yang sangat mendukung saya untuk belajar dan mengembangkan kemampuan saya 🙁

      Reply
  16. Avatar

    membaca komentar2 di internet, baik disini maupun yang di artikel lain, ternyata saya semakin menyadari klo yang ada banyak sekali mereka para PNS yang berkeinginan kuat utk resign. tapi hanya secuil saja yang berani untuk maju menyatakan keinginannya. Saya masih ada di tahap tengah2, di mana niat untuk mundur udh ada sejak bbrp tahun belakangan, bahkan sejak awal diterima sebagai CPNS. alasan awalnya yang karna kekecewaan mendalam terhadap karakter dan lingkungan kerjanya, lama kelamaan semakin menumpuk dengan alasan2 lain yang sangatlah banyak. apalagi utk orang idealis, PNS adalah pilihan yang salah besar! Klo bagi saya sih, ketenangan pikiran itu lebih utama dari apapun. Terlebih utk yang udah berkeluarga. Pastinya prioritas utama ya keluarga, bukan orang lain. Apalah artinya pengabdian terhadap negara klo melupakan pengabdian terhadap suami dan keluarga. Toh nantinya klo sakit/ada musibah, yang pertama ada untuk kita ya keluarga, bukan rekan2 kerja. Terkait pengabdian negara sebenarnya sih ga hanya lingkup sempit sebatas menjadi PNS saja. Ada banyak jalan kok, bs dengan berbagi dgn sesama, membuka lowongan kerja, dll. Saya juga berencana untuk mengajukan resign minggu ini. Walopun baru di tahap akan menyampaikan kepada kepala kantor. Udah agak was2 juga klo nantinya udh ditolak dluan di level satker. Apalagi saya bekerja di instansi vertikal. Birokrasinya harus melewati hierarki yang berlevel2. Seenggaknya dengan mengajukan pengunduran diri secara terhormat ini bisa menunjukkan itikad baik saya, agar nantinya udh ada pendelegasian tugas jadi ga kaget klo ditinggal. Sebenarnya ya nothing to lose aja sih. klo masih dicegat2 permohonan resignnya, keputusan akhir ya mending mundur langsung. Rekening bank ditutup biar ga jadi tanggungan hutang msl gaji masih mengalir, jadi ga ada beban pikiran terkait uang yang bukan hak saya. Semoga rekan2 dsini yang berniat untuk resign, semakin dimantapkan niatnya dan dipermudah jalannya. Aamiin.

    Reply
    • Avatar

      Maaf mw nnya, klo mengundurkan diri sbg CPNS atau PNS ada sanksi nya kah? Misalny pembayaran denda dgn nominal tertentu dsb? Mohon jawabanny yaa..

      Reply
      • Avatar

        kyknya itu beda2 tiap instansi mbak, tergantung dlu di lembar kontraknya apakah tertera penjelasan ttg adanya denda pengunduran diri/ga. klo instansi saya sih alhamdulillah ga ada denda. tp instansi lain, trutama mereka yg punya sekolah kedinasan, biasanya pasti ada denda jika mengundurkan diri. klo instansi biasa sih, rata2 ga ada. saran saya, coba ingat2/baca2 lagi ada ato ga dendanya. mbak berniat mengundurkan diri jg ya? pengabdian brp lama mbak?

        Reply
        • Avatar

          Mbak instansi apa? Status saya msh CPNS, mbak. Kmrin pas pemberkasan ada ttd surat pernyataan 5 poin yg menyatakan klo mengundurkan diri sbg CPNS maka tidak bisa mengikuti seleksi CPNS thn depanny, mbak. Brarti sanksiny itu saja ya mbak?

          Reply
          • Avatar

            iya mbak, sepertinya sanksinya hanya berupa penolakan seleksi CPNS periode selanjutnya aja. ada crita jg mlh yg SK pemberhentian PNS turun agustus, septembernya udh keterima CPNS yg lain. semoga mbak bs semakin matang utk mutusin langkah selanjutnya..

          • Avatar

            mbak mau resign? boleh sharing mba?

        • Avatar

          Ada kontak gak kak untuk konsultasi lebih lanjut? Saya juga mengalami hal yang sama kak.

          Reply
        • Avatar

          Saya sudah sepuluh tahun mengabdi di tempat saya bekerka sebagai pns, tahun 2010 yg lalu di terima sebagai cpns. Sejak itu saya terpisah dengan keluarga saya, walaupun dalam satu pulau yg sama. Keinginan saya untuk resign dari pns Karena terpisah dengan keluarga dan untuk pindah di perlu kan birokrasi yang sulit, Karena pimpinan tidak mau Pegawai Ada yang pindah.. Selain itu Karena pikiran Dan jiwa sayaberada di keluarga. Mungkin Ada saran untuk saya agar bisa mengajukan resign tapi tetap mendapatkan gaji pensiun saya, Karena waktu saya belum mencukupi waktu ya untuk resign.

          Reply
        • Avatar

          Ternyata saya tidak sendirian
          bagaimana kalau dibuat grup wa saja
          sy pns angkatan 2015
          adakah yg seangkatan?
          permasalahan yg kurang lebih sama, merasa jg apakah sy yg kurang bersyukur jika resign, atau malah nantinya lebih berkah dg resign

          Reply
      • Avatar

        saya juga ingin menanyakan hal yang sama, kalaupun memang diawal ada pernyataan harus membayar denda, kira2 apa yang menjadi dasar hukum ditentukannya besaran denda yang harus dibayarkan? misal: di daerah A diharuskan membayar denda 25jta, padahal saat mengundurkan diri sbgai CPN saya belum mendapatkan hak apapun juga yg bisa dianggap sebagai kerugian materiil daerah, rekening masih ditahan daerah, juga belum mengikuti latsar, biaya2 lain terkait kebutuhan kerja juga saya menggunakan uang pribadi. kemudian mengapa ya ada peraturan pembayaran denda sebesar itu? resign pun beralasan karena faktor kesehatan yang disertai surat keterangan dokter. mungkin ada teman2 yang paham mengenai hukum bisa membantu menjawab. terima kasih

        Reply
    • Avatar

      Ya Allah sama

      Reply
    • Avatar

      Caranya resign dari CPNS gimana? Saya CPNS tahun 2019

      Reply
  17. Avatar

    Sedih pengen resign dari pns yg tugasnya banyakk

    Reply
    • Avatar

      Sama kak, tugas banyak, ditanggung sendiri, mikir2 sendiri, pa lagi kalo udah diluar tupoksi

      Reply
      • Avatar

        Samaaa

        Reply
        • Avatar

          Saya sdh mengajukan resign dari pns sejak agustus 2020 tp sbnernya sudah sejak desember 2019 saya tidak aktif dipekerjaan krn kondisi saya yg sakit waktu itu. Jd ceritanya sejak hamil anak ke 4 saya sdh tdk nyaman bekerja sbg pns sy sudah 12thn jd pns.yg jelas alasan utama faktor kelrga jd bnyak waktu kehilangan sm anak2…kedua orgtua sangat tdk setuju tp pelan2 beliau mengerti bhw anak2 adalah amanah yg hrus diutamakan,alhamdulillah dr awal suami sdh setuju jika sya resign. Jadi setelah pengobatan selesai sya resmi mengajukan diri resign dr pns. Adakah pengalaman brp lama SK resign keluar yaa sejak pengajuan TMT ?mohon share yaa teman2.terimksih

          Reply
          • Avatar

            Pengalaman saya kmren pengajuan Agus 2017. SK resiqn feb 2018

          • Avatar

            Bagi teman -teman PNS / TNI / POLRI, yang resign karena dipecat, belum waktunya atau belum mengurus TASPEN, bisa Wa 082127279949
            Kami bantu khusus yg bermasalah
            Terima kasih

    • Avatar

      Mas saya boleh minta nomor wa nya ?
      Sya juga pengen sharing

      Reply
      • Avatar

        Sama

        Reply
    • Avatar

      Saya sudah mengajukan resign dan saya tidak nunggu SK penberhentian keluar, tp saya langsung tidak masuk kerja, udah bener bener gabisa lg

      Reply
      • Avatar

        Mbak sayaa boleh minta nomor wa nya? Saya mau sharing mbak

        Reply
      • Avatar

        Kak boleh minta wa, saya mau sharing

        Reply
      • Avatar

        Bisa minta alamat email atau kontak yang bisa saya hubungi ..

        Reply
      • Avatar

        boleh minta kontaknya juga?

        Reply
      • Avatar

        Mbak, minta kontak yg bisa dihubingi boleh? Saya mau sharing

        Reply
        • Avatar

          Mas ada kontak yg bisa dihubungi ga atau email?

          Reply
    • Avatar

      Assalamualaikum.. sy juga berniat untuk resign dari pns. Sy pns angkatan 2015, alasan resign karena sy harus ldr an dengan anak & suami. Sedangkan kemungkinan mutasi ikut suami tidak bisa dipastikan kapan akan terjadi. Anak baru berusia 7 bulan saat ini. Dilematis, karena saya pun menjadi tulang punggung keluarga. Sedih banget ninggalin anak.

      Reply
      • Avatar

        kita seangkatan mbak. kondisinya jg sama2 jadi tulang punggung keluarga jg saaat ini dan LDR dengan suami. Saya udah ajuin resign,walopun masih menunggu SK turun dari pusat. Semoga niat mulia mbak untuk menjalankan peran utama sbg ibu dan istri bisa dimudahkan jg.. karena di akhirat kelak kita tidak akan ditanya karir gimana, tetapi tanggungjawab utama kita di rumah apakah sudah dijalankan. Itu sih pertimbangan saya..

        Reply
        • Avatar

          Saya jg sdg galau skrg, saya cpns 2018, ditempatkan jauh dr domisili yaitu sukoharjo sdgkn suami jg pns di kab tegal, setelah saya jalani selama hampir 2 thn rasanya kok berat, apalagi skrg sdg hamil 8 bln anak ketiga.Dulu waktu tau penempatan jauh, suami yg keberatan, disuruh mundur, tp stlh saya menjalani 2 thn kok saya yg ingin resign….galau tingkat dewa….

          Reply
          • Avatar

            mba diinstansi apa di sukoharjo?

    • Avatar

      Sama kak.. saya cpns tahun 2018 baru 6 bulan mengabdi saya mengajukan resign dikarenakan beban kerja dan jam kerja yg tidak jelas sedangkan sy dalam kondisi hamil tua harus ldr dari suami dan keluarga, tiap hari pulang jam 9 malam lebih bahkan sering sampai tengah malam, akhirnya akhir tahun 2019 saya memutuskan resign dr CPNS

      Reply
      • Avatar

        Boleh share pengalamanny mbak? Klo cpns resign ada denda atau semacamny gak ya?
        Email saya: [email protected]

        Reply
      • Avatar

        Mba, boleh share pengalamannya? Kalau resign dari CPNS itu nanti status berhentinya apa ya? Berhenti secara hormat atas permintaan sendiri atau gimana?

        Reply
      • Avatar

        mbak boleh share mba pengalamannya dan cara pengajuannya?

        Reply
      • Avatar

        Mba boleh info kah apa aja yang perlu dilakukan untuk resign dari CPNS? Makasih banyak Mba

        Reply
      • Avatar

        Instansi apa mbak? Masih status cpns ya? Prosedur gmn?

        Reply
      • Avatar

        kak boleh minta kontaknya?

        Reply
      • Avatar

        Boleh share pengalamanny mbak? Klo cpns resign ada denda atau semacamny gak ya?
        Email saya: [email protected]

        Reply
    • Avatar

      Mas, ada kontak yg bisa dihubungi? Saya mau sharing

      Reply
  18. Avatar

    entah saya bisa bertahan sampai kapan dengan sistem kerja dan beban kerja yang begitu banyak😔😢

    Reply
    • Avatar

      Sedikit sharing mengenai apa yg saya alami. Saya bekerja di salah satu UPT Kementerian. UPT kami dinaungi oleh Direktorat Jenderal yg bisa dikatakan paling rendah peminatnya dlm Kementerian karena biasanya di tempat yg sangat terpencil dan jauh dari peradaban. Saat saya bilang terpencil dan jauh dari peradaban, ini memang benar2 terpencil dan jauh dari peradaban.
      Di kantor saya memang sudah ditempatkan sesuai spesialisasi saya dalam bidang pemetaan, dan atasan saya pun support terhadap apa yang saya kerjakan. Namun perasaan ingin resign yg ada saat saya masih CPNS kembali muncul.
      Selama saya menjadi CPNS kemudian PNS, saya selalu mengalami depresi, dan seakan2 saya merasa saya gila. Pada suatu saat tertentu saya sangat semangat dalam bekerja, namun tiba2 saya menjadi hilang semangat.
      Saya adalah orang yang sangat dekat dengan keluarga, khususnya orangtua. Saat saya harus merantau jauh dari orangtua, saya mulai kehilangan support system saya. Sebagai catatan, sebelum saya menjadi PNS saya juga sudah merantau bahkan ke tempat yg lebih jauh drpd UPT saya sekarang.
      Bayangan sulitnya mutasi tempat tugas, kemudian resiko bahaya yang dialami saat bekerja, serta kondisi rekan2 kantor yg toxic lama kelamaan membuat saya tidak tahan. Banyaknya pekerjaan yg selalu diberikan kepada saya membuat saya stress berat hingga berdampak kepada kesehatan tubuh saya. Beberapa gejala gangguan kesehatan yg belum pernah saya alami sebelumnya pun bermunculan. Hal ini membuat performa kerja saya menurun dan berdampak pada relasi saya dengan atasan langsung yg semakin tidak kondusif.
      Perasaan ingin resign semakin kuat, “nothing to lose” yg merupakan prinsip saya pun semakin menjadi-jadi.
      Saat sore hari saya pulang ke kosan, kemudian saya rebahan, selalu terlintas di pikiran saya “Apakah ini setimpal dengan semua yg saya tinggalkan dan korbankan saat ini?” “UPT kalau ada staf yg mati atau hilang tinggal mengajukan permohonan ke BKN, tapi kalau keluarga saya apakah bisa mencari sosok saya yang lain?” “Kalaupun memang mau bertahan, sampai kapan?” “Kalaupun mau lanjut, apa yang dicari?” “Oke gaji lumayan, tapi apakah kamu bahagia?” “Tidur kamu nyenyak enggak?”

      Demikian sedikit sharing dari saya teman2, terimakasih…

      Reply
      • Avatar

        kok sedih ya bacanya.. semoga mas ketemu alasan yg bisa bikin mas betah dan bahagia tugas di sana, tapi klo bisa diusahakan resign ya lebih bagus, dan klo udah ga kuat lagi mending keluar dr pns daripada gila. Pns senior memang banyak yang “beracun” mas.. kembalikan ke Tuhan, dan prinsip hidup yang kita yakini aja, klo mereka anggap kita aneh ya dibawa senyum aja.. anggap sebagai pertanggungjawaban kita kepada Tuhan dan negara..ke mereka yg beracun itu “ora urus” , mungkin dicari aktivitas yang menyenangkan aja klo lagi bengong di kantor.. ntah beres-beres arsip, ngajarin temen ngetik surat, ngetik excel, atau mungkin tanam bunga biar lingkungan kantornya jadi indah hehe yang penting bermanfaat dan bikin orang bahagia.. percayalah mas..klo kita baik, jujur, bermanfaat bagi sesama.. semua kebaikannya balik ke kita lagi kok.. semangat ya mas malayanus.. kamu ga sendirian.. berusaha sekuat dan semampunya dulu.. klo dah mentok serahkan ke Tuhan, semoga Tuhan selalu meridhoi, memberkati hidup kita semua Aamiin 🙂

        Reply
      • Avatar

        Saya anak baru angkt 2019 , baru sebulan nikah dan harus ldr sm suami, nangis terus tiap hari ngeliat suami jauh, dan mutasi saya juga gk mungkin , suami kerja di swasta . Bener2 dilemas apalagi ayah pns juga , org bilangsihbaru sebulan juga nikah nanti jg terbiasa tapi kok saya rasanya gkdpt pahala nikah sm ridho suami . Kalau mikiri akhirat ya saya sbg istri ngerasa salah tapi kalau dunia berbicara “ syg bnget pns kok keluar “ . Perasaan sy takut banget , cerita sm suami , dia bilang ngomong dulu sm ortu tapi sy takut bnget bicara ttg ini sm ortu pasti ortu bilang suami aja yg resign ikut sy . Bagi tips ya teman teman

        Reply
        • Avatar

          Senasib banget sih mbaaa :”
          aku baru mau ngomong pengen resign nih huhuhuhu

          Reply
        • Avatar

          Sama mba, sedih bgt rasanya walaupun tiap minggu masih bisa dijangkau dengan perjalanan darat selama 4-5 jam tapi tetap saja setiap harinya masih merasa sedih. Suami juga sudah mengizinkan jika saya resign sejak awal tapi untuk mencapai itu perlu banyak yg disiapkan termasuk sanksi denda yang diberikan oleh instansi. sedangkan jika mau mengajukan mutasi juga belum bisa. Sementara itu keluarga pasti akan sangat menyayangkan jika saya resign. Padahal sudah tidak betah dengan lingkungan birokrasi yang lama lama terlihat kotornya.

          Reply
    • Avatar

      Saya juga terhitung kemarin tgl 2 nov 2020 sudah mengajukqn resign karena mau fokus membangun usaha sendiri. Dan semoga bisa lebih fokus mengurusi keluarga dan anak2. Semoga Allah meridhoi dan memberkahi keputusan ini.. aamiin… suami merestui dan mendukung luar biasa. Alhamdulillah

      Reply
      • Avatar

        kak boleh sharing ttng resign PNS , bagaimana prosesnya saat ini saya butuh informasi terkait hal ini?

        Reply
      • Avatar

        stelah mengajukan resign apakah masi tetap bekerja menunggu SK atau langsung ga masuk ya mb?

        Reply
  19. Avatar

    klau di pikir2 hidup bgitu trus sampai tua. pergi pagi pulang sore dari jaman sekolah sampai tua.. kayaknya mending sy resign..

    Reply
  20. Avatar

    Halo mas mbak, saya CPNS. Bari bekerja bbrl bulan ini. Stlh jd cpns saya diwajibkan utk cuti kuliah s3, saya smpe udh cuti 2 smtr. Dan semakin kepikiran sm nasib s3 saya. Habis tu saya coba utk dikit berdialog dgn atasn apakah bisa ajukan cuti utk nerusin s3, sedgkn saya blm resmi jd pns dan blm prajab. Awalnya boleh gitu, tp akhir2 ini malah saya dsuruh mundur s3. Saya jd stres gk karuan. Dan akhirnya memantapkan mengajukan resign dgn alasan terikat beasiswa s3 dan ingin melanjutkan s3. Tp hari ini saya dpt surat penolakan resign. Saya tdk mau menyerah, tp saya jg bingung apa yg harus saya lakukan ya?

    Reply
    • Avatar

      Mbk, bisa sharing gak?
      Boleh bagi no hp?

      Reply
    • Avatar

      Mbak, boleh sharing? Boleh saya minta nmr whatsapp? 😊

      Reply
    • Avatar

      mba boleh sharing tidak ttng resign dari PNS, boleh minta no WA mba?

      Reply
    • Avatar

      kak boleh sharing ttng resign PNS, boleh saya minta no WA?

      Reply
    • Avatar

      alasan ditolaknya apa mba?

      Reply
  21. Avatar

    Mewakili sekaliiiii. Anda benar 1000%. Tempat saya juga begitu. Belum lagi drama orang2nya. Beda depan beda belakang. Peres banget. Apalagi depan pimpinan. Beuh manisnya minta ampun. Di belakang ngejelek2in. Ckckkc

    Reply
    • Avatar

      Saya sedang berada di posisi yang sangat dilematis, dimana saya sangat tertekan bekerja sebagai PNS. Tekanan itu berasal dari orang2 di kantor yang bermuka 2, dan menjadikan saya sebagai ‘budak’ karena dianggap anak baru. Baru 1 tahun jadi CPNS dan 1 bulan yang lalu diangkat jadi PNS. To di sisi lain keluarga ga setuju saya resign dari PNS yang katanya PNS itu adalah pekerjaan idaman. Padahal saya yang nglakoni beratnya minta ampun, tertekannya minta ampun.

      Reply
      • Avatar

        Saya sudah merasakan hal tersebut sekitar 10-15 tahun lalu. Pada waktu itu sampai keinginan kuat untuk resign, tetapi ngga jadi. Kemudian, saya memilih lanjut sekolah (berhubung masa kerja saya sudah cukup).
        Satu hal untuk para CPNS, jika diberi pekerjaan, anggaplah itu peluang pekerjaan bukan beban. Karena dari situ anda akan tahu bagaimana bekerja dan membuat orang percaya bahwa kita bisa bekerja.
        Prinsip di dunia kerja: selama kita menjadi staf dan mau bekerja, maka selama itulah pekerjaan akan diberikan kepada kita dan nambah terus.

        Reply
    • Avatar

      Sama mbak. Beda depan beda belakang..

      Reply
    • Avatar

      Masyallah ada yg senasib..

      Reply
    • Avatar

      Kok sama sih? Aku bahkan sampe bingung, ini temen-temen di ruangan kok pada bermuka dua semua. Di belakang atasan, mereka jelek-jelekin atasan. Di depan atasan, mereka bagus-bagusin atasan. Satu hal yg perlu diingat, kalo kita curhat sama temen kantor, itu temen kantor penjilat bakal jelek-jelekin kita ke atasan kita. Hati-hati sama orang kayak gitu.

      Reply
  22. Avatar

    mas, boleh minta no wa pls

    Reply
    • Avatar

      Gabung yuk grup curhat resign PNS

      Reply
      • Avatar

        Ikut dong

        Reply
      • Avatar

        Ikut dong

        Reply
      • Avatar

        Mas saya mau gabung grub nya. Gmn caranya? Mohon dibalas

        Reply
          • Avatar

            Saya ijin gabung di grup ya

          • Avatar

            Group ini masih ada dan aktif kah? Butuh info dan saran juga soalnya

          • Avatar

            Izin gabung di grup

          • Avatar

            saya ijin gabung

          • Avatar

            Saya mah bergabung, tapi sudha penuh ☹️

          • Avatar

            Kok udah full ya? ada grup lain gak

          • Avatar

            Sdh full. Gk bs join

          • Avatar

            Groupnya Full , adakah group yg lain?

          • Avatar

            Ada grup lain g.. line ato telegram.grupmya penuh..

          • Avatar

            Grupnya udah full mas, ada grup lain ngga? Lagi rencana mau resign

          • Avatar

            Grup WA nya sudah full yah

        • Avatar

          sy juga mw gabung mas

          Reply
          • Avatar

            Saya juga mau bergabung dong kak ke grup cara resign pns

      • Avatar

        Boleh dong gabung ke grupnya

        Reply
      • Avatar

        Izin bergabung di grup..

        Reply
      • Avatar

        Ikut gabung gmn caranya

        Reply
      • Avatar

        Mau link grupnya mba

        Reply
      • Avatar

        Ada gak tuh?

        Reply
    • Avatar

      Mau ikut dong ke grupnya?

      Reply
  23. Avatar

    mampir sini, karena eneg di kantor. ikut nulis juga ah, barangkali kerasa ringan. berulang kali harus menerima tugas lebih dari tupoksi dan kata2 ga enak dari atasan. hari ini ditugasi lbh dari seharusnya lagi, ketika menghadap dan menyatakan ketidaksanggupan karena saya pelayanan, bukan jfu, dtolak dg alesan yg lain tidak bs dan meminta loyalitas. sumpek. 1 kawan sdh total loyal, ninggalin klrga lembur2 tanpa tambahan, eh meninggal krn serangan jantung. stress akuuu. smga nanti menghadap lagi bs memperingan pikiran, walo resign sering kepikiran, tp bth duit.
    ga ada jawaban kepastian di otakku..

    Reply
    • Avatar

      Horor banget itu lembur sampe bisa kena serangan jantung, mgkin kelelahan dan punya riwayat jantung sekalinya cape kondisi drop langsung kena ya. Tp umur siapa yg tau mgkin sdh waktunya 🙏

      Reply
  24. Avatar

    Buat anda yg mau serius resign, sy siap utk diskusi dan sharing pengalaman resign pns saya. Silakan japri aja, hidup memang pilihan, dan pilihan utm berkarya lebih luas lah yang paling ideal lho. Cek di fb atau twitter saya

    Reply
    • Avatar

      Boleh kah share pengalamann, bs bagi kontaknya ?
      Sy sdg butuh pandangan

      Kontak saya di 081332833650

      Reply
    • Avatar

      saya bener2 sedang merasakan apa yg ditulis di artikel ini, boleh tau akun twitternya? terima kasih

      Reply
    • Avatar

      Apakah permintaan pengunduran diri sbg ASN itu selalu di terima?

      Reply
      • Avatar

        Cari info beasiswa malah nyasar kesini… Ternyata alasan untuk resign dari PNS mayoritas ada 2, pertama terlalu berat beban kerja nya, sampai takut gak bisa mengurus keluarga. Kedua justru merasa bingung jobdesc nya apa dan takut magabut. Saya sendiri PNS angkatan tahun 2015. Di posisi saya bukan yang jenis bingung jobdesc apa, justru ada di posisi yang beban kerja cukup berat. Di awal-awal saya ngeshift, ada pagi, sore, malam, harus meninggalkan anak umur 1 tahun. Syukurlah suami mendukung dan menjaga bayi saya kalo saya shift malam, karena pengasuhnya saat itu memang tidak menginap. Saya di situ selama 3 tahun. Memang kadang sedih, melihat yang kepala seenaknya datang jam 8, padahal shift pagi mulai jam 7. Dan dia bisa pulang duluan, sementara saya harus menunggu shift siang datang, yang harusnya pukul 14.00, kadang molor bisa sampai jam 15.00. Tapi ya dinikmati saja. Lalu suatu saat terjadi insiden mengenai jasa pelayanan, inti nya saya merasa dirugikan. Kesempatan itu digunakan baik2 oleh suami untuk membantu saya mengusulkan untuk pindah. Akhirnya saya pindah ke instansi sekarang, yang tidak ada shift-shiftan. Tapi bukan berarti santai-santai, tanggung jawab kerja masih tinggi. Setidaknya saya gak perlu meninggalkan anak-anak di malam hari. Saya menyukai pekerjaan saya. Memang kadang ada orang2 ngeselin, merasa ingin mengatur semua, ada juga yang kerja seenaknya. Tapi biarlah itu tanggung jawab mereka. Bukan gak mau mengingatkan. Kalo mau bertahan jadi PNS ya intinya tempati tempatmu, lakukan pekerjaanmu. Gak usah jadi PNS pun, mau kerja di manapun pasti ada orang2 yang tidak sepaham dengan kita. Dulu sebelum jadi PNS saya juga pernah kerja di swasta, tapi maaf, mereka kurang menghargai kinerja saya, akhirnya saya resign karena saya sampai ngeflek saat hamil pertama dan kecapekan.

        Reply
    • Avatar

      Mohon info apakah ada grup untuk sharing mengenai cara resign

      Reply
      • Avatar

        OMG….kirain gw doang…
        banyak bgt senasib kita ya
        yok bkin grup untuk saling menguatkan

        Reply
      • Avatar

        Sy udah berusaha mutasi pindah kerja Krn ingin mengikuti suami di provinsi lain. Sudah terima lolos butuh. Tp di daerah perkara SKP pun dipermasalahkan instansi sendiri. Pdhl bolak-balik antar provinsi dan beda pulau dgn kondisi pandemi tak mudah.

        Reply
        • Avatar

          Pns tahun berapa kak ?

          Reply
    • Avatar

      Salam kenal saya sofi..
      PNS yang bekerja dari 2010 dan berniat untuk resign juga dari PNS

      Reply
    • Avatar

      Mas mau curhat dong.

      Reply
    • Avatar

      mas ada wa kah ?

      Reply
    • Avatar

      Minta nomor WAnya dong pak

      Reply
    • Avatar

      FB nya apa?

      Reply
  25. Avatar

    Saya baru saja mengajukan surat pengunduran diri awal desember ini dengan permohonan resign 01 januari 2020. Menurut saya akhir saya bekerja adalah 31 desember 2019, tp menurut staf kepegawaian sy hrs menunggu sampai SK pemberhentian turun dr BKN . Sementara tanggal SK biasanya mengacu pada tanggal permintaan kita. Sebenarnya ada aturan bakunya ga mba?

    Reply
    • Avatar

      masa kerja berapa tahun ?

      Reply
  26. Avatar

    Saya PNS sdh eselon 4 tapi gol sdh melebihi eselon saya, ketimpangan Krn gol dan eselon yg tdk berimbang mengakibatkan penurunan pendapatan saya dibandingkan eselon dan golongan dibawah saya Krn aturan ttg perpajakan, sy ingin resign sdh lama tapi msh dilema Krn penghasilan suami dan keinginan suami utk membantu menafkahi jg, pendapatan sy kurang lebih 9 juta sedangkan suami pendapatan jauh di bawah saya, tapi saya sdh merasa tdk nyaman dg pekerjaan saya, mngkn Krn saya terlalu keras kepala dan idealis jika melakukan sesuatu yg tidak pas, dilema Krn sy hrs membiayai kebutuhan 3 anak, tapi setiap plg kerja dan berangkat kerja sy selalu merasa tertekan, entah Krn atasan yg selalu memaksakan program yg tdk pas atau Krn kejadian2 yg lalu Krn rekan kerja hrs mendekam di penjara Krn kebijakan atasan yg salah, mngkn ada yg bisa membantu memberikan saran dan pengalaman

    Reply
  27. Avatar

    Kepada teman-teman PNS yang masih merasa berangkat ke kantor tanpa tujuan, coba mulai sekarang pasang niat ibadah aja, ada atau ga kerja nantinya ya yang penting niat menghalalkan gaji, kalaupun ga sesuai passion ya dinikmati aja dulu, karena begitulah dunia kita ini, berusaha yang terbaik yang kita bisa lebih baik daripada cuma mengeluh, melayani masyarakat dengan baik dan tulus, karena merekalah sumber gaji dan tunjangan yang kita terima setiap bulannya, satu lagi jangan mau terlibat Korupsi dalam hal apapun dan sekecil apapun, jangan mau jadi mafia SPJ, menuruti mau atasan tanpa bisa beragumen, setidaknya sarankan dulu hal yang benarnya/ yang seharusnya, ingat yang anda kerjakan menentukan halal atau tidaknya penghasilan yang anda bawa ke rumah untuk anak istri anda yang akan menjadi darah dan daging sampai akhir hayat, kalau anda merasa tidak berdaya dan sudah terlalu jenuh di tempat yang anda sekarang, maka saran saya minta pindah ke dinas/ bagian/ seksi lain yang lebih bersih, katakan alasannya dengan jelas supaya pimpinan tahu ketidakberesan apa yang sedang terjadi di instansinya, jangan takut hanya menerima gaji dan tunjangan saja, ingat yang penting halal, hati tenang, tidur nyenyak. Selamat berjuang teman-teman yang terlanjur jadi PNS, perjuangan sekarang ini bukan melawan penjajah, tetapi berjuang menghalalkan gaji dan tunjangan, berjuang melayani masyarakat dengan memberikan pelayanan yang terbaik. Bismillah..

    Reply
    • Avatar

      kuingin byk cerita tp takut kena uu ite, kuingin sperti penulis bs putus/resign/keluar dr pns. Bisakah penulis beri no wa?

      Reply
      • Avatar

        bisa cerita ke saya? siapa tau terinspirasi juga 🙂

        Reply
    • Avatar

      apakah kalo datang ke kantor tanpa tujuan / tanpa ada yang dikerjakan, apa itu gajinya termasuk halal??? nanya aja, barangkali ada yang bisa mencerahkan.
      apakah memang ga lebih baik mundur aja, yang berarti tidak membani rakyat untuk membayar kita

      Reply
      • Avatar

        setidaknya kita memenuhi kewajiban mematuhi jam kerja mas budi, kerjaan itu sebenarnya pasti ada walaupun itu bukan tanggung jawab kita tapi sifatnya membantu meringankan pekerjaan orang lain, paling sepele contohnya beresin lemari arsip ruangan kita dll.

        Reply
      • Avatar

        setidaknya kita memenuhi kewajiban mematuhi jam kerja mas budi, kerjaan itu sebenarnya pasti ada walaupun itu bukan tanggung jawab kita tapi sifatnya membantu meringankan pekerjaan orang lain, paling sepele contohnya beresin lemari arsip ruangan kita dll. Sekiranya memang ingin memaksimalkan kinerja dan bertanggung jawab dengan gaji kita menurut saya lebih baik mencoba resign dulu ke bagian/ instansi lain, saya yakin pasti ada tempat yang pas untuk kita.

        Reply
    • Avatar

      Bagi teman -teman PNS / TNI / POLRI, yang resign karena dipecat, belum waktunya atau belum mengurus TASPEN, bisa Wa 082127279949
      Kami bantu khusus yg bermasalah
      Terima kasih

      Reply
  28. Avatar

    setelah membaca artikel dan komentar-komentarnya ini sangat menarik sekali ya saya sendiri adalah seorang pengusaha kecil di bidang kreatif dengan penghasilan perbulan kisaran 15 sampai 18 juta perbulan. Bisa tidur siang bangun bisa siang juga. Bisa jalan-jalan enggak jelas tapi alhamdulillah tiap bulan bisa dapat segitu.
    Tapi bisa dibilang ada rasa khawatir dalam hati saya walaupun berkali-kali saya mendengar ceramah agama bahwa rezeki itu sudah ditentukan mau kita jungkir balik pun kalau sudah ditentukan akan dapatnya seperti itu. dan tidak perlu mengkhawatirkan masa depan karena hasil itu adalah hak prerogratif Allah sementara cara manusia ranahnya hanyalah di bidang usaha untuk hasil bukan ranah manusia karena sering kita lihat ada orang berusaha dengan perencanaan matang dan eksekusi nya luar biasa tapi sering juga kita lihat hasilnya tidak sesuai harapan.

    nah saya ini dihinggapi perasaan khawatir seperti itu yang mungkin saya juga nggak tahu apakah orang lain merasakan perasaan yang sama perasaan dimana takut persaingan bisnis berubah menjadi lebih berat atau pun ada perubahan di bidang teknologi yang mana apakah bidang kreatif yang saya jalani akan bertahan dengan inovasi-inovasi yang ada di dunia ini itulah yang membuat saya berpikir apakah akan banting setir aja ya menjadi seorang PNS yang mana sepertinya akan stabil dan juga mendapatkan gaji di usia tua atau dapat pensiunan dimana saya merasa apakah saya masih kuat bekerja nanti setelah pensiun.
    sebenarnya sih Saya merasa sangat nyaman sekali dengan yang saya jalankan sekarang usaha ini dengan penghasilan yang bisa dibilang cukup besar lah bisa buat nabung. tapi rasa khawatir dan takut itu yang sebenarnya mungkin hanyalah bayangan saja selalu ada di dalam pikiran saya. padahal kalau saya melihat beberapa tetangga saya ada yang jadi tukang parkir ataupun jadi tukang bangunan bahkan ada beberapa yang serabutan Saya melihat mereka terlihat sangat santai tiap hari nongkrong ngobrol ketawa ngerokok sambil jalan dengan penuh ketenangan dari wajahnya tanpa khawatir hari ini target harus dapat berapa 1 bulan harus dapat berapa dan kenyataannya tiap hari bisa makan.

    Itu adalah motivasi saya ingin daftar menjadi seorang PNS. dan tentunya ada tulisan komentar di atas yang berkata akan membantu masyarakat sebagai pelayan masyarakat nah itu juga salah satu dari motivasi saya karena saya ingin melayani masyarakat secara maksimal namun dari komentar di atas ternyata bukan melayani masyarakat tetapi malah melayani atasannya birokrat yang saya baca di atas. Hmm ternyata cukup menjijikkan.
    entahlah jadinya saya merasa hidup ini lucu ketika saya membaca halaman ini terkait PNS mengundurkan diri membaca pengalaman pengalaman orang lain yang sudah menjadi PNS berapa tahun di halaman komentar ini cukup menarik dan bisa dibilang saya menjadi amat sangat bersyukur dengan kehidupan yang saya jalani sekarang

    Jadi ngerasa aneh juga kalau saya masih tetap mau daftar CPNS. Tapi ya sekedar daftar aja hanya untuk membuat ijazah saya terpakai karena saya sama sekali nggak pernah memakai ijazah saya untuk mencari pekerjaan. mungkin akan saya daftarin dan pengen cari pengalaman aja sekedar pengen tahu tapi nggak tahu kalau ternyata kecemplung berhasil masuk ke PNS. Apakah saya akan kembali ke halaman website ini dan curhat wak wak wak wak
    .
    ya itulah hidup sawang sinawang yang hidupnya enak merasa khawatir bahwa hidup enaknya ini akan musnah dan terancamsehingga mencari benteng lain yang dirasa lebih aman walaupun ternyata setelah membaca komentar komentar teman-teman benteng tersebut cukup mengenaskan juga tapi mungkin tidak bisa digeneralisir entahlah saya jadinya bingung tapi mau berusaha masuk lah walaupun galau juga saya baca gajinya cuma sekitar 2,3 juta yang bisa saya dapatkan dalam satu minggu di usaha saya ini.

    Mending gimana ya teman-teman. Sepertinya masalah saya adalah di tauhid bukan di duit. Tidak percaya kepada kuasa Tuhan.

    kalau ada yang mau memberikan saran dan kritik juga pandangan-pandangan yang bagus saya sangat berterima kasih.

    Reply
    • Avatar

      percaya aja sama Tuhan gan, ngapain mikirin pensiun bsk aja blm tentu hidup, zaman sekarang kan bisa daftar bpjs, asuransi dll mandiri ga harus pns, itu gunanya punya anak nanti pasti ngurusin ortunya lah atau ga nabung buat hari tua, ya itupun klw sempat tua, klw udah nyaman pekerjaan sekarang ngapain jadi pns, nanti pns harus seumur hidup lho melakukan hal yg sama dan dibatasi birokrasi, aku liat pns yg bagian pelayanan masyarakat banyak org nya menyebalkan, pelayanan ga baik malah mereka terlihat udah bosan dan males, makanya sy ga ikut daftar pns ga minat juga duduk di dpn komputer seharian, tiap hari, seumur hidup sedangkan saya jenis org yg kreatif dan gampang bosan kecuali yg passion saya

      Reply
      • Avatar

        Hahaha.. Sepemikiran dg saya. Dari saya lulus kuliah th 2009 sampai skg blm pernah sekalipun saya daftar PNS. Benar sekali kalo PNS adalah pekerjaan yg membosankan. Banyak peraturan, ga da tantangannya, gitu gitu aja tiap hari sampe tua. Hidup cm sekali tp banyak waktu habis di pekerjaan. Kpn pikniknya? 😜

        Reply
        • Avatar

          betul skali

          Reply
      • Avatar

        Itulah yang saya pikirkan. Seumur hidup jadi PNS. Saya CPNS tahun 2019

        Reply
    • Avatar

      usaha apa kak

      Reply
    • Avatar

      Di tabung kembangkan bisnis. Mati satu bisanis masih ad bisanis lain. Beli rumah d kontrakan dana mengalir melebihi gaji pns. Kalo belinya cash hasil tabungan bisnis y. Jangan pinjam bank nambah permasalahn

      Reply
    • Avatar

      percaya saja mas, rejeki sudah dituliskan. Mau menolak gimanapun, rejeki itu akan datang jika emg jatah utk qt. Dan mau mengejar sekeras apapun, klo bukan rejeki kita ya ga akan kita dapatkan. Bener banget klo hidup harus sawang sinawang, bersyukur dengan apa yang telah kita dapatkan saat ini. Terlebih masnya saat ini sudah punya usaha sendiri yang insyaa Allah itu sumber penghasilan yang lebih berkah daripada menjadi PNS yang sistemnya banyak hal yang membuat kita terperangkap dalam ketidakjujuran dan kekakuan sistem. Lanjutkan saja usaha saat ini. Pensiun PNS mah ga seberapa mas hasilnya, sedangkan wirausaha bisa menabung/membuat investasi lebih byk utk hari tuanya. Saya PNS pingin wirausaha saja karena lebih berkah, walaupun di awal mungkin hasil ga seberapa, yang penting saya enjoy jalaninnya dan hasil yang didapatkan juga lebih berkah yang insyaa Allah membuat jiwa dan raga kita lebih tentram. Saya sendiri dah ngerasain kerja dlm lingkungan yang sepert ini, ternyata mlh membuat jiwa saya agak terganggu dan stres. Mungkin karna dari sisi berkahnya tidak ada. Allahu’alam. Lebih baik menjalani sesuatu yang jelas2 lebih jelas pertanggungjawaban di akhirat kelak..

      Reply
  29. Avatar

    Saya memiliki dilema yang sama, menurut saya kenyamanan dalam bekerja adalah segalanya namun sulit untuk menemukan ato membuat situasi nyaman tsb, ditempat kerja saya tidak ada pekerjaan yang spesifik, jadi tiap hari saya kebingungan harus ngapain, bener kata pak jokowi 1,6 jt pns tidak memiliki spesialisasi (mohon dikoreksi jika salah), latar belakang pendidikan saya adalah keprofesian sementara saya kebanyakan mnegerjakan pekerjaan yang tidak sesuai tusi lebih banyak ke administrasi dimana itu hal yang paling tidak saya sukai karena keribetannya, mau pindah seksi lah siapa gua. Saya sudah bekerja sebagai pns selama 1,9 tahun dan sedang mempertimbangkan untuk resign

    Reply
    • Avatar

      Kalau usia masih muda dan belum banyak tanggungan saya sarankan resign saja mba….saya ex pns dengan masa kerja hampir 1 dekade…saya bertahan karena berpikir ke depannya akan semakin baik tapi malah semakin zonk…depresi kalo kita liat pola kerja di K/L yang hanya diukur dengan serapan anggaran…untuk efektifitas kegiatan sendiri tidak pernah ada ukuran konkritnya…saya takut pertanggungjawaban di akhirat kelak dihadapan ratusan juta rakyat Indonesia

      Reply
      • Avatar

        Hai kak, boleh sharing dunk gimana cara resign nya. Saya pengajuan tdk di acc. Mutasi jg tdk acc.

        Reply
        • Avatar

          Sy membaca postingan disini oada bingung mau resign.. saran sy untuk yg msh CPNS, kl bs lanjutkan dulu sampai mjd PNS. Nah kl sdh jd PNS mau resign jg gpp gak ada denda. Kl pun ada denda maka jgn resign tp tdk usah masuk saja sampai pd akhirnya mendapat hukuman berat disiplin. Tp kl cerita dr tmn sih gak ada denda kok tp hrs sdh jd PNS bkn CPNS.

          Reply
      • Avatar

        Boleh sharing gimana caranya resign?

        Reply
        • Avatar

          Pengen mutasi ikut suami, tapi akhir2 ini dibikin kesel sama kelakuan atasan yang selalu merasa paling benar dan suka melakukan pelecehan verbal. Hanya karena hal sepele bisa berkata kata dengan kasar, kepada saya yang hanya seorang perempuan.
          Dan saya terlalu sakit hati kalau harus bekerja di bawah ancaman dia. Kerja jadi PNS kok gini amat ya. Yg lain tahu tp tak berdaya. Semoga dia segera dipindah atau saya yg resign

          Reply
    • Avatar

      sebagian besar PNS tidak ditempatkan sesuai dengan kompetensinya. saya pernah menyampaikan sebaiknya penerimaan PNS tidak perlu menggunakan kualifikasi Pendidikan. karena pengisian jabatan di PNS juga sudah melihat kualifikasi. dan yang lebih parah lagi CPNS yang diformasi menetapkan kualifikisasi pendidikan tententu, begitu masuk bisa langsung ditempatkan yang berbeda dengan jabatan yang dilamar. ato paling lama satu tahun bisa berubah semua kecuali untuk jabatan2 yang memang membutuhkan kompetensi tertentu.
      Tapiii… kalau keahlian profesi ditempatkan di administrasi yo kebangetan…..

      Reply
      • Avatar

        Mmg begitulah mas kenyataannya, kl yg saya rasakan mmg para cpns ini masuk dgn berbagai macam latar blkg ada yg sdh bekerja lama diswasta, ada yg baru lulus. Nah yg sdh lama diswasta kerja sesuai bidang/keahlian dgn ritme kerja yg serba ditarget nah tiba2 ditempatkan mngurusi hal2 yg administratif (ngetik surat, fotocopy, scan, print dokumen, antar surat dll) akan sangat menyiksa & terasa seperti kemunduran skill ditmbah penghasilan pun berbeda lbih sedikit dr kerjaan sblmnya. Nah kl yg freshgrad mgkn tdk akan bgtu jdi msalah.

        Reply
        • Avatar

          sy setuju, sy sblmx kerja di swasta 5thn, sesuai keahlian, begitu skrg cpns, dibebani dgn hal2 yg tdk sesuai tupoksi qt, tugas tmbhan lbh byk, sprt useless jdx

          Reply
    • Avatar

      Wah, saya juga sedang dilema. Ternyata kerja di birokrasi berbeda dengan di Swasta. Saya sebelum jadi PNS bekerja di PMA dan posisi terakhir jadi Head. Penghasilan berbeda sangat jauh. Nah, coba lamar PNS karena ingin mengaplikasikan ilmu yang sudah saya dapat untuk bangsa. Bukan semata-mata karena gaji dll, bagi saya sudah cukup apa yang saya miliki. Tapi ternyata, ketika di penempatan malah jadi pelengkap penderita . Rasanya ingin kabur, dan balik lagi ke dunia prosfesional. Di birokrasi prestasi bukan dinilai dari kompetensi tapi lebih ke kedekatan. Banyak laporan dan hasil kegiatan yang saya tidak masuk ke tim Pokja, tapi saya yang susun. Ibarat mereka yang makan nangka, kita yang kena getahnya. Kalau data-datanya lengkap sih gak masalah. Lah ini mereka gak ada datanya, akhirnya kita cari sendiri.

      Tapi akhirnya saya sadar, saya bekerja untuk negara bukan untuk mereka. Dari pada begini terus, tahun ini rencana ambil S2. Semoga bisa tetap semangat dengan pilihan yang sudah diambil.

      Reply
  30. Avatar

    “Mempengaruhi kondisi fisik dan mental” kondisi itu yang saat ini saya alami. Saat ini saya sedang mencoba untuk mencari pertolongan ahli (psikolog/psikiater) karena pilihan untuk resign dari cpns saat ini belum bisa saya ambil. Tidak ada perkerjaan dan goal yang harus saya capai setiap hari, berangkat kerja dengan tidak ada tujuan. Saya merasa menjadi orang yang tidak berguna setiap harinya, saya merasa jauh lebih bahagia saat masih menjadi pemagang (saya fresh graduate). Semoga Allah segera memberikan jalan terbaik untuk saya dan teman-teman <3

    Reply
    • Avatar

      Sama kak, saya status masih cpns tp memikirkan mempertimbangkan hal yang sama dgn anda. Kesehatan mental di lingkungan kerja memang penting

      Reply
      • Avatar

        Sama kak, saya juga masih cpns dan secara fisik dan mental saya lelah dengan semua ini, mampir kesini karena ingin resign

        Reply
        • Avatar

          Akhirnya menemukan yang sepemikiran. Saya juga Cpns dan sudah terlintas sejak awal ingin resign. Mendaftar Cpns bukanlah cita-cita saya bahkan tidak pernah terlintas sebelumnya. Hanya karena euforia dan permintaan orang tua, saya ikut mendaftar dan bersaing di tahun 2018 kemarin bersama beberapa orang yang sudah saya kenal memperebutkan 1 formasi dan kami harus bertumpah darah karena semuanya P1. Mungkin pekerjaan saya tidak semembosankan yang diceritakan di sini, akan tetapi beban kerja yang semakin lama dirasa semakin ditumpuk kepada saya. Semula saya bekerja bersama seorang senior yang seprofesi, tetapi kemudian beliau dipindah dan akhirnya tinggalah saya sendiri, harus memikul beban pekerjaan saya dan sekaligus beban yang beliau tinggalkan. Belum ada inisiatif dari atasan untuk mencarikan lagi karena kami sbg garda terdepan dalam pelayanan masyarakat (di Puskesmas) padahal sehari-hari saya sendiri melayani 60->100 pasien. Betapa jenuh, lelah, dan menguras energi. Belum lagi jika sudah tiba saatnya akreditasi, menginap di kantor pun menjadi “kewajiban” dg tuntutan tugas dokumen yang entah apa gunanya. Sedih, ingin keluar, tetapi masih dilema dg masa depan dan masih terlalu memikirkan apa kata orang, seolah-olah mendaftar cpns karena ingin sombong dan menutup jalan rezeki yang lain, padahal saya tidak mengetahui bahwa birokrasinya begitu berbelit, malah kami 1 kantor menjadi saksi “korupsi” atasan karena gelontoran dana yang besar dari pusat.

          Reply
          • Avatar

            Sebagai perawat ya Gan? Pegang program apa saja?

        • Avatar

          sama kak saya juga berpikiran seperti itu apalagi ditempat saya ada masalah yang membuat kita membuat kita susah mempertahankan idealis kita, saya ingin kerja bersih tapi lingkungan saya sangat susah untuk melakukan itu. pertanyaan saya apakah cpns bisa resign saya selalu kepikiran akan hal ini

          Reply
          • Avatar

            Saya dosen cpns tahun 2019. Sampai saat ini belum juga latsar. Tetapi saya sudah lelah di instansi tempat saya mengajar. Saya pikir instansi daerah itu lebih pure. Kampus daerah lebih idealis untuk memajukan kampusnya. Gak taunya cuman jadi ladang korupsi angkatan tua. Semester ini saja di saat pandemi dan semua kuliah dilakukan dgn daring. Pihak kampus mengeluarkan kebijakan (memaksa lebih tepatnya) agar dosen bisa memberikan nilai B- untuk mhs yg hadir min 1 kali pada kuliah off maupun online. Apa gak gila saya? Mendingan ga usah kuliah lah. Saya capek² bikin materi, malah dibeginiin sama pihak kampus. Sumpah nyesel banget saya . Udah mau 2 tahun ngajar disini, tapi tiap kali rapat selalu bikin jengkel dan sakit kepala melihat kelakuan dosen² lain di kampus. Yg bermuka dua lah, yg bossy lah, yg ngeluarin kebijakan gak bener lah. Lebih parahnya, ditengah pandemi covid19 ini. Pihak fakultas mengeluarkan surat edaran untuk rapat offline. Mana dekannya abis dr zona merah lagi. Buset dah parah banget. Kita tuh dosen sains tapi malah ga percaya sama covid19. Edan mah parah bgt pokoknya. Makanya aku kepikiran mau resign. Bener² butuh pencerahan banget. Seneng rasanya, ternyata banyak org disini yg masih mikir waras ttg korupsi. Soalnya di kampus aku, korupsi tuh udah kayak pintu rejeki yg lain..

  31. Avatar

    gw pgn resign udh kerja 6 tahun jd PNS,
    lulusan IT malah tukang bikin surat, laporan dan undangan

    gmn mau maju negara ini, pola karir pnsnya gk dianggap, lulusan hanya lulusan, ujung2nya tukang administrasi zzzzzzz

    Reply
    • Avatar

      Petimbangan saya resign setelah hampir 1 dekade bekerja sebagai pns juga salah satunya seperti yang anda sampaikan…stuck…mengerjakan yang tidak sesuai dengan kompetensi….setelah saya kembali dari tubel s2 juga sama saja mengerjakannya ya ngurusin surat undangan, rapat2, konsumsi, dan kerjaan2 yang sebetulnya bisa dikerjakan oleh anak smk….padahal sebetulnya banyak pekerjaan yang lebih urgent di masyarakat tapi birokrasi menghalangi….atasan lebih suka membuat program/kegiatan yang seremonial2 tidak jauh dari rapat2, pertemuan2/workshop, perjadin, atau kasarnya yang ada “uang/honor” nya tanpa melihat true sense of urgency….entahlah salahnya di mana….akhirnya saya memutuskan utk resign, menyelamatkan diri sendiri dulu

      Reply
      • Avatar

        Halo. Kondisi sama nih saya lagi Tubel tapi saya berencana resign. Apakah boleh email? Kalau berkenan, mohon Ping saya ke [email protected]. Terimakasih.

        Reply
      • Avatar

        Saya juga, ikut tubel s2 karena ingin membuat perubahan di birokrasi. Nyatanya selesai tubel kondisi kantor semakin parah. Saya juga mengajukan resign. Demi kesehatan mental dan pergi dr lingkungan yang toxic

        Reply
        • Avatar

          kalo abis tugas belajar gitu, ada peraturn harus mengabdi berapa tahun dulu gitu gak sih? apa boleh langsung resign ?

          Reply
        • Avatar

          Apa ada kontak yg bisa dihubungi kak?

          Reply
  32. Avatar

    afa kah group… boleh gabung? 082143120101

    Reply
    • Redaksi

      Silakan hubungi 081348807899

      Reply
      • Avatar

        Saya sudah latsar dari bulan mei kemaren merasa tidak nyaman dengan lingkungan yg monoton serta tidak sejalan dengan kawan sejawat di tempat kerja. Sangat ingin sekali risen sudah konsul dengan orang tua, awalnya mereka tidak menerima karena itu salah satu cita2 ayah saya melihat kondisi saya yg makin hari makin tertekan akhirnya dia merelakan. Teman yg sudah menjalani proses risen apa saya ya syarat yg harus saya siapkan untuk proses tersebut. Mohon infonya

        Reply
        • Avatar

          Mba sarah, saya juga cpns, sudah latsar bln juni. Gimana mba skrg udh ngajuin resign blm? Krn saya pun ingin resign krn bbrp alasan. Tolong sharing mba, ini nomer saya jika berkenan utk sharing 089627816129

          Reply
          • Avatar

            Mba irma, saya juga cpns, tapi belum latsar. Gimana mba skrg udh ngajuin resign blm? Krn saya pun ingin resign krn bbrp alasan. Tolong sharing mba, ini email saya jika berkenan utk sharing [email protected]

        • Avatar

          Sama mba . Saya baru selesai latsar bulan November ini,, saya juga merasakan hal yg sama,, tdk nyaman dgn lingkungan yg baru,, dan dgn teman sejawat.

          Kira2 prosesnya panjang gak ya mbak untu keluar dari PNS??status saya skrng masih CPNS

          Reply
          • Avatar

            Sama mas, mbak. Saat ini jg saya cpns dan sejak awal sudah gamau jd cpns tapi dipaksa dengan keras oleh orangtua. Waktu latsar saya happy bgt karena ketemu teman2 yg seru. Tapi saat balik ke satker saya muak sekali krn bukan masuk di formasi yg saya dambakan, harus mengerjakan pekerjaan administrasi yg menjemukan, waktu saya habis untuk mengerjakan hal2 yg malah menghambat potensi saya dan harus tahan dgn kebijakan dan birokrasi pimpinan yg kdg ga adil. Berkali2 sy sudah pikirkan untuk resign bahkan di awal saya sudah mantapkan hati untuk cabut berkas tp semua itu tertunda karena orangtua. Saya mulai merasa tdk sehat secara mental dan sangat tertekan dgn kondisi saat ini. Skrg kinerja saya sangat menurun dan mulai merasa tak punya motivasi untuk datang ke kantor. Mgkn kita bisa buat grup untuk saling menguatkan? ☺

      • Avatar

        mbak apakah saya boleh gabung grup? karena saya juga ingin resign dari cpns dan ingin mengetahui prosedur-prosedurnya

        Reply
        • Avatar

          boleh izin bergabung grup nya? terimaksih.

          Reply
          • Avatar

            Boleh izin gabung? Saya juga masih cpns dan ingin resign

          • Avatar

            saya juga cpns dan ingin resign apakah ada kontak yang bisa dihubgungi untuk sharing?

          • Avatar

            apakah ada kontak yang bisa dihubungi ? saya juga mengalami hal yang sama huhu

      • Avatar

        ini wa grup?

        Reply
  33. Avatar

    Ntah mengapa kata resign sudah terbesit di benak saya sejak dulu. Saya memang baru mengabdi 5 tahun sebagai PNS pusat yg bertugas membuat regulasi ttg pengadaan barang jasa.

    Saya masuk cpns tahun 2014. Baru beberapa bulan bekerja saya sudah merasa kurang nyaman menjadi pns di instansi tsb. Banyak drama terjadi. Untuk mendapatkan penghasilan tambahan saja harus sampai sikut sikutan. Perjalanan dinas berhari hari. Like and dislike dari pimpinan. Etc.

    Tapi saya tahan tahan sampai akhirnya saya berangkat ke Jepang untuk tugas belajar pada tahun 2017. Seusai pulang dr tugas belajar di LN tsb saya terkejut dikaitkan dengan berbagai rumor tidak sedap mengenai diri saya. Rupanya memang mungkin ada beberapa org yg memang kurang suka dengan prestasi saya di kantor.

    Alhasil pikiran saya ttg resign tersebut kembali lagi ke benak saya. Dan setelah membaca artikel ini saya jadi semakin yakin akan mencoba untuk memantapkan keputusan saya untuk mundur

    Reply
    • Avatar

      CMIIMW setahu saya kalau tugas belajar ada ketentuan tidak boleh keluar dari instansi +2 tahun setelah lulus.

      I know which institution ur talkin about. I felt that drama too. 🙂

      Reply
      • Avatar

        Haha iya, 2n plus 1 malah (n adalah masa belajar)

        Sebenarnya kalo dibilang resign dari PNS terlalu ekstrim. Mungkin resign dr instansi (mutasi) bisa jadi solusi 😆. Atau di instansi lain sama aja kulturnya

        Reply
      • Avatar

        Instansi apa kak itu?

        Reply
  34. Avatar

    saya pny pekerjaan sbg software dev gaji 3JT plus sy jg sbg content creator di salah satu skpd dgn pemasukan 1,4 jt per bulan. Saya dah merasakan kenyamanan dlm pekerjaan saya. Namun sy ada godaan utk daftar CPNS tahun ini. Andaikan sy jd asn posisi pranata komputer di salah satu Kabupaten di Jateng, apakah saya bakal dpt take home pay meningkat hingga 10 jt per bulan lebih?

    Reply
    • Avatar

      Awas prakom di asn banyak dpt jackpot jabatan prakom tapi dapet kerjaan banyak administrasi atau bikin kerangka acuan kerja, atau kontrak dengan pihak ke 3.

      Kalau mau 10 plus daftar kemenkeu mas

      Reply
    • Avatar

      Saya pns kemenkeu dengan jabatan structural. Bekerja udah diatas 10 thn. Rencana Akan resign dikarenakan ingin memulai hidup tenang..berwirausaha Dan dekat dengan keluarga. Tiada guna gaji gede selalu pindah2..jauh Dr ketenangan hati jauh Dr keluarga. Nikmat bersama keluarga tidak ternilai dengan gaji bulanan. Apalagi melihat stuasi sekarang..pejabat diistimewakan rakyat dibebanin bermacam pajak. Pns digaji Dr uang rakyat..sedetikpun waktu ataupun fasilitas rakyat yg digunakan utk keperluan pribadi Akan dimintai tanggungjawabnya..

      Reply
      • Avatar

        Ijin ibu sy jg pns kemenkeu dan berencana ingin resign. Apakah diperkenankan untuk sharing?

        Reply
    • Avatar

      hati2 bro, jabatan IT di kementerian itu rada gk jelas, ujung2nya jadi tukang ketik surat n laporan,

      Reply
      • Avatar

        Ini serius? Boleh minta kontaknya ga buat sharing? Kebetulan saya juga melamar prakom di salah satu kementerian. Mohon pencerahannya ya

        Reply
    • Avatar

      Saya bekerja di kemenkeu dengan THP diatas 10jt, dengan masa kerja 8 tahun, melihat praktik kerja di lapangan sudah muak rasanya, terlibat di dalam sistem koruptif yang dituntut menghasilkan “setoran” untuk atasan.. Jangan lah berfikir utk menjadi PNS kalo tidak siap dengan pertentangan batin, mental dan kepentingan. karena ketika sudah di dalamnya, suka tidak suka, mau tidak mau, harus ikut ke dalam sistem yang bobrok. Sudah 3 tahun belakangan merintis usaha furniture, membulatkan tekat untuk segera keluar.. Desember 2019 surat resign sudah dilayangkan, hanya tinggal menunggu SK turun..

      Reply
      • Avatar

        Setelah mengajukan surat pengunduran..sampai kapan kita masi harus masyk kerja pakah samoe tanggal surat pernyarann pengunduran diri atau samoe SK pemberhentuan keluar?

        Reply
      • Avatar

        Mas di pelabuhan atau bandara gitu kah? Kebetulan saya juga kemenkeu, dan sy perhatikan untuk kemenkeu udah better, koruptifnya nihil (di tempat saya jakpus). Mungkin di daerah masih rawan seperti itu ya?

        Reply
    • Avatar

      Belum tentu mas. Kadang pranata komputer ditempatin di bagian yang ga ngurusin IT. Susah lagi cari angka kreditnya.

      Reply
  35. Avatar

    Hidup memang meniscayakan pilihan, saya sangat menghargai pilihan penulis untuk resign dan memilih pekerjaan lain. Pengalaman seperti yg penulis beberkan pada kita boleh jadi serupa dengan sebagian dari kita, tak terkecuali saya. Adapun saya tak memilih jalan resign pada akhirnya, karena saya belajar bahwa pikiran dan kecenderungannya bukan ditentukan oleh keadaan yang kita terima. Sebaliknya, buat saya, pikiran kita adalah segalanya. Kita membentuk dan merangkainya tanpa harus dipengaruhi oleh keadaan di sekitar kita. Fakta bukanlah yang ada di luar sana, akan tetapi apa yang kita fikirkan tentangnya. Oleh karena itu saya memilih untuk enjoy dan bahagia, walau apapun yang terjadi dengan keadaan eksternal yg melingkupi saya. Dengan tak lupa selalu belajar dan belajar demi peningkatan dan pertumbuhan kapasitas diri saya tentunya.

    Reply
    • Redaksi

      Bang Utray, wah pemikiran Anda positif sekali. Dengan senang hati kami mengundang Anda menulis di laman birokrat menulis. Kategori Motivasi mungkin cocok untuk Anda. Terimakasih.

      Reply
    • Avatar

      Kalau kita ditempatkan di lingkungan dengan tim yang benar-benar toxic gimana nyikapinnya bang? tim saya atasan eselon 3 nya rese banget dan orangnya insecure, eselon 4 nya effortless padahal lulusan s2 LN dan univ top, jadi akhirnya kerjaan dilimpahin ke saya semua. Mereka nuntut banyak hal tapi ngga ngerti substansi sama sekali, sementara saya masih butuh feedback dan arahan karena baru 2 tahun kerja disini. FYI, kerjaan saya ini sebenernya sudah sesuai passion banget, tapi masalahnya di tim saya yang antikoordinatif dan jadi common enemy itu.
      saya akhir-akhir ini kepikiran untuk resign, tapi masih mencoba berdamai dengan diri sendiri karena sebenarnya saya menyukai pekerjaan ini dan bisa membuat saya terus belajar dan berkembang.
      Tapi jujur, orang2 itu bikin ngga betah dan bikin stress.
      Abang ada saran ngga gimana berdamai dengan diri sendiri? apa saya boleh give up dan harus merelakan pekerjaan ini hanya karena orang2 toxic itu?

      Reply
      • Avatar

        Sumpah, ini sama banget dengan saya kak. Lingkungan kerja toxic banget, jadi common enemy. Banyak pegawai seruangan yg gak suka entah karena prestasi atau kinerja kita lebih bagus dari mereka, dan mereka takut kehilangan duit tambahan dari kegiatan-kegiatan. Pegawai-pegawai gak guna sih, tapi berorientasi duit mulu.

        Reply
  36. Avatar

    btw nih ya, kalo udah pns trs s2 dengan beasiswa dari luar negeri.. habis kuliah mutusin mau keluar pna, kena denda apa ga ya kak ? kalo iya, dendanya berapa ya kira2?

    Reply
    • Avatar

      sepertinya kena denda, dilihat lagi aturannya mas, dari yg saya baca di instansi saya sih disuruh ngembaliin biaya yg dikeluarkan pemerintah plus 100%

      Reply
    • Avatar

      tidak ada denda utk berhenti atas permintaan sendiri.
      hanya tidak mendapatkan hak pensiun apabila belum memenuhi masa kerja 20 tahun dan umur 50 tahun.

      Reply
      • Avatar

        Ini peraturan tidak ada denda, lihat dimana y?
        Terimakasih

        Reply
  37. Avatar

    Sama kita saya PNS Juga, dari tahun 2010. Saya jadi pns dari jalur Sekdes(Sekretaris Desa).
    Yg anehnya Pns Sekdes tidak ada PrajaBatan seperti Pns umum lainnya, lewat Pns Ijazah SLTA/ Sederajad sekarang saya sudah S1, akan tetapi di daerah kami ada Perda bahwa Sekdes Pns tidak bisa mutasi dan tidak bisa ikut persamaan.
    Jadi ijazah S1 saya tidak berguna untuk menunjang karir.
    Itulah dilema saya sekarang ikutkan hati mau mundur akan tetapi Pns merupakan pekerjaan yang diidamkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia…
    Dilema!!!!!!

    Reply
    • Redaksi

      Bang Faisal, pengalaman Anda bagus tuh untuk ditulis dan disebarkan. Sampaikan gagasan-gagasan Anda dlm rangka perbaikan pembinaan sdm Sekdes. Kami mengundang Anda menulis di laman Birokrat Menulis. Kategori pengalaman mungkin sangat sesuai untuk Anda. Kami tunggu ya. Terimakasih.

      Reply
  38. Avatar

    Saya PNS sudah setahun lebih… Kemarin itu saya sakit 11 hari tapi tidak diakui karna dokter klinik… Saya mendapat SP 1( surat peringatan 1) saya jadi tidak nyaman dan ingin pindah… Pertanyaan saya,apakah surat peringatan hangus untuk tahun selanjutnya?

    Reply
  39. Avatar

    Saya CPNS 2019, karena saya Guru, rencana saya mau resign tahun depan di akhir tahun pelajaran, kalau ada yang tau prosedur dll. nya, tolong share ya..

    email saya: [email protected]

    Reply
  40. Avatar

    Saya CPNS sudah 6 bulan sudah ikut latsar pula. Tapi hampir sama Ngerasain apa dipaparkan sebelumnya 😥. Meski Tugas di daerah sendiri, tp entah knp dr awal sampai skrg belum merasakan lingkungan kerja yg nyaman, sehingga semakin kesini, rasa ingin resign pun semakin besar. Sudah dibicarakan dengan orang tua, mereka kecewa namun krn melihat tiap hari saat pulang kerja, saya terlihat muram mereka akhirnya menyerahkan semua keputusan kepada saya. Ingin resign tapi masih bingung 😥

    Reply
    • Avatar

      Samaa.. saya juga cpns mulai juni kmren dan belum latsar karna sedang cuti melahirkan.. ingin rasanya saya resign tetapi sepertinya keluarga tidak mendukung keputusan saya.. tapi keputusan saya sudah bulat, lebih baik resign daripada tidak bahagia menjadi cpns di tempat rantau.. jauh dari anak dan keluarga..

      Reply
    • Avatar

      Sama kak 🙁

      Reply
    • Avatar

      Sama kak :(.. Boleh minta alamat email kk?

      Reply
    • Avatar

      sy sudah isi form tp belum ada grup wa yg invite sy ya

      Reply
    • Avatar

      Minta tolong diinvite ke grupnya ya kak.. rasa yang sama.

      Reply
  41. Avatar

    Trnyata ada juga yg bernasib sama, sudahkah ada grup sharingnya
    Email [email protected]

    Reply
  42. Avatar

    Pada awal mula saya sangat minat jadi PNS karena tujuan saya agar saya bisa membantu masyarakat, dan saya bisa menjadi manusia bermanfaat.. ternyata sekarang Saya berniat resign dari PNS karena:
    1. Pekerjaan didominasi menjadi pelayan pimpinan, bukan pelayan rakyat.
    2. anggaran belanja terlalu di buat buat untuk hal yang tidak penting/boros(Bukan untuk keperluan rakyat, tapi keperluan birokrat, perjalanan dinas yang 50 waktu nya buat rekreasi, Biaya rapat di hotel mewah..
    3. Kebanyakan uang yang diterima adalah uang yang asal usul nya tidak jelas..
    4. Penilaian promosi jabatan cenderung mengutamakan kolusi dan keluarga, bukan kompetensi atau kinerja

    Reply
    • Avatar

      Masya Allah.. Luar biasa.. Semangaat kawan.. Memang kita telah terbelenggu dengan hal seperti demikian.. Rasa ingin merubah nya pun sangat sulit, kecuali dengan cara keluar dari zona tersebut..

      Reply
  43. Avatar

    Jika ada grup utk saling sharing ikut dong
    081256666044

    Reply
  44. Avatar

    Saya bekerja di Puskesmas menjadi bidan PTT kemenkes dari th 2007 dan diangkat menjadi PNS daerah th 2017 dan ditugaskan ditempat yang sama.
    Akhir2 ini sy merasa bosan dan jenuh dengan pekerjaan menjadi PNS karna beban kerja yang sangat banyak terlebih tdk sesuai dengan Tupoksi sy. Terlebih atasan sy yg pilih kasih terhadap staff senior yg tdk pernah dibebani pekerjaan alias makan gaji buta dan jarang hadir tetapi absensi full. Di tahun 2017 sy disaat kondisi hamil pun disuruh2 mengawasi bangunan puskesmas yg sedang di revit dan akhirnya besoknya melahirkan bayi immature dan meninggal, kemudian skrg sy sedang hamil pun tetap dibebani pekerjaan yg berat dan tdk ada dispensasi. Bahkan ada rekomendasi untuk cuti dari SPOG pun dia tdk mau meberikan cuti. Sedangkan dr bagian kepegawaian dinas kesehatan kalau cuti harus acc atasan. Suami sy nyuruh saya berhenti dari pns.. langkah pertama apa yg harus sy buat dan kemana ditujukannya

    Reply
    • Avatar

      Ikut berduka ya mba.. atas kehilangan dede nya.
      Langkah pertama harusnya bilang ke atasan mba tentang keinginan resign. Terlebih kalau dengan alasan keluarga biasanya dipermudah.
      Tapi kalau sy kemarin karena tidak mau konflik dengan kapusk, sy lsg kirim surat resign ke dinkes (sy jalur pemda)

      Reply
    • Avatar

      Apa memang seperti itu asn yg bertugas di puskesmas bekerja tidak sesuai dengan kompetensi nya ??
      Lalu apa yang nantinya akan kita laporkan kalo kita tidak mempunyai dasar untuk mengerjakan tugas tersebut. Disini saya juga galau dengan pekerjaan yang diberikan oleh atasan, saya cpns 2019 dgn jabatan perekam medis.

      Reply
  45. Avatar

    Entah knpa dari dlu pgn banget jd pns pusat, tp blm terealisasikan. Posisi skrg saya malah ketrima kerja di Perum Bulog. Kira² kalo menurut pandangan kalian, mending pns atau jd pegawai bumn ya? Mohon pencerahannya karena hati ini sungguh galau dan masih ngebet bgt utk jadi pns di lingkungan kementerian pusat.

    Reply
    • Avatar

      Saat ini saya pun demikian keadaannya, saya pingin mundur saja dari PNS yang suda saya jalani selama 20 tahun tapi ketika minta pensiun tidak di terima, malah saya kuliah lagi pun di tolak oleh pimpinan….
      Kini saya tidak tau harus bagimana saya jalani hidup ini namun ada dukungan dari istri sebaiknya seperti ini saja ketika saya mau pindah pun tidak di kasih pindah apa sebenarnya mau atasan saya ini… Saya sendiri bingung malah di beri surat peringatan secara tertulis bahwa saya harus kembali ke tempat tugas… Tidak boleh melanjutkan kuliah S2… Sementara kuliah suda di mulai…

      Reply
      • Avatar

        Saran saya lanjutkan sekolah s2 nya. Pns punya hak untuk sekolah lanjutan.

        Reply
        • Avatar

          Gimana ya caranya resign? Masih CPNS apa bisa resign? Terus apa ada denda?

          Reply
  46. Avatar

    Saya juga merasa seperti itu, kayak ada sesuatu yang membatasi saya untuk berkembang dan saya tidak bisa melawan. Terlalu takut untuk melawan, takut menerima resiko. Semoga suatu hari nanti keberanian itu muncul dalam diri saya.

    Reply
  47. Avatar

    Saya pun sama, bekerja tidak sesuai passion. Sehari hari malah jadi administratif melihat komputer terus. Tidak bisa berkembang. Yang paling parah lingkungan kerja yang saling sikut sikut an dan menjatuhkan. Menjadi CPNS/PNS itu tidak sesuai dengan apa yang kita ekspetasikan, realitanya sangat tidak sesuai. Di Instansi saya pun pengembangan karir Pns nya sangat susah, beda dengan pns murni, karena pengembangan pns di organisasi tidak berkembang, seperti katak dalam tempurung. Yang saya sesalkan kenapa instansi yang saya lamar mengajukan permintaan ke pemerintah, kalau akhirnya masih belum jelas penempatan dan tupoksi kebutuhan pns yang akan di rekrut. Sehingga CPNS yang sekarang penempatan saja masih terbelengkalai. Mau mengajukan resign tapi belum berani karena masih CPNS. Semoga Allah memberikan jalan terbaik.. Aamiin

    Reply
    • Avatar

      Saya juga merasakan hal yg sama. Sy berpikiran utk mundur, namun masih memikirkan perasaan keluarga. Karna sy tdk nyaman dgn aturan birokrasi. Kalau bukan ktna keinginan orgtua, sy tdk akan ikut seleksi ini. Enrah kapan sy berani mengambil kptusan.

      Reply
    • Avatar

      Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senatiasa memberikan kemudahan..

      Reply
  48. Avatar

    Ternyata banyak juga yg merasakan tdk nyaman atau tdk sesuai keinginan stlh mnjadi pns. Hal yg sama juga saya rasakan, sdh 10thn bkerja diswasta dan terbiasa mngejar target disisi lain juga mnambah ilmu serta pengalaman ttg desain2 bangunan, per-konstruksi-an. Nmun stlh lulus mnjadi cpns terbalik 180 drjat, mulai dr jobdesk dan penghasilan bulanan tdk sesuai harapan dan omongan org2 ttg enaknya mnjadi pns. Maaf jikalau ada yg kurang berkenan 🙏

    Reply
    • Avatar

      wah sudah 10 tahun di swasta kenapa nyoba tes cpns mas?

      Reply
      • Avatar

        Ada permintaan dr istri utk ikut tes cpns, memang pd saat itu msh kerja serabutan krna baru pindah domisili. Dan ternyata lulus disetiap tahapan tes, ini yg mnjadi dilema antara memang ditakdirkan hrs jd pegawai kah 😔 krna dr pihak melarang utk mundur.

        Reply
  49. Avatar

    Silahkan yang mau komunikasi dan sharing bersama bisa mengisi form ini ya…
    Setelah isi, kita bisa lanjutkan sharing di group WA.

    https://forms.gle/9fHe6iZwiJGKHzsWA

    Reply
    • Avatar

      Ditunggu grub ny

      Reply
    • Avatar

      Udah isi, tinggal tunggu groupnya

      Reply
    • Avatar

      Sudah di isi ditunggu grup sharingnya

      Reply
    • Avatar

      Sudah diisi, tolong diinvite ke grup

      Reply
    • Avatar

      Ditunggu grup nya ya

      Reply
    • Avatar

      Ditunggu grupnya. Biar bisa saling sharing

      Reply
    • Avatar

      saya sudah isi, mohon diinvite

      Reply
    • Avatar

      Sudah isi,mohon iji dimasukan dalam grup

      Reply
    • Avatar

      Uda diisi, ditunggu add grupnya

      Reply
  50. Avatar

    Hallo saya boleh ikut diskusi karena sedang dilema merasakan hal yg sama persis seperti cerita di atas. terimakasih sebelumnya

    Reply
    • Avatar

      sama mba bisa minta kontak. mba. saya juga masih cpns tapi sudah tidak nyaman

      Reply
      • Avatar

        Halo saya juga cpns yg mengalami hal serupa. Saya ingin ikut diskusi juga. Ada kontak yg bisa saya hubungi?

        Reply
      • Avatar

        Sama mas, saya juga.

        Reply
    • Avatar

      Masih cpns di mts luar kota, tapi saya ingin scepatnya mutasi ke skolah dlu yaitu mi di kota saya.
      Jauh dri keluarga, tdak tenang di hati dan merasa tdak nyman.

      Reply
  51. Avatar

    bersyukur aja ga perlu ngundurin diri. kalau mau sambil usaha kan bisa di sabtu minggu. atau pasangan kita yg jalanin usaha fan kita konseptornya diluar jam kerja. kan bisa. hidup dibawa simple aja.

    Reply
    • Avatar

      Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senatiasa memberikan kemudahan..

      Reply
  52. Avatar

    Wah. Banyak juga ya yg ingin mengajukan pindah. Jika ingin berdiskusi siLahkan.
    [email protected]

    Reply
  53. Avatar

    Saya ingin ikut berpendapat. Saya adalah seorang CPNS tahun ini. Awal mula saya daftar CPNS yaitu keinginan orang tua saya, padahal saya tahu instansi yg saya daftar bukan core competence rumpun pendidikan saya. Pertama kali saya ujian seleksi (thn lalu) niatnya hanya untuk coba-coba, meskipun saya jg latihan 1-2x lah. Beruntung saya lolos di SKD. Waktu mau SKB saya sudah tidak berniat melanjutkan, karna saya merasa tdk nyambung antara jabatan yg dibuka yaitu analis kebijakan, tapi mereka minta background pendidikan teknik. Tapi lagi-lagi saya tidak enak sama orang tua saya. Akhirnya saya lanjutkan setengah hati itu. Yg bikin saya kaget soal ujian analis kebijakan tidak nyambung sama background pendidikan saya. Tapi ternyata saya lolos. Lalu sampai di instansi byk hal yg bikin saya tidak terima dan semakin pgn resign darisini. Alasannya byk, ternyata saya disuruh mengurusi “kebijakan organisasi” (termasuk target,sasaran, renstra) bukan kebijakan dibidang keteknikan, senior saya seperti tidak mau tahu tentang saya dan terkesan rasis background pendidikan, selain itu jabatan saya baru di unit saya jadi tidak ada yg membimbing saya bagaimana berpikir analis kebijakan, sering kali saya merasa tidak dibutuhkan disini, karna saya merasa di prank untuk mengerjakan hal yg bukan kompetensi saya. Saya ingin mengadukan ke BKN tapi takut. Opsi lainnya yg paling kuat saya ingin sekali keluar, karna saya tidak cocok dgn sistem disini, tapi saya takut belum punya cuti karna msh CPNS seandainya mau ikut rekrutmen lagi.

    Reply
    • Avatar

      Saya jg cpns 2019, saya merasa tidak nyaman karena merasa tidak bisa jauh dari rumah saya, apakah pengajuan pengunduran diri bisa langsung di proses, atau harus nunggu ya, saya dengar seorang dosen pns harus menunggu 1 tahun dulu.

      Reply
      • Avatar

        Merasakan hal yg sama, dosen jga kah? Bisa saling share gak ya

        Reply
        • Avatar

          Bisa saling share.
          Kontak ke mana?

          Reply
          • Avatar

            Saya juga mau resign. Ada kontak yg bisa dihubungi/ forum ?

        • Avatar

          saya juga CPNS dosen 2018, saat ini saya juga mulai tidak nyaman dengan kondisi lingkungan kerja yang tidak mendukung baik regulasi, birokrasi dan lainnya. kampus saya termasuk PTNB dan lokasi nya di daerah, tidak pernah update regulasi dan cenderung mempersulit semua proses seperti pengajuan SK 100%, pindah homebase, hibah internal yang bersifat Kolusi, pimpinan yang tidak welcome dan banyak hal lainnya karena bersifat rasis. dan saya mulai berfikir untuk mengundurkan diri tapi berfikir kelanjutan masa depan keluarga kecil saya. ini membuat saya dilema akhir-akhir ini

          Reply
          • Avatar

            Bisa minta kontak nya pak? Biar ada teman saling share masalah

          • Avatar

            Sama, sy juga pns Dpk di PTS. Boleh sharing-sharing?

    • Avatar

      sya cpns 2018, sudah diterima sbg pengelola web di unit kementerian, ternyata sehari2 pekerjaan sy melaksanakan tugas dr atasan yg sifatnya administratif, pekerjaan asli sy sering terbengkalai. Saya laksanakan tugas dr atasan sebaik mungkin, namun tetap saja hati sy masih ingin sekali bekerja yg sifatnya teknikal. mau ikut diskusi dong [email protected]

      Reply
    • Avatar

      Buat rekan2 cpns 2018,sama seperti sy. Sy sudah memutuskan untuk resign dr cpns pemda.
      Awalnya sy ikut cpns bersama suami ke daerah asli kami. Ternyata yg diterima sampai akhir hnya saya. Ketika pemberkasan sudah byk timbul keraguan apakah diambil ato tidak, secara penghasilan sy jauh diatas gapok cpns. Tp keluarga ttp mendukung dan suami yg sebenarnya ragu pun menyarankan lanjut saja.
      Akhirny sy jalani,dan stres depresi melanda saya. Byk problem rumahtangga,anak, pekerjaan yg overload ditambah akreditasi yg sy benar2 tidak paham di bebankan kpd sy. 1 bulan sy jalani, sampai dititik sy tidak sanggup dan hilang arah hidup. Sy kirimkan surat resign kepada kepegawaian dinas bagian sy, info ke atasan, dan hari berikutnya sudah tidak masuk lg.
      Ada beberapa pemanggilan setelahnya dari kadinas,ka BKN,sampai SekDa. Namun jika alasan kita kuat dan sudah tidak sanggup, mereka akan mengabulkan walau dg berathati dan kecewa.
      Sy akhirnya mendapatkan SK pemberhentian secara terhormat, dan dikatakan bs mendaftar cpns 2 th berikutnya.
      Jika rekan2 lsg kabur, kemungkinan akan mendapat SK tidak terhormat dan diblackliet tdk dpt daftar cpns lg dan tidak dpt gaji.
      Sekedar sharing ya..

      Reply
      • Avatar

        klo resign scra trhormat jika msh CPNS, bsa daftar lg ya mba dua taun berikutnya?. bisa minta kontaknya mba… ada yg mau saya diskusikan. terima kasih…

        Reply
        • Avatar

          Maf tnya cpnsntaun berapa ya…kasus hmpirnsama

          Reply
      • Avatar

        Bisa sharing mbak??
        Saya cpns 2018 jg dan saat ini sudah sangat bingung spt hilang arah, mau resign tp keluarga tidak ada yg mendukung, sedangkan kenyamanan kerja semakin hari semakin tidak dpt saya rasakan

        Reply
      • Avatar

        Maaf mw nnya mbak, stlh mengajukan resign dari cpns apakah mbak ttp msuk kerja?
        Klo utk SK pemberhentiannya keluarnya brp lama ya mbak dari awal mengajukan resign?

        Reply
    • Avatar

      Hallo mas/mba,
      Saya juga mengalami hal serupa.bisa sharing via email yaa [email protected]

      Reply
  54. Avatar

    Tanpa mengurangi rasa hormat, ada satu pertanyaan yang cukup mengganjal bagi saya terkait dengan tema resign ini. Andai pada akhirnya Anda, saya atau siapapun yang memutuskan untuk resign dari PNS, mengapa dulu tidak difikirkan secara mendalam saat memutuskan untuk ikut seleksi menjadi seorang PNS? Apalagi mengingat terdapat sebuah stigma umum yg lekat dengan dunia birokrasi yg mayoritas berkonotasi negatif, sehingga hal tersebut bisa dijadikan sebuah alasan kuat bagi kita untuk tidak ikut “nyemplung” di dalamnya. Oleh karenanya saya sepakat dengan pendapat Mas Yuda Kandita, bahwa yang paling penting adalah bukan dimana kita berada, namun manfaat apa yang bisa kita berikan untuk sekitar. Wallahualam.

    Reply
    • Avatar

      Masya Allah… Mantap akh

      Reply
  55. Avatar

    Sya juga pns kementrian hukum dan ham unit kerja di lapas baru 4 bulan sya dpat sk 100 % terbesit bagi diri saya untuk resign

    Reply
    • Avatar

      Saya juga terbersit untuk resign. Sangat bertentangan dengan hati nurani.

      Reply
  56. Avatar

    Saya PNS yg sdh 19 tahun bertugas, akhirnya mengajukan resign sendiri tanpa paksaan di awal 2019 kemarin secara resmi ke BKD dan sampai detik ini SK pemberhentian saya belum juga turun. dan saya krn mmg mamtap berhenti saya tidak pernah lagi ngantor sejak memberikan surat resign itu. gaji masih saya terima krn via transfer bank dan siap saya kembalikan jika diminta.

    pertanyaan saya, apakah saya punya peluang memperoleh uang pensiun atau hak hak keuangan lainnya? krn masa pengabdian yg sdh cukup lama. gol saya IV/a.

    mohon pencerahannya ya min?

    Reply
    • Avatar

      Mohon ijin menjawab.
      Sesuai aturan yang masih diterapkan saat ini bahwa untuk mendapat hak pensiun dengan mengajuan pensiun APS (Atas Permintaan Sendiri)/ pensiun dini, dengan syarat masa kerja minimal 20 tahun dan usia minimal 50 tahun. SYarat usia dan masa kerja keduanya harus terpenuhi.
      Memang di pp terbaru menyebutkan syarat pensiun APS usia minimal 45 tahun dan masa kerja minimal 5 tahun, tapi sampai saat ini belum dberlakukan.

      Mohon koreksi kalau saya keliru.

      Reply
    • Avatar

      Dapat, mas.. urus saja ke taspen.
      untuk syarat2nya bisa digoogling untuk PNS yang berhenti.
      Tapi bukan uang pensiun yang dibayarkan setiap bulannya tapi sejumlah uang atas hasil pengelolaan investasi kita atas uang pensiun yang dipotong tiap bulan..
      Jumlahnya nanti bisa dikira2 oleh pihak taspen dan dapat sekalian sebagai uang THT dan dana taspen..

      Reply
    • Avatar

      minimal 20 tahun batu bisa ngajuin pensiun dini om

      Reply
    • Avatar

      masih kok mas dapat uang pesangon, tinggal urus aja ke taspen stelah surat SK nya turun.nilainya emg ga gitu seberapa, karena itu dihitung dari jumlah uang pensiun yg ditarik dari gaji kita tiap bulannya sampai SK sudah di tangan. saya dlu pernah ikut sosialisasi langsung dari TASPEN terkait peraturan tersebut. klo uang pensiun yang dibayarkan tiap bulan memang ga dapat.

      Reply
  57. Avatar

    Aslm.apakah dengan kita risign akan mendapatkan uang pesangon/ hak taspen kita,mohon pencerahan nya,mksih.

    Reply
  58. Avatar

    Selamat siang, saya PNS di salah satu kementerian yang baru dapat SK pns di awal tahun 2019 ini (cpns 2017), saya ingin resign karena walaupun penempatan di ibu kota,saya harus pergi ke luar kota setidaknya 2 kali sebulan, kalo dihitung hanya sekitar 1 minggu saya ada di kantor. Saya merasa waktu bersama keluarga jadi sangat berkurang, apalagi keluarga tinggal di kota yg berbeda.Yang ingin saya tanyakan :
    1. Apakah ada penalti untuk PNS yang mengundurkan diri?
    2. Bagaimana prosedur pengunduran diri yg bisa saya lakukan?
    Terimakasih.

    Reply
    • Avatar

      1. Untuk penalti tergantung dari perjanjian dengan instansi, biasanya sebelum diangkat sebagai CPNS/PNS terdapat syarat tidak mengundurkan diri selama berapa tahun dan biasanya ijazah ditahan. Atau ketika kita mendapatkan beasiswa ikatan dinas, maka akan dikenakan pinalti untuk ganti rugi selama pendidikan. Namun, jika tidak ada ketentuan/menjalani ikatan dinas seharusnya tidak dikenakan pinalti.

      2. Untuk prosedur yang dilalui sebenarnya cukup simple. Sebagai PNS kita mengajukan surat pengunduran diri kepada pimpinan. Jika terdapat pinalti akan keluar surat berapa yang harus kita bayar, lalu kita bayar ganti rugi. Setelah bayar ganti rugi, kita kirimkan bukti pembayaran kepada biro keuangan dan biro kepegawaian. Proses pengunduran diri diproses oleh biro kepegawaian. Namun, selama SK pemberhentian belum turun, kita masih diwajibkan untuk bekerja di kantor tersebut. Untuk lamanya proses tersebut, tergantung pada kementerian/lembaga masing2.

      Demikian, semoga membantu.

      Reply
      • Avatar

        Selamat malam mas, saya pak adi, guru dg pangkat IV/a, sdh 19 th mengabdi dan dr Denpasar bali. masalah resign, saya juga sdh mengirimkan surat pengunduran diri saya sbg pns bulan januari 2019 kemarin dan sampai saya ketik ini, saya belum terima SK pemberhentian saya sbg pns. dan kemarin Kepala sekolah saya menelfon saya dan meminta saya untuk membuat surat pernyataan lainnya yg menyatakan bahwa saya siap mengganti gaji yg sy masih terima dr januari 2019 lalu sampai ,mei 2019 ini. dan sekaligus menyiapkan uangnya dan diberikan ke bagian tata usaha sekolah utk dilanjutkan ke dinas terkait.

        nah yang jadi pertanyaan saya mas, apakah mmg perlu surat ini saya buat dan uangnya sekaligus juga saya sertakan? atau apa tdk sebaiknya saya tunggu SK dr BKD dan nanti jika memang ada brp pengembalian uang yg harus dikembalikan jelas, baru saya kembalikan saat itu agar juga jelas pertanggungjawabannya.

        jujur begitu saya menyerahkan surat pengunduran didri saya bln januari kemarin, saya sdh tdk pernah ke kantor lagi, krn mmg niat saya total berhenti dr pns. saya lebih memilih menjalankan usaha kuliner mas dan saya bersyukur usaha ini berjalan baik.

        Mohon penjelasannya ttg pertanyaan saya diatas. dan terimakasih banyak.

        Reply
        • Avatar

          Kalo surat pernyataan, gapapa bapak buat saja. Tapi mengenai uang lebih baik jangan disetorkan dahulu menunggu SK pemberhentian keluar dan menunggu tagihan..
          Karena saya juga kemarin aad pengembalian kelebihan gaji.

          Reply
        • Avatar

          Malam saya ikut komen ya mas , saya juga mengundurkan diri dari pns dan sk pengunduran diri diserahkan ke kantor saya dari pusat bulan mei 2019 dan didalam sk tertera tmt pengunduran diri sejak januari 2019. Dan selanjutnya untuk proses pengembalian gaji ada surat dari kppn dan saya tranfer sejumlah sejak tmt pengunduran diri tersebut. Jadi proses pengembalian gaji lebih aman nunggu sk keluar saja dl

          Reply
          • Avatar

            Mba titien, sudah brp lama jd PNS nya mba? Berasal lama pengajuan suratnya sampe kluar SK pemberhentian nya? Krn saya rencana jg mau resign.

        • Avatar

          Saya PNS sudah 10 tahun. Hidup seorang diri jauh dr keluarga di pulau seberang. Mulai awal tdk pernah merasakan nyaman bekerja, selalu ada pergolakan batin… Sampai akhirnya tahun ini ibunda saya meninggal dunia. Dg situasi pandemi, saya tdk sempat merawat ibu, bahkan melihat wajahnya untuk terakhir kalinya saya nggak bisa. Saya berfikir, prestise, materi yg saya dapatkan dr PNS tidak sebanding dg waktu yg sudah saya lewatkan selama 10 tahun, dimana saya tdk dapat berbakti dg maksimal kepada ortu saya. Skrg tinggal ayah saya yg sudah tua dan harus seorang diri mengurus bisnis keluarga. Bismillah insyaallah saya akan mengurus resign secepatnya guna mengabdikan diri untuk keluarga. Merawat bapak yg sudah tua, dan membantu bisnis keluarga…

          Reply
      • Avatar

        terimakasih banyak atas informasinya.

        Reply
    • Avatar

      Kalo sudah diangkat PNS mengajukan saja pindah mengikuti suami. Pasti diijinkan kok. Yg penting lokasi tempat kerja yg dituju seperti kanwil atau pemda ada slot nya. Jika sana sudah ok, tinggal mengajukan pindah ke instansi asal

      Reply
  59. Avatar

    Mohon maaf sedikit berbeda pandangan…mungkin bagi kita yang masih mempunyai idealisme dan bisa mengenggam erat idealisme itu tetaplah bertahan…kalau semua pegawai yang mempunyai idealisme resign maka nanti birokrasi hanya akan diisi oleh sosok yang bekerja hanya menghabiskan anggaran tanpa ada manfaat berarti buat masyarakat. Memang kondisi belum ideal, bersabarlah sambil menunggu waktunya.., mulailah saling berbagi dengan pegawai lain yang mempunyai idealisme sama, buka jaringan dengan pegawai lintas instansi…saling menguatkan. ….Ini adalah bentuk perjuangan kita untuk kebaikan negara dan rakyat yang kita cintai.. , ingat kita hanya berkorban waktu dan pikiran, tidak sampai berdarah-darah seperti pendahulu kita yang mengorbankan harta dan nyawa untuk kebaikan kita sekarang. Justru ditangan kita lah harapan masyarat itu disematkan..mari terus berjuang sampai akhir hayat…

    Reply
    • Avatar

      Buat penulis atau siapapun yang bersedia diajak diskusi (sudah maupun ingin resign pns) , minta email kalian dong… saya tahun ini cpns dan mulai merasa tdk nyaman dgn pekerjaan cpns ini. Terimakasih bnyak

      Reply
        • Avatar

          ijin ingin ikut berdiskusi juga

          Reply
        • Avatar

          Saya juga ingin resign dari CPNS.

          Reply
      • Avatar

        [email protected]

        Boleh email ke alamat tersebut jika ingin diskusi..

        Reply
        • Avatar

          boleh dong diskusi kan saya PNS jalan 3 tahun ingin resign juga kayaknya karena lingkungan organisasi kurang care dan menghargai pegawainya ditambah saya jauh dari keluarga saya sekarang

          share kesini juga ya : [email protected] kalau bisa bikin grup mailing list aja

          Reply
    • Avatar

      Mohon maaf pak,
      Mungkin kita sedikit berbeda pandangan tentang “idealisme” bagi saya, resign maupun bertahan bukanlah idealisme. Tapi hidup adalah pilihan, mau mempertahankan idealisme (yang mungkin tidak sesuai dengan kenyataan) dengan tetap di dalam tapi tertekan dan bahkan bisa saja bersikap apatis (bahkan kita sendiri tidak tahu apakah mental kita kuat, atau bahkan pada akhirnya idealisme itupun terkikis) atau mempertahankan idealisme tapi keluar dari birokrasi tersebut? Hidup itu pilihan, dan masing-masing dari kita ketika sudah memilih, seharusnya paham akan konsekuensi yang kita ambil.
      Bagi saya, bentuk tanggungjawab kita sebagai warga negara tidak harus terlibat di pemerintahan kok, karena setiap warna negara pasti mempunyai perannya masing-masing. Dengan tertib bayar pajak, tidak merusak fasilitas umum, dan bahkan hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan adalah suatu bentuk kebaikan demi rakyat, bangsa, dan negara tanpa harus terlibat dalam pemerintahan..

      Namun begitu, saya selalu salut dengan teman-teman yang masih bertahan di pemerintahan dengan tetap memegang teguh idealisme mereka..

      Reply
    • Avatar

      waduhhh mas rasa mandi darah tiap hari jalaninya letih lahir batin

      Reply
    • Avatar

      Sepertinya sbg PNS sya cukup bersyukur ya, jika membaca komen teman2, sya sdh 9thn sbg PNS. Memang 1 thn pertama sbg CPNS membuat frustasi sya pun dulu begitu karena tidak ada tupoksi yg jelas. Tapi ketika sdh diangkat PNS, ritme pekerjaan mulai jelas dan pada tahun ke 5 sya mendapat beasiswa full dari kementerian tempat sya bekerja utk menempuh S2 Yg Alhamdulillah saat ini sdh selesai. Tuk tmen2 CPNS jgn berkecil hati terlebih dahulu, memang pada awal2 seperti itu nti setelah 1 thn pasti akan diberdayakan kok, smua CPNS sya rasa sama. Jika bingung mengerjakan apa cobalah inisiatif minta pekerjaan ke pimpinan, tak ada salahnya bukan jika kita yg jemput bola, toh kita sudah digaji oleh negara. Sekaligus untuk menunjukkan kualitas pekerjaan kita ke pimpinan. Jika memang beliau nilai baik, jgn khawatir, kita pasti akan diberdayakan. Tetap semangat!!!

      Reply
    • Avatar

      Saya pun demikian.

      Berbeda. Idealis. Tidak berarti kita harus “hanya” punya satu opsi, yaitu resign…

      Namun demikian, keputusan resign ada pada individu masing-masing.

      Apa yang saya lakukan, berbeda dengan “penulis”.

      Saya idealis. Saya berbeda dengan rekan PNS lainnya. Bahkan, saya cenderung tidak selalu berada pada arus yang sama dengan rekan PNS lainnya. Semua itu tetap saya lakukan hingga hari ini sejak 25 lalu saya jadi PNS.

      Seringkali apa yang saya lakukan, jadi buah bibir diantara rekan PNS lain. Karena saya tetap melakukan tugas yang diberikan oleh atasan, apapun itu. Bahkan tugas-tugas yang tidak disukai oleh rekan-rekan PNS lain, yang diserahkan kepada saya, saya jalani semuanya.

      Saya terus menggali potensi diri saya. Kebetulan saya menyenangi dunia IT, sehingga banyak tugas dan pekerjaan dibidang IT saya kerjakan, tanpa peduli ada “ceperan”-nya ataupun tidak. Saya pernah jalani tugas “teknis” dilapangan, menjalani pekerjaan administrasi, bidang kepegawaian, persuratan, membuat laporan keuangan kantor, membangun jaringan internet kantor, membuat aplikasi dan website, hingga banyak tugas lain yang bahkan tidak ada hubungannya dengan latar belakang pendidikan saya. Semuaitu saya jalani saja sesuai dengan idealisme dan kemampuan saya.

      Satu hal yang selalu saya lakukan adalah, saya selalu cepat dalam menyelesaikan tugas yang diberikan atasan. Bahkan seringkali rekan-rekan saya “tidak suka” dengan cara kerja saya yang selalu cepat ini. Bagi saya tugas yang dapat dikerjakan dengan cepat dan mudah,kenapa harus dibuat lama? Kadang saya juga tidak mengerti, kenapa rekan-rekan lain mengerjakan sebuah pekerjaan mudah, hingga berhari-hari. Padahal itu dapat saya kerjakan dalam 1 sampai 2 jam saja. Whatever. Itulah saya. Kerjakan saja. Biar TUHAN yang menilai.

      Saya beranggapan, jika saya idealis dan berbeda dalam cara kerja saya, biarlah itu demikian. Karena itulah diri saya.

      Bagi saya, yang disebut perjuangan adalah kondisi dimana kita berada pada posisi “arus” yang tidak sama dengan kebanyakan orang. Anti mainstream. Tapi tidak harus ekstrim.

      Saya lakukan semua tugas dan tanggung jawab saya dengan sebaik mungkin, sesuai talenta yang ada pada saya, dan harus cepat selesai. Itu prinsip saya.

      Seringkali, ada tugas dan pekerjaan baru, yang terkadang ditolak oleh rekan-rekan PNS lain, karena alasan “Tidak tahu, tidak mampu, tidak punya referensi yang lengkap, dan tidak tidak lainnya”. Mirisnya, kebanyakan mereka adalah jebolan S2 yang masih fresh. Lucunya lagi, tugas yang mereka kerjakan justru diminta oleh pimpinan untuk saya koreksi… Kadang saya pengen ngakak… karena saya hanya lulusan SMA kejuruan. Ini aneh bagi saya. Pekerjaan yang begitu mudah, dalam koreksi saya hanya 50% yang tepat. Sisanya “ancur”. Saya tidak ekstrim dalam menilai, terlepas dari dia seorang SMA, S1, S2 atau apapun itu. Obyektif tetap nomor 1.

      Saran saya. Silahkan kita tetap idealis. SIlahkan kita tetap berbeda dalam cara kerja. Sepanjang selalu bermula dari niat baik dan positif untuk kemaslahatan masyarakat – yang kita layani – maka lakukan tugas itu dengan sebaik-baiknya.

      Menjadi PNS adalah lahan “perjuangan” kita para IDEALIS untuk membuat perubahan dari dalam. Jika kita tahu, bahwa sistem yang terbentuk selama ini “ancur”, ayo kita berjuang bersama untuk mengubahnya melalui cara kerja “Idealis” kita. Ini jamannya. Ini waktunya. Dunia telah berubah. Pola lama sudah mulai ditinggalkan. Jangan biarkan pola lama yang ancur ikut ber-manifestasi menjadi lebih canggih dan hebat dari “cara kerja dan cara pikir idealis”. Justru kita para idealis yang harusnya “dobrak”, “bongkar”, “tata ulang” pola lama yang kadung rusakkan akhlak.

      Ayo kita berjuang dengan cara IDEALISME positif kita untuk kemaslahatan Indonesia dimasa depan. Indonesia milik anak cucu kita. Jika kita idealis, maka itu baik untuk kita terapkan dalam cara kerja kita. Lakukan saja. Lakukan itu untuk kebaikan Indonesia dimasa depan.

      That’s it!!

      Reply
    • Avatar

      betul sekali, saya kahwatir nantinya birokrasi hanya diisi oleh orang-orang dengan kualitas kompetensi dan moralitas yang rendah. Mau dibawa kemana negara ini nantinya? Yang penting menurut saya, ide, gagasan atau apapun harus mulai “disebarkan” ke dalam lingkungan PNS itu sendiri. berat itu pasti, tapi akan lebih berat jika kita berhenti berharap

      Reply
  60. Avatar

    Saya masih cpns mas dan mbak. Tapi sk nya masih belum keluar. Sedangkan saya udah merasa pns bukan passion saya. Apa bisa ya mundur sebelum atau sesudah sk keluar? Ada penalty nya apa ngga ya?

    Reply
    • Avatar

      Saya juga demikian mas, saya juga cpns. Ingin rasanya juga mengundurkan diri karena memang tidak sesuai passion. Tapi untuk mundur dari cpns harus pikir2 mas karena akan membuat kita kena sanksi tidak boleh mendaftar pada cpns selanjutnya. Tidak ada denda.

      Reply
      • Avatar

        Sudah 2 hari ini saya masuk kerja di sebuah instansi daerah. Namun entah mengapa rasa ingin mundur terus meningkat. Bukan masalah gaji, tapi lebih kepada prinsip dan passion yang belum atau bahkan tidak cocok. Saya sangat bingung apa yg harus saya lakukan.

        Reply
        • Avatar

          saya cpns, sudah tugas kurang lebih 2 bulan di instansi pusat.
          saya merasa ini sama sekali bukan passion saya. dan PNS ini menumpulkan cita-cita saya. saya merasa cita-cita saya makin jauh.
          ingin sekali resign, tapi masih khawatir.

          Reply
          • Avatar

            me too :'(

          • Avatar

            Jangan bekerja jika tidak ikhlas.
            Jangan menghalangi rejeki orang lain yang bercita cita menjadi PNS dengan menduduki kursinya.

        • Avatar

          Sama jd reign?

          Reply
    • Avatar

      saya udah pns 5 tahun. masuk dari tahun 2014 dan akan resign akhir tahun 2019 ini. saya skrg lagi ngumpulin modal dlu buat buka usaha kuliner nantinya.
      Kenapa saya resign?! krn saya jauh dari keluarga dan anak istri. kenapa keluarga tdk diboyong lho?! krn saya pnya keyakinan suatu saat akan bisa diacc mutasi ke kampung halaman seperti kawan2 saya sebelumnya. Tapi nyatanya tidak!! ada satu kawan saya laki2, anak istrinya diboyong ikut Toh bisa diacc mutasi. sedangkan saya kenapa tdk diacc2 sampai skrg!
      ya memang sedikit emosi dan kecewa. Tapi toh hidup adalah pilihan dan hanya sekali krn kita sebagai manusia punya ketrbatasan waktu yg gak akan bisa diulang lagi.
      belum lagi kita (aku dan istri) LDR an, otomatis nafkah buat 2 dapur dan tiket pesawat smakin mahal juga. ya untung aja istri msh membantu saya kerja sebagai perawat. tapi hidup adl pilihan dan saya ingin bahagia. itu saja.
      aku sudah tidak sabar menunggu bln oktober 2019 utk mengajukan resign. nanti mulai resign ditulis tanggal 30 desember 2019. biar kantor bisa cari pengganti saya.
      kenapa resign sekarang?! krn saya punya keterbatasan waktu. tahun depan umurku sudah 35 tahun. udah semakin tua. kalo gak sekarang ambil keputusan nantinya akan semakin berat. krn fisik smakin lemah dan kebutuhan anak2 smakin besar. harus cepat ambil tindakan!
      doain aku ya kawan2. biar usahaku lancar dan istri/ mertua mau menerima keputusanku ini.

      Reply
      • Avatar

        saya pemuda 22 tahun lulusan STAN (instansi kedinasan dibawah kementrian keuangan) akan tetapi penempatannya bukan di kementrian keuangan. saya tidak menyangka kalau penempatan saya bukan di kementrian keuangan karena ini kebijakan baru bahwa kementrian lain meminta lulusan stan untuk mempercepat birokrasi keungan. sudah 5 bulan ini galau sekali selalu ingin resign dari sini. saat ini saya pns di kementrian kesehatan.. saya galau sekali karena disini saya tidak bisa mengembangkan potensi saya karena basic saya keuangan. disini yang didukung dan difasilitasi habis-habisan adalah tenaga medis.. bagaimana menurut teman-teman?

        Reply
        • Avatar

          Di kementerian kesehatan, di biro apa mas? Saya kira di kementerian sekarang ini sedang sangat membutuhkan tenaga yang ahli tentang keuangan. Mungkin bisa cari informasi seniornya di bagian keuangan, atau Itjen nya bagaimana prospek tenaga keuangan di kementerian tersebut.

          Reply
      • Avatar

        Wah, usia dan penerimaan pnsnya sama mas. Saya juga berfikiran sama, “mumpung masih muda, anak juga masih kecil, jika tidak sekarang, kapan lagi?!”

        Hanya saja, sebelum jadi pns 2014, saya menjadi tenaga ahli geofisika baik konsultan maupun kedinasan mulai tahun 2009. Saya berfikir untuk kembali kedunia saya dahulu sebelum keahlian tersebut luntur tertelan waktu.

        Salam kenal, dari kota arema.

        Reply
    • Avatar

      Jd keluar kh msh.. saya jg ms ky smpean

      Reply
  61. Avatar

    Sy jg pengen resign.. sudah 5 tahun pns d rsud.
    Hanya terima gaji dan lihgkungan yg sangat tdk nyaman..

    Reply
  62. Avatar

    Saya bekerja dikejaksaan sejak tahun 2005, saya sekolah lagi sarjana dan penyesuaian ijazah lulus naik golongan III a, dan ingin berkarir jaksa harus tes kembali, namun berkali kali saya gagal, ditambah aturan baru jaksa diterima dari cpns lulusan sarjana, seperti saya dari penyesuaian ijazah sudah tertutup, selesailah karir diinstitusi tersebut, kadang lucu pangkat staf dengan kasinya sama.. yang membedakan hanya status dia tata usaha dan jaksa, adanya pengkotak kotakan antara jaksa dan tata usaha membuat saya jenuh… bekerja 15 tahun sampai dengan sekarang tidak ada peningkatan, sampai ada teman saya smpai pensiun dengan golongan III c tetap berjudul staf… namanya bekerja pasti ingin karir dan peningkatan hidup yang dapat dibanggakan dimata keluarga, namun tidak adanya kejelasan membuat saya ingin hidup lebih baik, namun keluarga masih melarang saya resign, akan tetapi apabila saya jalani kehidupan saya monoton dan tidak ada peningkatan… semoga teman teman ada pencerahan

    Reply
    • Avatar

      Kang Zaenal abidin, SH bisa email saya ke [email protected]

      Nuhun. Saya dr kejaksaan jg..

      Reply
    • Avatar

      sama Pak, instansi saya juga ada pengkotak2an jabatan. Yang mreka dengan jabatan utamanya (walopun baru saja diangkat PNS dan golongan 3a), gajinya bisa 3x lipat dari PNS staf biasa, belum lagi tunjangannnya juga 2 digit sendiri walopun masih benar2 baru dan freshgrad. Kesejahteraan secara ekonomi benar2 jomblang. Belum lagi mereka jg cenderung menspesialkan status mereka. Sedangkan kesejahteraan staf yang biasa ga gitu diperhatikan. Entah apa yang salah dengan sistem di instansi saya.. Hingga staf kedudukannya disisihkan.

      Reply
  63. Avatar

    Saya juga merasa pengin resign dr pns, tapi suami belum merestui.

    Reply
  64. Avatar

    Saya mau minta pedapat mba /mas yg pernah bekerja sbg pns.. skrg ini saya kerja perusahaan migas dgn gaji 15jt/bln misal saya banting setir jd pns kira2 mengenai gaji gmn.. apakah bisa menyamakan gaji saya di perusahaan swasta karena saya sdh bekeluarga.

    Reply
    • Avatar

      Bersabarlah dalam pekerjaan anda selama memang itu pasion mas reza. Jangan terburu buru memutuskan, karena kalau sahabat saya malah melakukan sebaliknya, dari birokrat menjadi profesional migas

      Reply
    • Avatar

      tidak bisa sama kalau pns daerah kecuali dki hanya sebesar Rp 3.700.000 gol iiib masih staf dan belum menikah. kalau sudah menikah punya anak 2 orang dan jabatan kepala seksi mungkin kisaran Rp 6-7 juta gaji pokok, tunjangan anak, TPP dan Tunjangan Jabatan

      Reply
    • Avatar

      Jangan mas, di pns penghasilannya untuk pns baru S1 gaji+tunjangannya kurang dari 1/3 gaji mas skrg.

      Lebih baik berjuang bangun usaha.
      Berdoa minta diberi petunjuk
      Usaha apa yang baik dikerjakan.

      Reply
    • Avatar

      jangan jadi PNS mas.. tetap pertahankan gaji PNS kecil.. sy sudah 15 tahun jadi PNS tidak ada perkembangan dan perubahan baik kesejahteraan maupun karir, sy saja mau resign naik pangkat selama 4 tahun naik paling 200 ribu.. gaji mas sudah besar dibandingkan saya..

      Reply
      • Avatar

        Saya ibu2, PNS sudah 11 tahun, pendidikan S2, kerja sebagai tenaga administrasi di sekolah,tahun depan gol.3d,tapi jenuh krn tidak ada perkembangan, wawasan dan pengetahuan di tempat kerja, sy sehari2 bertugas membuat surat dispensasi siswa, surat2, arsip, mengurus kepegawaian kenaikan gaji berkala, dll. Mau pindah sulit Krn Setelah peralihan ke provinsi, di kabupaten UPTD provinsi jg ditiadakan. Di instansi lain yg ada UPTD provinsinya sy juga yakin pasti SM juga gk ada perkembangannya. Mau bertanya , bingung harus kepada siapa, saya di kabupaten,kantor provinsi 10 jam waktu tempuh perjalanan naik darat. Sy bingung apa yg harus sy lakukan. Kepsek SDH pernah sy tanyai tapi sy malu sendiri, Krn terkesan sy ngejar jabatan, beliau lebih respek sama guru bahwa guru adalah org2 mulia, padahal sy hanya ingin bkerja sesuai apa adanya saya yg bukan guru/ jadi diri sy sendiri. Masa S2 dan gol.3c cuma jadi adminstrasi sekolah terus? Itu cocoknya PNS lulusan SMA. Sy merasa rugi dan dikerdilkan oleh keadaan ini. Nda semanagt tapi hrs tetap bekerja utk melayani org2. Saya TDK bahagia dengan pekerjaan saya.

        Reply
    • Avatar

      Kalo orientasi sebagai PNS untuk mengejar gaji yang setara dengan perusahaan migas sepertinya jangan terlalu berharap, kecuali PNS kementrian keuangan pada posisi tertentu THP nya mungkin akan sama dengan gaji sekarang.

      Reply
    • Avatar

      jangan dah mbak saya sebelum pns kerja di bank harapan jadi pns pola karir lebih pasti tetapi setelah jdi pns malah mengalami derepsi seperti cerita di atas sekarang mutasi sana mutasi sini sambil cari haluan selanjutnya

      Reply
  65. Avatar

    mundur semata tidaklah cukup
    kebermanfaatan yang paling utama
    di dalam atau di ruang birokrasi, maka menjadi pilihan yang bertanggung jawab

    Reply
    • Avatar

      Saya juga pengen resign, saya sudah 5 tahun bekerja sebagai Cleaning Service di kantor pemerintah, saya bekerja sebagai karyawan outsorcing, banyak masalah yang saya hadapi, seperti ruangan kantor yang selalu berantakan, dan pekerjaan lain seperti membelikan sesuatu, mengganti bola lampu, memperbaiki kursi atau meja yang rusak, menguras kolam ikan, membersihkan aquarium, mengecat. dll…

      Sepertinya para PNS tidak mampu menjaga kerapihan areal kerja atau meja mereka sendiri, padahal banyak dari mereka sedang tidak ada pekerjaan, hanya browsing internet atau posting comment di handphone, atau posting comment seperti pada blog ini… Namun saya masih bermimpi pengen jadi PNS.

      Saya sudah membulatkan tekad, akan resign dari pekerjaan saya. Kemarin saya lihat ada lowongan CPNS 2021, saya pengen ngelamar jadi PNS, bagi yang pengen melamar CPNS, boleh sharing dengan email saya…

      Reply
  66. Avatar

    Saya suka sekali dengan tulisan tersebut. Serasa ada teman senasib.
    Saya dulu masuk pns juga sempat stress. Karena sistem dibuat untuk menjadi karyawan yang bodoh & mematikan kreativitas.
    Indikator kinerja masih sebatas absen rutin, tanpa tanggungjawab produk hasil pekerjaan.
    Karyawan yang melejit karirnya tidak berdasar prestasi kerja, namun berdasarkan sesuatu yang taboo dan tidak etis kalau diungkapkan.
    Pernah berandai-andai kalau saja setiap penilaian kinerja karyawan berdasarkan apa yang dilakukan, pasti orang tidak akan sibuk absen, melainkan sibuk bekerja.

    Reply
    • Avatar

      tergantung pns mana anda berada..pns pusat tdk akan sebesar itu,kec kemenkeu dan jajarannya..pns pemda DKI lah yang anda cari krn pns tsb gajinya min.12 juta…saya pns pusat dgn gol IIId kalah jauh dg istri yg hy gol IId..lebih besar istri saya 2x lipat..

      Reply
    • Avatar

      Kok saya juga merasakan demikian ya, pns tp derajatnya lebih rendah dibanding pegawai kontrak 🤣. Beban mental sekali… ingin resign tp msih nunggu dpt pekerjaan lainnya. Saat ini disabar2in saja dulu walaupun ini tidak gampang 😭 dan sangat membuat stress 😭😭😭😭

      Reply
      • Avatar

        Bahhahaa iya mba benerrrrrr. Apalagi kalau itu pegawai kontrak bawaan orang dalem. Ya anak Pejabat lah..pokoknya ada yang bawalah. Kita mah yang PNSnya kalah dah. Lebih pinter cari muka yang kontrak

        Reply
        • Avatar

          Jangan salah mas, di Daerah timur justru yang pegawai Kontrak/honorer itu yang penghasilan banyak. Ntah darimana aja sumbernya, mobil kok bisa ada 3 unit, padahal masih muda dan baru bekerja 4 tahun. Masuk ke sana pun karena ada pamannya yang merupakan kepala bidang. Amit-amit, kok gini-gini amat yang birokrasinya.

          Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sekilas Pergerakan Birokrat Menulis

Galeri Buku

Event

Diskusi STIA LAN

Diskusi Makassar

Diskusi Tjikini

Kerja sama dengan Kumparan

Mengikuti Kompetisi Riset KPK

Narasumber Diskusi Publik UGM

Diskusi Kelas Online

Popular Post

error: