Air Mata Gunung Sahilan

pagi masih belia ketika setitik embun mencium bibirku tak ada daun yang gugur ketika itu angin berdiri mematung merangkai bait puisi di keheningan mengenang potongan mimpi tentangmu semalam   ini pagi yang sama saat lututku terasa goyah menopang keinginan menggebu di...

Janji Para Bedebah

Saat kuasa sudah menyandera Bahkan jiwa menjadi niaga Mendapatkan tahta yang penuh dengan darah Aku tahu, engkau tahu, semua juga tahu Kalau semua di atas kertas hanyalah jadi pembatas Antara mimpi dan realita Sampai sumpah dan serapah menjadi nyata Tapi sayang maumu...

Cintaku Tanpa Syarat

Cinta itu tumbuh saat mataku masih terpejam Awalnya kuyakini akan ku simpan di hati Tak kubiarkan  seorang pun mengintipnya Tapi ketika ku terjaga Dirimu ikut memupuk, menyiram, dan merawatnya   Kebahagiaan yang tak bisa kusembunyikan Ini adalah anugrahMu Itu yang...

Penyakit Usia Lima Puluhan

saat kecil tak punya apa-apa tumbuh remaja banyak cita lulus kuliah dapat kerja lalu membangun keluarga memberi cucu untuk orang tua   begitu ‘kan biasanya? begitu pada umumnya   saat kecil aku ingin ini dan itu asal memainkan telunjuk tanpa beban tanpa terbesit...

Mandalika

aku mencari senyum polos anak-anak di pantaimu, Mandalika wajah mereka memerah terpajan sinar mentari berlari-lari mengejar turis menjajakan pernak-pernik gelang, kalung, dan tumpukan tenun tak kenal lelah menjemput rezekiNya Mandalika kecantikanmu terhampar indah di...

Senyum Yang Kurindu

di tepi kawah yang berpijar izinkan kukenang kembali senyummu meski aku gagal memilikinya kurangkai sosokmu di benakku kubiarkan terikat di dalam angan agar aku tetap bisa memelukmu dadaku sesak direjam kehilangan sepi mengabut di mataku sukma serasa tercabut dari...

Bukan Penampilan yang Menyelamatkanku

Saat itu, tak seperti dulu Semuanya serba kaku Atasan dan teman menjauhiku Aku serasa di tempat yang baru Tak sepatah pun kata menyapa Hanya tatapan penuh curiga Senyum terpaksa pun kutrima Seolah aku makhluk hina Bak pelaku tindakan tercela Ya Ini bukan salah...

Potret

Aku lihat Ia tengah menyiapkan kameranya Untuk memotret wajah pemerintah   Aku ragu Ia akan mampu menampakkan fakta sebenarnya Setelah kusaksikan lensa yang ia pilih   Aku yakin Ia hanya akan mampu mengambil gambar pembangunan Dalam bentuk jalan dan jembatan Yang...

Dilema Ibu, Dilema Kami

Satu per satu Kami lahir dari rahimmu Satu per satu Kami menikmati limpahan kasih sayangmu   Dahulu Sungguh engkau seorang perempuan tangguh Berjalan kaki setiap hari dari rumah ke pasar Tak peduli telapak kakimu menebal, bersisik, dan kasar Tak sekalipun engkau...

Netralitasku, Keberpihakanku

Genderang perang ditabuh waktu Kilatan pedang bercampur mau Baliho dan medsos bahu membahu Semua ingin jadi pemimpin baru   Jurus berpadu penuh strategi Tim sukses berjuang demi raih mimpi Paslon sudah pasti memantaskan diri Agar rakyat memberikan simpati   Persaingan...

123
error: