Elegi untuk Kucing yang Mati Terlindas di Jalan Tol

by | Jul 7, 2025 | Sastra | 0 comments

Tanpa aku tahu

Kurasakan sensasi menginjak sesuatu

Ternyata itu jasadmu

Berlumuran merah terbujur kaku

Ditabrak orang kabin yang lalu

Tanpa ada yang tau

Kuraungi keadaanmu tergeletak terpijak

Terbaring terhimpit tergilas

Bergulung tercabik terkoyak

Di jalan seharga peradaban

Tanpa ada air mata

Kusimpan tangis dalam tragis bayang fana

Terpaksa kau berkelana di jalur ini

Sendirian keliaran menanti mencari

Ditunggui lapar anakmu hampir mati

Tapi andai waktu aku bisa hindari

Kuambil jalan lain berpindah posisi

Tapi itu sama saja bunuh diri

Sepertinya memang tidak ada pilihan

Dunia adalah tempatnya takdir Tuhan

Takdir-Nya kah? atau serakahnya manusia yang tak karuan

Kita buat pembangunan tapi juga menghancurkan

Sehingga makhluk hidup yang lain jadi korban

Tersebutlah peradaban, padahal nafsu manusia melebihi setan

Duh… kucing yang malang

1
0
Muhammad Abduh Nasution Mukhtirulilmi ◆ Active and Poetry Writer

Muhammad Abduh Nasution Mukhtirulilmi ◆ Active and Poetry Writer

Author

Muhammad Abduh Nasution adalah guru Kimia pada MAN 2 Deli Serdang. Untuk memenuhi tuntutan profesional, juga aktif pada MGMP Kimia tingkat MA Kabupaten Deli Serdang sebagai Ketua sejak tahun 2020. Selain itu aktif menulis pada situs pergerakan Birokrat Menulis dan Perhimpunan Al Washliyah. Penulis Dapat dihubungi via email [email protected] dan WA : +6281375406865

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sekilas Pergerakan Birokrat Menulis

Galeri Buku

Event

Diskusi STIA LAN

Diskusi Makassar

Diskusi Tjikini

Kerja sama dengan Kumparan

Mengikuti Kompetisi Riset KPK

Narasumber Diskusi Publik UGM

Program Dialog

Popular Post