Sistem Whistleblowing – Instrumen Pencegahan dan Deteksi Dini Korupsi

Sistem Whistleblowing – Instrumen Pencegahan dan Deteksi Dini Korupsi

Penulis:Ide J. Tito
Penerbit:Pergerakan Birokrat Menulis
Tebal Buku:264 halaman
Harga:Rp89.000 (tidak termasuk ongkir)
Harga Promo Rp79.000 (pemesanan sampai tanggal 10 Februari 2020)
Pemesanan:WA 082122693483 (Ide)
Sinopsis:Einstein pernah mengatakan, "The world will not be destroyed by those who do evil, but by those who watch them without doing anything".

Quotes yang sangat popular tersebut telah memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk melakukan sebuah ‘perlawanan’: perlawanan atas ketidakadilan, atas ketidakberesan, atas ketidakpedulian, dan atas segala hal-hal yang mengganggu keseimbangan.

Ruh dan semangat untuk melawan tersebut terasa begitu sulit untuk ditemukan. Dalam banyak hal, seseorang lebih memilih untuk diam dan menyimpannya dengan rapi, daripada melakukan pemberontakaan atas fakta yang mereka hadapi. Begitu juga dengan korupsi, semua orang menentang, tapi hanya segelintir yang berani menanggung risiko untuk meneriakkan suara kebenaran.

Mengapa demikian?

Buku yang merupakan pengembangan dari hasil penelitian penulis pada saat menempuh pendidikan lanjutan ini mencoba menawarkan jawabannya. Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa salah satu faktor penting yang mempengaruhi efektivitas strategi pemberantasan korupsi adalah kepedulian para pihak yang berkepentingan dengan organisasi. Kepedulian tersebut terbentuk dari terbangunnya sensitivitas etis terhadap permasalahan korupsi yang diikuti dengan kompetensi etis pegawai, pimpinan, pelanggan, penyedia barang dan jasa, pengguna jasa, dan masyarakat umum untuk dapat menilai situasi yang sedang dihadapi, menemukenali perilaku koruptif dan menyusun strategi untuk menghadapinya.

Konflik nilai, dilema etis dan berbagai justifikasi moral selalu mengiringi keputusan untuk berdiam diri atau menjadi whistleblower. Keteguhan moral (perseveransi etis) menjadi prasyarat berikutnya agar kepedulian tersebut termanifestasi dalam bentuk menjadi whistleblower yang konstruktif.

Untuk mengembangkan perilaku whistleblowing yang konstruktif tersebut diperlukan sistem whistleblowing yang efektif. Perilaku whistleblowing yang sering dipandang oleh masyarakat sebagai manifestasi dari pembangkangan perlu diubah menjadi perilaku kepatuhan terhadap norma agung yang dijunjung bersama. Demikian juga dengan whistleblowing yang sering bersifat destruktif bagi organisasi perlu diubah menjadi konstruktif. Perubahan dari pembangkangan destruktif menjadi kepatuhan konstruktif itulah yang menjadi tujuan buku ini.

Terbangunnya pola pikir whistleblowing sebagai perilaku kepatuhan konstruktif tersebut diyakini mampu membalikkan arah putaran menuju proses denormalisasi korupsi. Perilaku koruptif yang terlanjur dipahami sebagai perbuatan yang diperbolehkan, diijinkan bahkan diotorisasi oleh pimpinan organisasi dan tingginya pengorbanan yang ditanggung apabila tidak melakukan korupsi, serta tingginya pengorbanan yang ditanggung pegawai apabila melakukan whistleblowing perlu dihadapi oleh para wirausaha institusional anti – korupsi. Whistleblower adalah salah satunya.

Langkah awal mengembangkan perilaku whistleblowing konstruktif adalah dengan memahami konsep whistleblowing secara utuh, memahami proses pengambilan keputusan whistleblowing dan mengidentifikasi faktor – faktor yang mempengaruhinya. Pemahaman yang tepat mendorong kebijakan yang tepat pula. Langkah selanjutnya adalah mengoperasionalisasikan kebijakan tersebut ke dalam sistem whistleblowing sebagai bagian dari manajemen risiko korupsi. Sistem tersebut diharapkan tidak hanya mampu menangani pelanggaran yang terjadi namun juga dapat melindungi whistleblower. Whistleblowing yang konstruktif akan menciptakan iklim etis dalam organisasi, meningkatkan komitmen organisasional dan mendukung efektivitas manajemen risiko korupi.

Untuk itulah buku ini hadir. Selain kembali menjelaskan konsepsi whistleblowing secara lebih utuh, pembaca juga akan melihat bagaimana konteks whistleblowing mampu membongkar budaya paternalistik melalui suatu sistem tandingan. Pembaca juga akan menyaksikan dalam buku ini bahwa whistleblowing bukan hanya sebuah simbol yang melahirkan segenap identitas bagi si whistleblower, tetapi lebih kepada sebuah praktik yang dibangun dari nilai-nilai baru yang disepakati oleh komunitas dalam organisasi. Ibarat memukul kentongan, kentongan dipukul melalui kegiatan ronda yang memang telah menjadi kegiatan rutin dan disepakati bersama, bukan kegiatan yang insidental dan sembunyi-sembunyi. Kentongan dipukul oleh orang yang memang telah mendapatkan dukungan, bukan dipukul oleh orang yang berjuang sendirian.
1
0
Audit Kinerja – Mendorong Peningkatan Value Organisasi   Pemerintah dalam  rangka mewujudkan World Class Government

Audit Kinerja – Mendorong Peningkatan Value Organisasi Pemerintah dalam rangka mewujudkan World Class Government

Penulis:Iwan Novarian dan Ardeno Kurniawan
Penerbit:Andi Offset dan BPFE UGM
Tebal buku:264 halaman
Kategori:Ilmiah
Harga:Rp110.000,00 (belum termasuk ongkir)
Pemesanan:WA 0821-3840-6066 (Ardeno Kurniawan), 0852-1743-1572 (Iwan Novarian)
Resensi:Sinopsis Buku
Menghadapi tuntutan masyarakat pada era disrupsi yang penuh dengan ketidakpastian sekarang ini, birokrasi Indonesia harus dapat meningkatkan kinerjanya dengan maksimal. Tujuannya adalah agar agar birokrasi Indonesia memiliki value yang akan dapat menghadapi berbagai tuntutan tersebut. Permasalahannya adalah sampai saat ini masih banyak lembaga pemerintah yang belum dapat melaksanakan kegiatannya dengan maksimal. Masih banyak terjadi kebocoran, pemborosan, inefisiensi ,bottleneck hingga berbagai program dan kegiatan yang gagal mencapai sasarannya
Lalu, bagaimana cara mendorong terciptanya lembaga-lembaga pemerintah yang dapat melaksanakan program dan kegiatannya dengan maksimal sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi Indonesia? Salah satu metodologi yang dapat dilakukan untuk mencapai hal tersebut adalah melalui audit kinerja.
Buku ini membahas tentang metodologi audit kinerja secara lengkap. Diawali dari pembahasan gambaran umum audit kinerja, konsep 3E, dilanjutkan dengan pembahasan tentang bagaimana melakukan perencanaan audit kinerja yang meliputi penentuan area kunci, tujuan, ruang lingkup dan kriteria audit kinerja dalam bentuk good management model, sampai penyusunan audit design dan program audit kinerja. Bab selanjutnya dalam buku ini akan membahas tentang pelaksanaan audit kinerja rinci, pengumpulan dan analisis data dan diakhiri dengan penyusunan Laporan Hasil Audit Kinerja. Untuk memudahkan pembaca buku ini di dalam memahami metodologi audit kinerja, di dalam buku ini juga dibahas tentang ilustrasi audit kinerja.

Kelebihan buku ini
Kelebihan buku Audit Kinerja – Mendorong Peningkatan Value Organisasi Pemerintah dalam rangka mewujudkan World Class Government adalah mengulas dengan cukup lengkap terkait bagaimana melakukan audit kinerja secara kualitatif dan merubah pola berfikir auditor yang masih menggunakan compliance paradigm menjadi problem solve paradigm.
Selain itu, buku ini menyediakan problem analysis tools, yang umumnya digunakan dalam audit kinerja antara lain: good management model, problem tree analysis dan analisis penentuan area kunci yang sangat efektif sebagai alat bantu auditor dalam menemukan akar permasalahan dan memberikan solusi bagi auditan.
0
0
Kumpulan Puisi: Merajut Cerita, Menyelami Makna

Kumpulan Puisi: Merajut Cerita, Menyelami Makna

Penulis:Yudisrizal
Penerbit:Indi Book Corner
Halaman dan Ukuran:50 Halaman (13 x 19 cm)
Harga:Rp50.000,00 (belum termasuk ongkos kirim)
ISBN:978-602-309-433-2
Tahun Terbit:Juli 2019
Alamat Pemesanan:Pemesanan via WA ke 0812-10580-42
Sinopsis:Buku "Kumpulan Puisi : Merajut Cerita, Menyelami Makna" ini sebenarnya kumpulan dari pengalaman hidup.

Tiap pengalaman punya hikmah yang bisa dipetik. Satu peristiwa dijadikan satu cerita. Cerita disajikan dalam bentuk puisi. Jadilah puisi bercerita. Yang namanya cerita, puisinya agak panjang, tidak selesai dalam lima atau enam bait.

Mulai dari pengalaman seru nan mengasyikan berwisata ke Belitung, dikemas dalam puisi 'Oleh-oleh Lain dari Belitung'.

Sampai pengalaman sederhana tapi susah untuk dilupakan yaitu makan soto bareng teman yang sukses karirnya menjadi pejabat tinggi namun tetap bersahaja. Pengalaman ini ditulis dalam puisi 'Nyoto Bareng Seorang Teman'.

Satu bait dalam puisi 'Satu Nasehat Ayah' berisikan materi mendidik anak, menjadi favorit penulis. Salah satu bait puisinya begini:

Ayah tidak pernah menuntut
Kamu harus juara satu
Tapi ayah tak pernah surut
Meminta kejujuran mesti menjadi nomor satu

Puisi lainnya dengan pengalaman lain. Total semua ada 31 puisi.

Selamat menikmati.

 

1
0
Jurnal Ph.D. Mama

Jurnal Ph.D. Mama

Judul :Jurnal Ph.D. Mama
Penulis:Kanti Pertiwi dan Kawan-kawan
Tahun Terbit:2019
Penerbit:Gramedia Pustaka Utama
HargaHarga buku: Rp. 76.000 (www.gramedia.com)
Testimoni:"Buku yang sangat inspiratif! Bangsa Indonesia patut bangga memiliki para wanita pejuang yang ulet, cerdas, dan tangguh. Semua ini membuktikan bahwa perempuan adalah mampu meski banyak hal menghalang. Kita perlu meningkatkan kebijakan publik dan pemihakan agar perempuan Indonesia dapat terus mampu memajukan dirinya dan ikut memajukan bangsa dan negara".

(Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI).

"Ketika dewasa ini perempuan Indonesia makin dituntut untuk memiliki gelar akademis tertinggi untuk menempati berbagai jabatan publik, dan menghadapi benturan dengan peranan mereka di dalam rumahtangga, para tokoh perempuan yang digambarkan dalam buku ini membuktikan bahwa dengan ketekunan, ketangguhan, kesabaran dan kerjasama saling mengisi yang penuh pengertian bersama para suami masing-masing, mereka dapat berhasil mencapai kedua tuntutan itu".

(Prof. Dr. Meutia Hatta Swasono, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan RI periode 2004-2009).

"Membaca tulisan-tulisan di buku PhD Mama Indonesia ini, saya seperti menjenguk lagi perjalanan panjang saya sendiri. Benang merahnya sangat jelas: perempuan senantiasa menghadapi tantangan yang sangat khas ketika menjalani pendidikan doktoral di negeri asing. Stigma, ekspektasi sosial, budaya dan agama yang melekat kuat dan tuntutan agar menyelesaikan pendidikan dengan baik, ditanggung secara bersamaan. Tetapi perempuan adalah mahluk yang asyik, tahan banting dan selalu mengutamakan kebersamaan, karenanya perjalanan PhD Mama senantiasa dikenang sebagai salah satu etape kehidupan yang mendewasakan, membanggakan dan disyukuri".

(Lily Yulianti Farid
Pendiri Makassar International Writers Festival).

"This book presents the struggles and joys of Indonesian women as they work towards achieving their aim: a PhD. The stories are often heart-wrenching, but in the end the struggle is worthwhile".

(Lyn Parker, Professor of Asian Studies, The University of Western Australia).

 

 

 

 

0
0
Membuka Pandora Box Perilaku Korup Dari Dimensi Etika, Budaya, dan Keperilakuan

Membuka Pandora Box Perilaku Korup Dari Dimensi Etika, Budaya, dan Keperilakuan

Penulis:Ardeno Kurniawan
Penerbit:BPFE UGM Yogyakarta dan Andi Offset
Tahun terbit:2018
Harga:Rp70.000,00 (belum ongkir)
Pemesanan:Nomor HP (WA) 082138406066
Sinopsis:Mengapa seseorang terdorong untuk melakukan korupsi? Jawaban atas pertanyaan ini tidak akan dapat dijawab hanya dengan menggunakan alasan keuangan semata. Korupsi adalah sebuah perilaku multidimensi (multi dimensional behavior). Oleh karena itu, kotak pandora yang berisi perilaku korup (corrupt behavior) itu harus dibuka.

Penyebab seseorang melakukan korupsi itu sendiri beraneka ragam. Penyebab seseorang melakukan korupsi dapat berasal dari faktor budaya, faktor psikologis individu, faktor perilaku yang ditunjukkan oleh orang-orang lain hingga faktor struktural. Faktor-faktor inilah yang hendak dibahas di dalam buku ini secara komprehensif.

Bab 1 buku ini membahas mengenai apa itu korupsi secara luas, terutama dari aspek perilaku manusia yang korup. Bab ini juga membahas tentang teori-teori yang mendorong seseorang untuk melakukan korupsi. Faktor-faktor tersebut berupa faktor internal, faktor organisasi hingga faktor-faktor yang berasal dari lingkungan masyarakat. Sebagai penutup Bab ini, juga akan dibahas mengenai filsafat korupsi secara umum.

Bab 2 menjelaskan tentang bagaimana korupsi dapat menjadi sebuah kebiasaan yang umum dilakukan di Indonesia. Diawali dari penjelasan tentang korupsi dari perspektif sejarah, sosiologis, kebiasaan pemberian hadiah (gratifikasi) yang umum terjadi di Indonesia, diskresi hingga jaringan korupsi (corruption network).

Bab 3 buku ini membahas mengenai berbagai macam aspek perilaku menyimpang, mahzab-mahzab kriminologi, jenis-jenis viktimologi dan kejahatan kerah putih yang sering terjadi. Bab ini juga menjelaskan tentang hubungan antara kriminologi, viktimologi serta kejahatan kerah putih dengan perilaku korup itu sendiri.

Bab 4 membahas mengenai teori-teori kriminologi dan bagaimana teori kriminologi dapat menjelaskan perilaku korup yang dilakukan oleh para koruptor. Teori kriminologi yang dibahas dalam buku ini dikategorikan ke dalam teori kriminologi dari dimensi psikologis dan keperilakuan, teori kriminologi dari dimensi lingkungan dan organisational dan teori kriminologi yang dipengaruhi oleh kedua dimensi tersebut.

Bab 5 membahas bagaimana perilaku korup dapat ternormalisasi menjadi sebuah perilaku yang umum dilakukan di dalam sebuah organisasi. Di dalam Bab ini dijelaskan bahwa normalisasi perilaku korup dapat terjadi melalui empat mekanisme mendasar yaitu compulsion, compliance, contagion dan corrosion.

Bab terakhir dari buku ini akan membahas mengenai korupsi dari dimensi etika dan kebijakan publik. Diawali dari penjelasan tentang apa itu etika, dilanjutkan dengan pembahasan mengenai teori-teori etika dan bagaimanakah teori-teori etika memandang perilaku korup. Di dalam Bab ini juga dibahas mengenai korupsi di dalam proses kebijakan publik, berbagai macam aspek whistleblower, rent seeking dan trading activities serta penyalahgunaan wewenang di dalam organisasi pemerintahan.

Buku ini ditulis karena adanya asa akan tibanya sebuah fajar di Indonesia, yang tidak tercemar oleh perilaku korup yang dilakukan oleh para koruptor. Buku ini sangat bermanfaat untuk dibaca oleh pejabat publik dan aparat sipil negara, pemerhati korupsi, akademisi dan kalangan intelektual, penegak hukum, mahasiswa hingga masyarakat umum yang ingin memahami mengapa korupsi merupakan perilaku yang umum terjadi.

Buku ini dapat memberikan jawaban mengapa banyak sosok yang sebenarnya adalah orang yang baik pada akhirnya terdorong untuk melakukan berbagai macam perilaku korup.

 

 

0
0
error: