Setelah diketoknya palu tanda revisi UU KPK disetujui oleh DPR bersama pemerintah beberapa hari lalu, maka kami ucapkan selamat datang, wahai para pegawai KPK, di komunitas birokrat menulis. Komunitas yang isinya adalah sekumpulan birokrat yang kegiatan sehari-harinya mengomel dan (bisanya hanya) menulis.

Apakah tulisannya kemudian dibaca dan dijadikan refleksi oleh para pemangku kepentingan, itu tidak menjadi masalah, pokoknya komunitas ini hanya menulis. Kenapa kami ucapkan selamat datang? Karena kalian nantinya akan sama dengan kami, birokrat yang bisanya hanya mengomel dan menulis.

Wahai teman-teman pegawai KPK, tidak usah sedih dan galau jika nanti kalian diangkat menjadi ASN, alias menjadi birokrat seperti kami. Menjadi ASN itu nikmat, tidak punya beban dan kerjanya tinggal mengikuti saja apa kata atasan. Tidak perlu juga repot-repot protes karena sudah pasti tidak akan didengar. Datang saja pagi, kerjakan tugas jika memang diberi, lalu sore pulang melenggang tanpa rasa tegang. Jika sedang sepi dari tugas, ya itulah kesempatan kalian untuk membaca lalu menulis.

Jadi ASN seperti kami juga aman,  tidak perlu kuatir diteror, tidak kuatir dibuntuti oleh orang-orang yang marah karena merasa kepentingannya terusik. Selain aman, ASN seperti kami juga nyaman, karena perilaku kami sudah dibuat seragam. Jika ada perilaku yang sedikit aneh, sudah ada sistem dan petugas yang bertindak untuk memperbaikinya. Miriplah seperti robot yang jika ada komponen yang rusak akan diperbaiki oleh sang mekanik.

Bicara tentang robot, kami memang seperti robot yang tak perlu otot. Gerakan kami sudah ditentukan oleh kabel-kabel yang kadang kusut dan sering korselet. Untuk apa otot jika kami tak mampu ngotot? Menjadi seperti kami juga tak perlu mengalir darah untuk memompa kesadaran dan nurani. Untuk apa darah jika semuanya sudah terarah? Toh kesadaran dan nurani sudah dibuat berseri-seri. Lengkap dan enak kan? Semuanya sudah dipersiapkan.

Sudahlah teman-teman pegawai KPK, tidak perlu lagi kalian berburu koruptor, apalagi kalau dia politisi. Jika kalian sudah bergabung dengan kita, arena bermain kita menjadi semakin tak sama dengan mereka. Kita akan bermain riang gembira di kerangkeng besi, sedangkan mereka bermain di comberan.

Meski mereka tak pernah merasa kotor karena diri mereka memang sudah kotor, tapi tetap saja tempat bermainnya di comberan. Bau, tau! Sedangkan kita, meski di dalam kerangkeng, tapi baju kita bersih dan rapi karena sudah disiapkan petugas yang akan menyucinya setiap hari. Lebih necis kita kan?

Kalian nanti juga tak perlu lagi merasa rindu dengan operasi tangkap tangan (OTT). Untuk apa lagi mau tangkap tangan kalau tangan kalian sudah ditangkap? Penyelidik mau menyelidik? Sabar dulu, karena sebelum menyelidik telinga kalian lebih dulu akan digelitik sampai kalian tak mampu lagi tertawa. Apalagi sang penyidik, kalian tak akan berkutik karena teriakan kalian sudah dibuat sumbang dengan berbagai bunyi-bunyian yang lebih garang. Begitulah kira-kira hidup di dalam kerangkeng.

Lebih jelasnya, janganlah lagi punya niat untuk menyadap, menyita, atau menangkap. Hal-hal seperti itu hanya akan menyusahkan dewan pengawas saja. Biarlah mereka duduk di sana dan tak memberi izin apa-apa. Kasihanilah mereka, karena mungkin mereka pun tak paham kenapa mereka ada di singgasananya.

Begini ya teman-teman pegawai KPK, kami akui, selama ini kadang kami memang iri dengan kalian. Hanya kalian yang punya keberanian melawan, termasuk dengan atasan yang gerak geriknya seperti macan. Namun, tak tahukah kalian, dengan tak pernah melawan, hidup kami menjadi lebih nyaman. Perlawanan kami sudah ditukar dengan jaminan, yang namanya jaminan hari tua. Apakah kalian masih tidak ingin hidup nyaman sampai tua?

Sudahlah, tidak usahlah lagi berantas korupsi, apalagi korupsi politik. Di politik itu tidak ada yang namanya korupsi, yang ada adalah penyaluran hobi. Makanya seringkali kalian susah-susah menangkap, tapi mereka malah tertawa dan tertiwi. Apa kalian masih tega mengganggu orang-orang yang ingin menyalurkan hobi?

Independensi? Kata siapa independensi kalian terganggu nanti? Kalian tetap bisa berdiri tegak di atas kaki sendiri meski berada di kerangkeng besi. Bahkan, kaki kalian nanti tetap bisa berlari kesana kemari, asalkan mau kompromi. Mau melarikan diri? Cari saja kunci kerangkeng kalau berani. Kalaupun berhasil keluar, kalian akan seperti orang mati yang tak pernah diingat lagi.

Satu lagi, janganlah kuatir karena kalian nanti masih bisa membangun negeri. Di bawah naungan sang Korpri, jiwa-jiwa kalian akan kembali suci dan terlindungi. Lalu mari bersama kita satukan tekad untuk menjalankan kebijakan sang politisi. Karena bagaimanapun, politisilah pemegang saham tertinggi di negeri ini. Merekalah yang paling memahami semua keinginan rakyat, melebihi rakyat yang diwakili.  Dengan menjalankan perintahnya, maka sama saja kita telah membangun negeri.

Jadi, lebih baik mari menulis saja. Editor kami tidak sama dengan dewan pengawas. Mau menulis apa saja silakan, tak perlu minta izin lebih dulu.

Kami ingin seperti kalian, tapi kami sadar diri tak akan mampu. Maka, kalian sajalah yang menjadi seperti kami. Selamat datang di birokrat menulis, wahai para pegawai KPK!

 

 

 

16
3
error: