Saat pikiranku berjalan

Kakiku diam tertahan

Lalu saat ia berlarian

Ragaku hanya mau berjalan

 

Lain waktu

Lain pula ia mengadu

 

Ketika akal ingin berhenti

Tangan kaki minta berlari

Sebaliknya,

Kala raga diam tak kemana-mana

Pikiran mengembara dan berkelana

 

Dari dulu sejak mula-mula

Selalu begitu keduanya

Berulang kali, satu, dua, tiga, dan seterusnya

Pikiran dan raga

Seolah tak mau bekerja sama

 

Kadang duluan

Kadang ketinggalan

 

Ketika sekolah

Tapi aku kuliah

Ketika kuliah

Tapi aku bekerja

 

Ketika di kantor

Aku di rumah

Ketika di rumah

Aku di kantor

 

Duh…

Ada apakah denganku

Kapan pikiran dan raga ini menyatu

Berada di tempat yang sama di suatu waktu

 

Kata orang,

Obatnya gampang

 

Fokus, konsentrasi, khusyuk dan tawaduk

Maka pikiran dan ragaku

Akan bersatu

 

Namun…

Aku telah mencoba

 

Tapi ia tak bekerja dengan sempurna

Adakah obat mujarab lainnya?

Atau memang sudah takdirnya

Harus diterima dengan lapang dada

 

Bahwa pikiranku

Dan ragaku

Takkan pernah bisa menyatu

 

 

Yudisrizal ◆ Associate Writer and ◆ Professional Poetry Writer

Penulis buku Pelajaran Sederhana Luar Biasa. Saat ini bekerja di SKK MIGAS

error: