Penulis:Ardeno Kurniawan
Penerbit:BPFE UGM Yogyakarta dan Andi Offset
Tahun terbit:2018
Harga:Rp70.000,00 (belum ongkir)
Pemesanan:Nomor HP (WA) 082138406066
Sinopsis:Mengapa seseorang terdorong untuk melakukan korupsi? Jawaban atas pertanyaan ini tidak akan dapat dijawab hanya dengan menggunakan alasan keuangan semata. Korupsi adalah sebuah perilaku multidimensi (multi dimensional behavior). Oleh karena itu, kotak pandora yang berisi perilaku korup (corrupt behavior) itu harus dibuka.

Penyebab seseorang melakukan korupsi itu sendiri beraneka ragam. Penyebab seseorang melakukan korupsi dapat berasal dari faktor budaya, faktor psikologis individu, faktor perilaku yang ditunjukkan oleh orang-orang lain hingga faktor struktural. Faktor-faktor inilah yang hendak dibahas di dalam buku ini secara komprehensif.

Bab 1 buku ini membahas mengenai apa itu korupsi secara luas, terutama dari aspek perilaku manusia yang korup. Bab ini juga membahas tentang teori-teori yang mendorong seseorang untuk melakukan korupsi. Faktor-faktor tersebut berupa faktor internal, faktor organisasi hingga faktor-faktor yang berasal dari lingkungan masyarakat. Sebagai penutup Bab ini, juga akan dibahas mengenai filsafat korupsi secara umum.

Bab 2 menjelaskan tentang bagaimana korupsi dapat menjadi sebuah kebiasaan yang umum dilakukan di Indonesia. Diawali dari penjelasan tentang korupsi dari perspektif sejarah, sosiologis, kebiasaan pemberian hadiah (gratifikasi) yang umum terjadi di Indonesia, diskresi hingga jaringan korupsi (corruption network).

Bab 3 buku ini membahas mengenai berbagai macam aspek perilaku menyimpang, mahzab-mahzab kriminologi, jenis-jenis viktimologi dan kejahatan kerah putih yang sering terjadi. Bab ini juga menjelaskan tentang hubungan antara kriminologi, viktimologi serta kejahatan kerah putih dengan perilaku korup itu sendiri.

Bab 4 membahas mengenai teori-teori kriminologi dan bagaimana teori kriminologi dapat menjelaskan perilaku korup yang dilakukan oleh para koruptor. Teori kriminologi yang dibahas dalam buku ini dikategorikan ke dalam teori kriminologi dari dimensi psikologis dan keperilakuan, teori kriminologi dari dimensi lingkungan dan organisational dan teori kriminologi yang dipengaruhi oleh kedua dimensi tersebut.

Bab 5 membahas bagaimana perilaku korup dapat ternormalisasi menjadi sebuah perilaku yang umum dilakukan di dalam sebuah organisasi. Di dalam Bab ini dijelaskan bahwa normalisasi perilaku korup dapat terjadi melalui empat mekanisme mendasar yaitu compulsion, compliance, contagion dan corrosion.

Bab terakhir dari buku ini akan membahas mengenai korupsi dari dimensi etika dan kebijakan publik. Diawali dari penjelasan tentang apa itu etika, dilanjutkan dengan pembahasan mengenai teori-teori etika dan bagaimanakah teori-teori etika memandang perilaku korup. Di dalam Bab ini juga dibahas mengenai korupsi di dalam proses kebijakan publik, berbagai macam aspek whistleblower, rent seeking dan trading activities serta penyalahgunaan wewenang di dalam organisasi pemerintahan.

Buku ini ditulis karena adanya asa akan tibanya sebuah fajar di Indonesia, yang tidak tercemar oleh perilaku korup yang dilakukan oleh para koruptor. Buku ini sangat bermanfaat untuk dibaca oleh pejabat publik dan aparat sipil negara, pemerhati korupsi, akademisi dan kalangan intelektual, penegak hukum, mahasiswa hingga masyarakat umum yang ingin memahami mengapa korupsi merupakan perilaku yang umum terjadi.

Buku ini dapat memberikan jawaban mengapa banyak sosok yang sebenarnya adalah orang yang baik pada akhirnya terdorong untuk melakukan berbagai macam perilaku korup.

 

 

error: