Memaknai Sumpah Pemuda Melalui Semangat Bela Negara

by | Oct 25, 2021 | Motivasi | 0 comments

  • Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
  • Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
  • Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Kalimat di atas merupakan isi dari Sumpah Pemuda. Di dalamnya terdapat kandungan makna yang dalam bagi bangsa Indonesia pada 28 Oktober 1928. Sebuah janji yang mampu membangkitkan semangat rakyat Indonesia, dan menjadi hari spesial dan bersejarah untuk menggelorakan semangat meraih kemerdekaan.

Sumpah Pemuda juga sekaligus menyatukan perjuangan bangsa Indonesia menjadi semakin kuat dalam upaya meraih kemerdekaannya pada tahun 1945. Maka, pada bulan Oktober tahun 2021 ini, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari bersejarah Sumpah Pemuda yang ke-93 dengan tema “Bersatu, Bangkit, dan Tumbuh”.

Janji yang Membangkitkan Tekad

Sumpah Pemuda merupakan suatu pergerakan yang dilakukan oleh para pemuda-pemudi Indonesia dengan mengucapkan janji satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Janji dalam Sumpah Pemuda tersebut mampu membangkitkan tekad dan semangat rakyat Indonesia dalam menegakkan kemerdekaan bangsa Indonesia dari jajahan negara asing dengan dilandasi semangat kebersamaan, patriotisme, dan nasionalisme.

Dalam isi Sumpah Pemuda terdapat kandungan makna yang dalam bagi bangsa Indonesia, makna yang harus dipahami setiap warga Indonesia, terutama para anak muda. Kala itu, pemuda dan pemudi tokoh Sumpah Pemuda telah terbukti berhasil menyatukan keutuhan Indonesia dengan mengorbankan waktu, pikiran, tenaga, bahkan harta benda mereka.

Hal ini mempertegas bahwa dalam sejarah perjuangan bangsa kita, sejak awal merintis pergerakan kebangsaan Indonesia, pemuda memiliki peran aktif sebagai ujung tombak dalam mengantarkan bangsa dan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Pemuda selalu memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam perkembangan suatu bangsa dan negara karena mereka adalah kelompok sosial yang menentukan masa depan sebuah bangsa. Begitu juga Indonesia.

Pemuda: Sejarah dan Keberlangsungan Bangsa

Sejarah mencatat bahwa kelompok muda memiliki keterlibatan aktif dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat Indonesia sejak dulu hingga kini. Tak terelakkan lagi, bangsa ini membutuhkan para pemuda sebagai penerus keberlangsungan bangsa.

Dengan berubahnya masa dan bergantinya zaman, pemuda harus selalu dapat menginspirasi dan mengiringi berjalannya proses transisi. Pemuda dengan segala potensi yang dimiliki dan melekat pada dirinya memiliki peran strategis dalam menggerakkan bangsa, serta berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, maupun agen perubahan.

Seperti yang kita ketahui, bahwa perubahan zaman pastinya akan terjadi. Tentunya, banyak Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT) yang akan didapat serta perlu dihadapi oleh Pemuda Indonesia.

Hadirnya globalisasi dan modernisasi, seperti perkembangan kemajuan IPTEK dan seni yang cepat dan canggih, memiliki konsekuensi perubahan yang cenderung mengkhawatirkan dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lahirnya globalisasi juga menimbulkan beberapa keresahan dari masyarakat dengan munculnya perilaku sosial baru yang tidak sesuai dengan kultur masyarakat Indonesia, antara lain:

  1. Konsumerisme dan materialistis yang ditandai dengan gaya hidup berlebihan dari yang dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan hidup.
  2. Perilaku sadistis dan agresif yang terlihat melalui aksi tawuran antarsekolah, bullying, perkelahian pelajar, perampokan yang disertai pembunuhan maupun tidak, dan sejenisnya;
  3. Sikap individualistis yang ditunjukkan dengan ketidakpedulian terhadap lingkungan;
  4. Sifat hedonistik yang ditandai dengan adanya penyalahgunaan narkotika; serta
  5. Adanya perilaku seksual yang menyimpang.

Sangat disayangkan jika pengaruh negatif globalisasi lebih banyak menyerang para pemuda Indonesia.

Nasionalisme: Memperkuat dalam Keberagaman

Hidup sebagai bangsa yang besar, mempunyai ribuan pulau, ratusan bahasa dan adat istiadat, tentunya menjadikan bangsa Indonesia kaya akan banyak nilai dan karakter. Karakter yang luhur seperti saling menolong, suka menghormati dan menghargai, gotong royong dan lainnya. Terlebih lagi, Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya dan memiliki beragam budaya.

Kekayaan dan keberagaman tersebut tentu harus dilestarikan. Saat ini, perlahan budaya tersebut mulai pudar dan terasa hilang, disebabkan banyak faktor mempengaruhi. Salah satunya, kehadiran pengaruh budaya negara luar yang menggerus budaya lokal serta semangat nasionalisme bangsa.

Melemahnya rasa toleransi dalam keberagaman, demoralisasi bangsa, krisis karakter dan jati diri, pudarnya identitas dan karakteristik bangsa, serta kesenjangan sosial yang semakin melebar yang dapat mengancam kedaulatan negara.

Perkembangan yang ada tampak semakin mengkhawatirkan dengan adanya intoleransi/radikalisme, dan penurunan nilai-nilai kebangsaan di kalangan pemuda. Kondisi terkait dengan semakin meningkatnya ancaman terhadap keberadaan ideologi Pancasila.

Berkembangnya intoleransi atau radikalisme tampaknya semakin mengkhwatirkan. Kasus pemuda/ kelompok pemuda yang memiliki ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila semakin meningkat.

Berbagai upaya dilakukan guna menangkal berbagai faktor pengaruh tersebut. Di antaranya menanamkan rasa cinta pada tanah air, bahasa, budaya dan adat istiadat. Pertahanan diri dari pengaruh ini terbingkai dalam semangat persatuan.

Nasionalisme menjadi kunci utama, sehingga perlu kontribusi nyata guna memperkuat nasionalisme dalam berbagai aspek kehidupan melalui bela negara.

Bela Negara: Membentuk Karakter Bangsa

Semangat bela negara mampu mewarnai perjalanan sumpah pemuda bangsa Indonesia. Penanaman makna sumpah pemuda dan juga bela negara harus ditanamkan kepada para generasi muda sejak dini melalui pelajaran sejarah dan pendidikan kewarganegaraan.

Bela negara bagi para pemuda adalah salah satu konsep yang dijabarkan melalui semangat patriotisme dan nasionalisme pemuda. Bela negara diharapkan dapat membentuk karakter pribadi serta bangsa, karena saat ini terjadi pergeseran karakter yang terjadi pada masyarakat.

Melalui bela negara pemuda mampu memahami nilai dasar bela negara, konsensus dasar bela negara, konsepsi kebangsaan, integritas moral dan etika, supemasi hukum dan kearifan lokal. Komitmen kebangsaan mesti dilandasi oleh sikap dan karakter bela negara dari setiap lapisan masyarakat, terutama bagi pemuda.

Para pemuda harus berciri pantang menyerah, rela berkorban demi bangsa dan negara, serta konsisten dan konsekuen terhadap cita-cita perjuangan bangsa Indonesia. Selain itu, semangat dalam isi Sumpah Pemuda dapat menjadi contoh bagi generasi muda masa kini untuk mengambil langkah dan melakukan sesuatu bagi bangsa Indonesia di masa depan.

Dengan adanya pandemi Covid-19 saat ini, banyak hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat khususnya pemuda dalam melawan dan mengatasinya. Salah satunya para pemuda melakukan vaksinasi serta menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Hal itu merupakan salah satu cara kita melakukan bela negara dengan berkontribusi nyata melawan pandemi Covid-19. Hal lain pun dilakukan oleh para tenaga kesehatan. Banyak tenaga medis muda yang berjuang menyelamatkan pasien Covid-19. Mereka tanpa kenal lelah, secara sadar dan ikhlas berada sebagai garda terdepan. Semuanya ini merupakan upaya nyata dalam bela negara di masa pandemi.

Kesadaran melakukan bela negara oleh pemuda, pada hakikatnya merupakan kesediaan berbakti para pemuda pemudi kepada negara, dan kesediaan berkorban membela negara. Kesadaran pada bela negara adalah hak dan kewajiban warga negara.

Kebanggaan Memakai Produk Dalam Negeri

Bela negara pada saat ini bukan lagi dilakukan dengan mengangkat senjata secara langsung, melainkan menanamkan rasa cinta pada tanah air dan bangsa, membangun kesadaran berbangsa dan bernegara, serta menanamkan kembali nilai-nilai yang ada dan terkandung dalam Pancasila sebagai ideologi dan jati diri bangsa Indonesia.

Yang tak kalah penting ialah kerelaan hati dan pikiran untuk berkorban demi bangsa dan negara. Hal ini harus dilakukan oleh semua elemen anak bangsa, terutama para pemuda. Pemuda memiliki peran dan tanggung jawab mengisi kemerdekaan dengan menampilkan sikap-sikap positif yang sesuai dengan ideologi bangsa dan konstitusi yang berlaku di Indonesia.

Penanaman nilai-nilai kejuangan dan sikap militansi bela negara yang tinggi pada Pemuda Indonesia, diharapkan dapat menangkal semua bentuk ancaman yang datang baik dari dalam maupun dari luar. **Semangat membara para anak muda yang mencetuskan Sumpah Pemuda kala itu bisa menambah energi positif para pemuda dalam melawan penjajah.

Pemuda juga harus mampu menumbuhkan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mampu memahami pentingnya mencintai tanah air sebagai modal dasar kekuatan bangsa dan negara. Bangga memakai produk buatan dalam negeri yang memiliki kaarifan dan keunggulan lokal adalah salah satu cara yang bisa dilakukan pemuda untuk menunjukan rasa cintanya kepada tanah air.

Dengan bangga memakai produk buatan Indonesia, baik yang berupa produk pakaian, makanan, teknologi, maupun produk-produk lainnya, berarti kita ikut serta memajukan perekonomian dan lebih menghargai produk buatan negara sendiri.

Bijak Menyebarkan Berita dan Menggunakan Bahasa Indonesia

Rasa cinta pada tanah air lainnya dapat dilakukan para pemuda dengan tidak melakukan ujaran kebencian atau menyebarkan berita hoaks. Sebagai generasi yang lahir di era teknologi, para pemuda harus mampu menyaring dengan mengecek lebih dulu sumber berita apapun sebelum sharing atau berbagi kepada orang lain.

Pemuda harus berhati-hati jangan sampai memposting dan menyebarkan ujaran kebencian yang menyinggung hal sensitif. Dengan meminimalisir berita hoaks dan ujaran kebencian, pemuda mampu membangun rasa cinta pada tanah air, agar tetap berdiri tegak, kokoh, dan utuh.

Perubahan perilaku karena globalisasi bisa berpengaruh kepada siapa saja, khususnya para pemuda, baik positif maupun negatif. Dengan demikian, pemuda diharapkan bisa memilih mana yang baik untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di antaranya penggunaan bahasa yang digunakan para pemuda saat ini, banyak yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa. Bahkan banyak pemuda merasa malu jika menggunakan Bahasa Indonesia yang baku serta sesuai dengan aturan. Sebuah sikap yang jauh dari pernyataan Sumpah Pemuda.

Hal ini disebabkan adanya pengaruh dari bahasa luar atau modernisasi, juga adanya modifikasi bahasa, sehingga muncul istilah bahasa gaul. Seharusnya, pemuda merasa bangga serta menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bentuk pengabdian pada negara. Sebab, sebagaimana terkandung dalam Sumpah Pemuda, Bahasa Indonesia sebagai Identitas dan pemersatu bangsa.

Epilog: Masa Depan di Tangan Pemuda

Hal terpenting lainnya dalam memaknai sumpah pemuda melalui semangat bela negara, yaitu para pemuda mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan selalu mengingat dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari, semboyan negara kita yang begitu indah yaitu Bhinneka Tinggal Ika.

Masa depan bangsa Indonesia ada di tangan generasi muda. Sebagai anak muda, kita harus menghargai setiap perbedaan yang ada. Jangan biarkan perbedaan tersebut membuat kita terpecah belah, tapi harus semakin kuat. Sebab, persatuan itulah yang membuat negara kita besar, kuat, dan istimewa.

Semangat bela negara akan selalu menjadi bagian penting dalam memaknai Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda memilik makna mendorong semangat juang generasi muda. Pemuda dapat mengisi kemerdekaan dengan menumbuhkan kabanggaan sebagai bangsa Indonesia.

Dengan memaknai Sumpah Pemuda melalui semangat bela negara, para pemuda diharapkan memiliki kesadaran tentang urgensi bela negara dan strategi bela negara, serta memahami karakter bela negara dalam menjaga kedaulatan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pemuda Indonesia, Bersatu, Bangkit, dan Tumbuh!!!

2
0
Mardiko Bagus Sumitro ◆ Active Writer

Mardiko Bagus Sumitro ◆ Active Writer

Author

Mardiko Bagus Sumitro, biasa dipanggil Bagus, seorang ASN pada Kementerian Pemuda dan Olahraga RI. Untuk info lebih lanjut dapat melihat IG @bagus_kemenpora. Penulis sangat terbuka untuk berdiskusi, senang menerima banyak masukan, saran dan membangun kolaborasi besar bersama serta mencipta karya dan legacy.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sekilas Pergerakan Birokrat Menulis

Galeri Buku

Event

Diskusi STIA LAN

Diskusi Makassar

Diskusi Tjikini

Kerja sama dengan Kumparan

Mengikuti Kompetisi Riset KPK

Narasumber Diskusi Publik UGM

Program Dialog

Popular Post