Jack Ma bilang tidak ada yang  bisa mengetahui masa depan. Yang bisa anda lakukan hanya menciptakan masa depan.

Internet hari ini menjadi kebutuhan pokok masyarakat, mulai bersosialisasi di media sosial sampai berbelanja online di e-commerce. Satu hal lainnya yang akan menyusul menjadi kebutuhan pokok, yakni mendapatkan pelayanan publik secara online.

Di era internet of think,  pemerintah sebagai pemegang mandat kepentingan publik, harus mampu menciptakan masa depan pemerintahan dengan mengikuti dinamika kehidupan publik, bahkan melampauinya. Karena itu, pemerintah harus segera move on.

Pemerintah yang cerdas hari ini adalah yang paham kebutuhan publik, serta segera membongkar tata kelola pelayanan publik yang lambat dan boros. Saatnya pemerintah membangun efektivitas dan efisiensi pemerintahan melalui digitalisasi pelayanan publik.

Masyarakat secara fisik memang berdomisili di lingkungannya masing-masing, tapi aktivitas sosial, budaya dan ekonomi mereka kini sudah mendunia dan menembus batas administrasi pemerintahan.

Anggaran pemerintah untuk belanja teknologi informasi dalam 3 tahun terakhir meningkat tajam, dari Rp15 triliun hingga mencapai Rp40 triliun. Akan tetapi, indeks e-Government masih jalan di tempat, di kisaran 2,3.

E-government itu renyah sekali untuk didiskusikan, tetapi sulit sekali dieksekusi.

Mudah-mudahan bisa menjadi refleksi kita semua.

 

 

Herman Suryatman ▲ Active Writer

Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PAN dan RB. Penikmat seni dan mengapresiasi kepemimpinan berbasis konteks lokal. Pernah mengenyam pendidikan di IPDN, Institut Ilmu Pemerintahan, dan Magister Ilmu Pemerintahan UNPAD, dan kandidat doktor Ilmu Pemerintahan pada IPDN. Penulis dengan gaya menulisnya yang ringan namun sarat makna dan menginspirasi ini membagikan pengalamannya selama di pemerintahan melalui tulisan kepada Anda.

error: