Mengelola pemerintahan itu sejatinya bukan hanya mudah, tetapi juga indah, selama kita melakukannya dengan melibatkan hati dan penuh cinta. Laksana sejoli yang sedang memadu cinta, bawaannya gembira, rela berkorban, berani mengambil resiko dan sarat kreativitas. Serasa dunia milik berdua, begitu kata pujangga.

Pun demikian dalam berpemerintahan. Tatkala pemimpin dan rakyatnya saling mencintai dan mengasihi, maka akan tumbuh gairah untuk saling menjaga dan menguatkan. Semua komponen akan gembira menjalani peran masing-masing walaupun banyak kesulitan, rakyat akan rela berkorban untuk suksesnya pembangunan, demikian juga dengan pemimpin akan merasa bangga mengambil resiko tertinggi demi kesejahteraan rakyatnya.

Jangan ditanya urusan kreativitas. Hadirnya hati dan cinta dalam berpemerintahan akan menstimulasi imajinasi pemimpin dan rakyatnya untuk melahirkan karya terbaik. Bahkan hal yang tidak mungkin sekalipun, dengan kreativitas bersama akan menjadi kenyataan. Terobosan-terobosan “gila” yang diluar nalar sekalipun akan bermunculan untuk mengejar kertinggalan.

John Kotter dalam bukunya “The Heart of Change” menyampaikan bahwa 70 % organisasi yang melakukan perubahan mengalami kegagalan karena hanya menggunakan “otak”, tanpa melibatkan “hati”. Hal tersebut bisa dipahami karena setiap perubahan, terlebih perubahan radikal, pasti membutuhkan energi lebih dan kesadaran ekstra.

Logika dengan kalkulasi dan keterukurannya tidak mungkin memenuhi hal demikian. Hanya hati yang bisa menjawabnya karena kedalaman rasa tidak ada batasnya. Disanalah kita akan menemukan indahnya berpemerintahan, disaat pemimpin dan rakyatnya memiliki energi lebih dan kesadaran ekstra karena hati dan cinta hadir diantara mereka.

 

 

Herman Suryatman ▲ Active Writer

Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PAN dan RB. Penikmat seni dan mengapresiasi kepemimpinan berbasis konteks lokal. Pernah mengenyam pendidikan di IPDN, Institut Ilmu Pemerintahan, dan Magister Ilmu Pemerintahan UNPAD, dan kandidat doktor Ilmu Pemerintahan pada IPDN. Penulis dengan gaya menulisnya yang ringan namun sarat makna dan menginspirasi ini membagikan pengalamannya selama di pemerintahan melalui tulisan kepada Anda.

error: