Selamat Datang Abangda, Novel Baswedan
By Dedy Nurmawan Susilo ▲ Active Writer  /  9 Maret 2018
Retorika Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
By Asma Zahratun Nabila ♥ Associate Writer  /  7 Maret 2018

Dilema Ibu, Dilema Kami

Satu per satu Kami lahir dari rahimmu Satu per satu Kami menikmati limpahan kasih sayangmu   Dahulu Sungguh engkau seorang perempuan tangguh Berjalan kaki setiap hari dari rumah ke pasar Tak peduli telapak kakimu menebal, bersisik, dan kasar Tak sekalipun engkau...

Netralitasku, Keberpihakanku

Genderang perang ditabuh waktu Kilatan pedang bercampur mau Baliho dan medsos bahu membahu Semua ingin jadi pemimpin baru   Jurus berpadu penuh strategi Tim sukses berjuang demi raih mimpi Paslon sudah pasti memantaskan diri Agar rakyat memberikan simpati   Persaingan...

Mengubah Masa Lalu

Jakarta, 1970-an Di salah satu sudut Pasar Senen, sebuah pasar besar tertua di Jakarta, seorang laki-laki duduk melamun. Namanya Har. Orang tua dan adik-adiknya ditinggalkan jauh di Jogjakarta. Ia merantau, mengadu nasib di ibukota. Tidak mudah hidup di Jakarta,...

Gong Pilkada Mulai Bergaung

Mulai 8 Januari 2018, daerah yang menggelar pilkada serentak 2018 ini akan segera memasuki salah satu tahapan krusial, yaitu pendaftaran peserta pemilu yang menggunakan jalur parpol. Beberapa pekan sebelumnya, pendaftaran peserta pemilu dari jalur perseorangan juga telah berlangsung dan sudah merampungkan verifikasinya.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung hingga tanggal 10 Januari itu sekaligus merupakan finalisasi dukungan parpol terhadap pasangan calon kepala daerah. Mengapa kita menyebutnya sebagai finalisasi? Karena komunikasi bakal calon dan parpol yang telah berlangsung intens sejak pertengahan tahun 2017 lalu ternyata belum berakhir sampai dengan diterimanya berkas pendaftaran itu di KPUD.

Jelang saat-saat pendaftaran ini, tarik-menarik dukungan parpol terhadap calon justru makin gencar terjadi. Hal itu tentu saja menyisakan tanda tanya, mengapa parpol kita seperti tak punya sikap politik yang tegas? Mengapa harus menunggu sampai detik-detik terakhir untuk memberikan dukungan? Mungkin ada di antara kita yang tahu jawabannya?

 

***

Daftarkan email Anda untuk berlangganan setiap tulisan baru yang diposting di blog ini dan menerima pemberitahuan pesan baru melalui email.

Bergabung dengan 629 pelanggan lain

“Senyum Yang Ku Rindu” (Karya: Andi P. Rukka. Suara: Joko Pitono)

“Mandalika” (Karya: Edrida P. Suara: Joko Pitono)

Brainy Quote 1

Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata ‘Aku tiada dapat!’ melenyapkan rasa berani. Kalimat ‘Aku mau!’ membuat kita mudah mendaki puncak gunung.

(R.A. Kartini)

Brainy Quote 2

Success is no accident. It is hard work, perseverance, learning, studying, sacrifice, and most of all, love of what you are doing or learning to do.

(Pele)

Brainy Quote 3

Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Kita bisa dan lebih baik mengambil manfaat dari kelebihan orang daripada sibuk dengan kekurangannya.

(KH. Ahmad Mustofa Bisri)

Brainy Quote 4

Hambatan terbesar untuk sukses adalah rasa takut akan kegagalan.

(Sven Goran Eriksson)

Brainy Quote 5

Everybody is a genius. But, if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will spend its whole life believing that it is stupid.

(Albert Einstein)

Buletin

Memimpin Perubahan: Dari Pendekatan Formal ke Informal
unduh

Pernyataan Sikap

Menyikapi Pelaksanaan Netralitas Profesional Birokrasi
unduh

 

 

 

 

Buletin

Penggunaan Pengendalian Secara Stratejik
unduh

 

error: