Mengapa Menulis

"Wuih...rajin banget.." Entah sudah berapa orang yang berkomentar melihat catatan rapat hari itu. Termasuk komplit. Bahkan sangat komplit. Bahkan ucapan yang mungkin kurang relevan pun ada dalam catatan saya. Bukan tanpa alasan kalau saya memutuskan untuk mencatat...

Bagaikan Pedang Bermata Dua

Saya seringkali menerima email yang tanpa isi. Saya menyebutnya email bodong. Biasanya pengirimnya adalah mahasiswa yang mengirimkan tugas esai untuk mata kuliah yang saya ampu. Pernah saya tanyakan ke beberapa kelas yang mahasiswanya melakukan praktik seperti ini....

Saat Memetik Telah Tiba

Subuh ini di saat mentari belum beranjak dari peraduannnya, saya berdiri di samping jendela melepaskan pandangan ke halaman depan rumah. Ini memang sering saya lakukan selepas menunaikan shalat subuh menjalankan kewajiban sekaligus melepas rindu kepada Sang Pencipta....

Tak Ditemukan Hasil

Laman yang Anda rikues tak dapat ditemukan. Cobalah mengganti pencarian Anda, atau gunakan navigasi di atas untuk mencari postingan.

Daftarkan email Anda untuk berlangganan setiap tulisan baru yang diposting di blog ini dan menerima pemberitahuan pesan baru melalui email.

Bergabung dengan 334 pelanggan lain

Quote 1

Yesterday I was clever, so I wanted to change the world. Today I am wise, so I am changing myself

(Jalaluddin Rumi)

Quote 2

Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekedar bekerja, kera juga bekerja

(Buya Hamka)

Quote 3

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

(Pramoedya Ananta Toer)

Quote 4

Kemampuan membaca itu sebuah rahmat. Kegemaran membaca: sebuah kebahagiaan.

(Goenawan Mohamad)

Quote 5

Barangsiapa ingin mutiara harus berani terjun di lautan yang dalam.

(Ir. Sukarno)

Buletin

Memimpin Perubahan: Dari Pendekatan Formal ke Informal
unduh

error: