Sepertinya gelap tak pernah lelah

Mengaransemen memoar tentang kelam

Membuat serasa pekat setiap melodi yang mengudara

Menyayatkan rasa lewat irama yang tercipta

Menghasilkan kekosongan jiwa

Hampa….

 

Sementara terang yang dinantikan

Hanya berani mengintip dari kejauhan

Sebab kelam terlalu bersemangat untuk diminta minggat

Kukuh bertahan mengiringkan memoar tentang kelam

Dan meskipun alam berpusar membentuk kuasar

Kuasar terang yang amat terang

Namun ia terlalu jauh untuk berguna

Mengirimkan cahaya kemari pun tak kuasa

Lalu,

Kosmos di angkasa pun serta merta

Bersatu padu membentuk elegi nan satir

Hanya membuat pahit semakin getir

 

Ayolah,

Wahai terang,

Kami hampir lelah menunggumu

Menuliskan sebuah lagu nan mendayu

Supaya seluruh lapisan alam dan swargaloka

Mendengarkan ode yang kau lantunkan

Melupakan sejenak kejamnya kelam si adidaya

Rindu ini sungguh ada pada puncaknya

Kepada rangkaian partitur yang engkau mainkan

Kepada indahnya untaian kata dan nada

 

 

Arief Irwanto Lasantu ♥ Associate Poetry Writer

Penulis adalah ASN yang sudah lama tidak merajut kata dan berkelana dengan motornya. Saat ini ia bekerja pada instansi pengawasan di bagian yang mengurusi akuntabilitas keuangan pemda dan desa.

error: