Promosi Tidak Sekedar Menunggu Nomor Antri

Promosi Tidak Sekedar Menunggu Nomor Antri

Rotasi, mutasi dan promosi sesungguhnya menjadi satu kunci penggerak organisasi,
bukan hanya basa basi, sekedar unjuk gigi, atau sebatas menunggu nomor antri.

Rotasi, mutasi dan promosi akan menjadi bukti kesungguhan organisasi mengelola diri untuk terus berlari, atau tetap komit menutup diri.

Selanjutnya organisasi tentunya mengukur diri dalam melakukan proses ini.
Apakah basis evaluasi dan indikator sudah menjadi sebuah kata pasti?
Sehingga rotasi, mutasi, dan promosi tidak meninggalkan friksi dan indikasi?

Sejatinya “nomor punggung” yang sampai saat ini masih menjadi kata kunci evaluasi,  telah memberi gambaran utuh tentang kemampuan, kematangan, pengalaman, sampai kualitas diri.

Idealnya nomor punggung tidak hanya indikasi senioritas dalam organisasi.
Karena tua itu pasti, tetapi dewasa perlu diuji.

Belum terbantahkan sampai detik ini,
banyak bukti yang menunjukkan kalau nomor punggung baru sebatas menjadi nomor antri untuk menunggu jatah kursi.
Walau tidak sedikit kalau pemilik nomor punggung sudah teruji, serta memang layak dan sesuai porsi.

Lalu bagaimana selaiknya organisasi memposisikan diri?

Evaluasi tetap menjadi kunci dengan berbagai indikator yang semestinya diuji,
hingga menjadi sebuah produk yang tidak asal jadi.

Karena karir adalah muara dari semua proses mutasi, rotasi dan promosi.

1
0
Hitung Mundur

Hitung Mundur

Lima, empat, tiga, dua, satu tahun
Tak terasa
Waktu berlalu begitu cepat

Lima, empat, tiga, dua, satu bulan
Laju waktu tak tertahankan

Lima, empat, tiga, dua, satu minggu
Waktu yang ditakutkan atau dinantikan
Semakin mendekat

Lima, empat, tiga, dua, satu hari
Waktu itu datang tak terelakkan

Saatnya mengucapkan selamat tinggal
Kepada rutinitas lama

Lima, empat, tiga, dua, satu jam
Boom…
teneeng…
teneeeng…

Saatnya pamit pada teman-teman
Di detik-detik terakhir sebagai pekerja kantoran

Saat waktunya datang
Saat deg-degan
Saat-saat yang ditakutkan
Ataukah saat-saat yang dinantikan

Saat-saat yang ditakutkan
Apabila dihadapi tanpa persiapan
Kepada siapa urusan dapur hendak digantungkan

Saat-saat yang dinantikan
Saatnya menggunakan waktu
Bebas tanpa ikatan
Saatnya memulai petualangan baru

Anda pilih mana?
Saat-saat yang ditakutkan
Ataukah saat-saat yang dinantikan

Kalau saya
Saya ambil pilihan kedua

Jepang, Eropa Barat, atau Rusia
Destinasi wisata yang menggoda
Atau menjelajahi nusantara
Tak kalah menariknya buat honeymoon kedua

Pikiran melanglang buana
Sebelum fisik sampai ke sana
Hidup tanpa beban
Oohhh nikmatnya

Pergi kemana-mana
Tanpa perlu membuat laporan pertanggungjawaban
Tanpa perlu persetujuan atasan
Oohhh asyiknya

Semua akan mengalami
Soal bagaimana menghadapinya nanti
Pilihannya ditentukan sejak dini
Saat pertama kali bekerja
Bukan saat masa kerja tinggal beberapa tahun saja

Hitung mundur
Memulai dari akhir
Mudah untuk mengatakan
Berakhir indah jika dilaksanakan

8
1
Selamat Jalan Bapak Habibie

Selamat Jalan Bapak Habibie

Jalan sunyi yang kau pilih
Mengajarkan kami tentang makna hidup yang hakiki
Bukan sekedar mencintai negeri
Tapi mengabdi dalam cinta yang sejati

Jalan sepi yang kau lalui
Tak ada bingar yang mengisi hari
Hanya jiwa dan asamu yang kerap terpatri
Dalam karya dan karsa yang tak pernah mati

Bagimu merdeka adalah niscaya dalam kerja yang gempita
Bagimu cinta adalah setia sampai saat menutup mata

Engkaulah ksatria
Mahaputra bangsa yang tak kunjung lelah, menemukan jalan peradaban, menjadi purwa rupa negarawan yang tak akan sirna ditelan zaman…

Masamu akhirnya tiba untuk kembali, bersama jiwa terkasih yang telah lama menanti.

Tak akan terbendung lagi, hujan air mata dari pelosok negeri…

bersama doa tulus ikhlas yang melepas dirimu pergi

Selamat jalan, Pak Habibie

Jakarta, 11 September 2019

 

 

1
0
Bertumbuh Menjadi Kita

Bertumbuh Menjadi Kita

Tak lelah kau merawat kita

Seperti kebiasaanmu meruwat kata

Dalam puisi atau ceritera

Dalam warita seumpama nubuat

 

Kau ramu kita dengan racikan rasa

Kau dan aku menjelma harmoni

 

Tak letih kau menjaga kita

Umpama lakumu menaja rima

Dalam syair atau seloka

Dalam wiracarita semacam hikayat

 

Kau sigi kita dengan percik jiwa

Kau dan aku mewujud simponi

 

Meski kadang aku ngotot mengaku

Dan kau berkeras mendaku

Jemari tetap saling merangkul

Hati pun tak lelah bergumul

 

Sahabat katamu, bukan aku diimbuh kamu

Sahabat bagimu, saat kau dan aku bertumbuh menjadi kita

 

 

 

2
0
Jalanku Bukan Jalanku Lagi

Jalanku Bukan Jalanku Lagi

Sesekali kesalahan terjadi
Itu mungkin suatu kebetulan
Beberapa kali kesalahan terjadi
Itu mungkin keteledoran
Sering kali kesalahan terjadi
Itu mungkin telah menjadi kebiasaan

Biasakan yang benar
Bukan benarkan yang biasa
Jargon bijak ini
Gaungnya hilang ditelan deru bunyi mesin kendaraan

Cobalah tengok di perempatan
Di jam-jam sibuk
Seringkali jalanku tidak lagi kelihatan
Ditutupi oleh tubuh kendaraan

Coba tengok di jalanan sepi
Begitu menyeberang
Aku diklaksoni
Seolah aku telah salah jalan

Jalanku seharusnya jalan aman
Karena dilindungi oleh peraturan
Jalanku pakai tanda pesan
Hati-hati ada penyeberang jalan
Namun sering kali diacuhkan

Cat putih di atas aspal hitam
Seharusnya tampak kentara
Tapi kita semua seolah telah sepakat

Sepakat untuk buta
Seolah tidak melihatnya

Sepakat untuk menafikkannya
Seolah aturan ini tidak ada gunanya

Sepakat untuk mengabaikannya
Seolah dilanggar pun tidak ada hukumannya

Mendekati zebra cross
Laju kendaraan bukannya melambat
Malah sebaliknya bertambah cepat

Ketika jalanku bukan jalanku lagi
Sebagai pejalan kaki
Aku harus makin ekstra hati-hati
Cedera ringan, sedang, berat bahkan nyawa melayang
Mengintai para pejalan kaki

Ketika jalanku bukan jalanku lagi
Menghadapi dunia nyata serasa mimpi

Ketika jalanku bukanlah jalanku lagi
Aku pun bermimpi
Kapan jalan itu kembali menjadi milikku lagi

 

 

44
0
Kau Adalah

Kau Adalah

Kau adalah surga segala cinta, yang luput dari segala benci, serta dendam yang tak pernah kau pendam.

Kau adalah surga yang selalu pinta sesajian berupa puisi, yang tak muluk-muluk, sederhana lagi tulus.

Kau adalah surga yang selalu kurindukan bagai puisi bagi remaja yang sedang asyiknya jatuh cinta.

 

 

1
0
error: