Peningkatan Kinerja Ala Pacuan Gajah

Peningkatan Kinerja Ala Pacuan Gajah

Penulis: NUR ANA SEJATI*

Jumlah halaman: 323

Penerbit: Warungkopipemda

Boleh jadi kepercayaan kita terhadap pemerintah sudah sampai pada titik nadir. Reformasi yang diharapkan dapat mengubah wajah bangsa ternyata tak jua membawa hasil yang dapat dinikmati oleh seluruh rakyat. Kasus korupsi tetap marak. Fasilitas pendidikan, kesehatan ataupun infrastruktur kota juga tak kunjung membaik. Urusan perijinan masih saja lekat dengan pungutan liar.

Padahal, berbagai upaya telah di lakukan. Pemerintah telah menerbitkan berbagai aturan perundangan. Dalam lingkup tata kelola pemerintahan, Grand  Design Reformasi Birokrasi telah disusun dengan harapan untuk mewujudkan pemerintahan kelas dunia.

Terlepas dari segala permasalahan di atas, dalam level pemerintah daerah kita mengenal Bandung, Surabaya, dan Bantaeng sebagai kota yang memiliki masa depan. Para kepala daerah di kota ini dianggap telah sukses merubah wajah kota menjadi kota.

Di Bandung, Ridwan Kamil pun tak kalah inovatif. Ia telah memanjakan masyarakat dengan fasilitas publik yang membuat iri masyarakat dari daerah lain. Demikian halnya di Surabaya, Tri Rismaharini tidak hanya menata kota, tapi melakukan perubahan yang mendasar pada tata kelola pemerintahannya. Penerapan e-government di Surabaya terbukti meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan anggaran. Jauh di luar pulau Jawa, kita mengenal Nurdin Abdullah, Bupati Bantaeng yang mendapatkan berbagai penghargaan, diantaranya adalah program BSB atau Brigade Siaga Bencana BUMDes yang mampu memperbaiki taraf hidup masyarakat.

Kalau Solo, Bandung, Surabaya, dan Bantaeng mampu menjadi kota impian, mengapa daerah-daerah lain tidak terdengar gaungnya? Benarkah sosok pimpinan menjadi satu-satunya penentu keberhasilan suatu organisasi?

‘Peningkatkan kinerja ala pacuan gajah’ adalah salah satu tulisan yang menjadi judul buku ini. Gajah adalah suatu perumpamaan figur instansi pemerintah yang biasanya tambun dan gerakannya lambat. Di sisi lain, ketika gajah-gajah tersebut maju dalam sebuah pacuan, akan ada yang menjadi pemenang dan ada yang menjadi pecundang. Siapakah sosok pemenang tersebut? Siapakah sosok pecundang tersebut? Dalam pemerintahan sang pemenang adalah mereka yang mampu berkinerja tinggi sementara yang lain masih dililit penyakit akut birokrasi.

Apakah rahasia sang pemenang? Ada apa di balik para high performers? Benarkah karena ia dilahirkan sebagai pemenang, ataukah ada faktor lain yang justru lebih kuat hingga membentuknya menjadi pemenang?

Pertanyaan tersebut akan anda temukan jawabannya dalam buku ini. Dengan teori pacuan gajah yang tersaji dalam buku ini nantinya anda akan dapat menemukan jawaban sendiri mengapa KPK bisa menjadi organisasi hebat dan terpercaya, sementara tidak demikian dengan lembaga penegakan hukum lainnya.

Buku yang ada dihadapan anda ini adalah kumpulan tulisan selama penulis selama menjalani program doktoral di Victoria University, Melbourne. Meski berupa kumpulan berbagai tema, pesan yang dibawa hanya satu. Yaitu, bagaimana kita dapat memberikan kontribusi untuk membawa perubahan baik pada level orgnisasi maupun individu.

Kalau selama ini kita gagal berubah, sungguh permasalahannya bukan pada tingkat komitmen. Kita semua mempunyai mimpi yang sama akan Indonesia yang lebih baik. Kegagalan kita mewujudkannya, lebih pada ke-belum mampu-an kita untuk menjawab dan berfikir tentang ‘how’.

Dengan melihat praktek pemerintahan yang baik kita akan mampu melihat permasalahan dengan ‘new eyes’ sebagaimana solusi yang ditawarkan David Osborne dan Ted Gaebler dalam buku mereka Reinventing Government. Buku ini juga membawa pesan bagaimana mengatasi masalah dengan membangun sebuah sistem yang handal, bukan berfokus pada perbaikan individu.

Buku ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para penentu kebijakan dan kita semua sebagai agen perubah di lingkungan kita masing-masing. Buku ini dikemas dengan bahasa yang ringan dan santai agar mudah di pahami oleh siapa saja. Buku ini adalah catatan harian kegiatan penulis sebagai mahasiswa yang memiliki tiga anak. Setiap hikmah kejadian sehari-hari yang dialami penulis dikaitkannya dengan teori-teori yang sedang ia pelajari saat ini.

Buku ‘peningkatkan kinerja ala pacuan gajah’ ini terbagi dalam empat bagian. Bagian pertama berkisah tentang tata kelola pemerintahan. Anda akan mendapati bagaimana Pemerintah Australia mengelola public transport, menerapkan manajemen kinerja, aplikasi e-government, kesejahteraan, kependudukan, pendidikan, serta kesehatan. Dalam bagian ini pula saya sertakan tulisan-tulisan terkait teori-teori yang terkait dengan tata kelola pemerintahan, termasuk manajemen kinerja dan pencegahan korupsi. Anda juga akan menemukan serial Followership pada bagian ini. Ending dari seri followership akan membawa kita pada pemahaman bagaimana kita mampu menjadi seorang Exemplary Followers yang tidak hanya dapat merubah lingkungan tapi juga mampu mempengaruhi pimpinan untuk melakukan perubahan. Tulisan tentang Islamicity Index, yang mengakhiri bagian ini, merupakan upaya untuk mengkritisi hasil riset peneliti Amerika yang sekilas cenderung mendiskreditkan penerapan syariat Islam. Fokus tulisan Islamicity lebih menekankan pada kualitas kebijakan publik yang diambil pemerintah. Bukan pada latar belakang agama yang diyakini masyarakat.

Tema kedua, PhD Journey, tak lain dan tak bukan adalah catatan harian penulis selama menjalani program doktoral. Suka, duka, serta tantangan yang saya hadapi dapat anda temukan di sini.

Bagian masih terkait dengan kebijakan publik yang ditempuh pemerintah Australia. Hanya saja, pada bagian ini sengaja dipisahkan dari bagian pertama karena lebih berfokus pada kebijakan pendidikan, khususnya sekolah. Terlebih khusus pada pengalaman anak penulis bersekolah di sini. Di bagian ini anda akan menemukan bagaimana upacara menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kreativitas anak, bagaimana sekolah mendorong anak mengonsumsi makanan sehat, bagaimana upaya Pemerintah Australia membangkitkan minat baca, serta bagaimana model pendidikan integratif.

Bagian terakhir bertema Life is…yang merupakan tulisan bebas atau cerita sehari-hari yang terserak agar dapat di ambil hikmahnya. Kisah pertemuannya dengan wanita Lebanon, kisah rezeki toko cina, dan suka duka mencari dan menempati tempat tinggal di kota Melbourne, serta bagaimana masyarakat Australia memberikan apresiasi kepada seseorang.

Anda dapat memiliki bukunya dengan melakukan pemesanan di sini.

 

 

error: